bisnis

Perlu empat tahun bagi Emirates buat melayani kembali semua rutenya

Emirates, terbang ke 157 kota di 83 negara sebelum ada pandemi Covid-19, memarkir semua pesawat penumpangnya Maret lalu.

02 Juni 2020 12:05

Presiden Emirates Airline Tim Clark, bakal mengakhiri jabatannya bulan ini, memperkirakan maskapai milik pemerintah Dubai, Uni Emirat Arab, membutuhkan waktu hingga empat tahun buat melayani kembali semua rutenya setelah pandemi virus corona Covid-19 berakhir.

Emirates, terbang ke 157 kota di 83 negara sebelum ada pandemi Covid-19, memarkir semua pesawat penumpangnya Maret lalu. Emirates hanya melanjutkan operasional untuk penerbangan kargo.

"Saya kira pada 2023, 2024 kami akan melihat semua kembali ke tingkat normal dan Emirates bakal beroperasi di jaringan rutenya seperti sebelumnya," kata Clark dalam wawancara dengan konsultan penerbangan sipil John Strickland.

Emirates mengakui tahun ini merupakan yang terburuk dalam periode 35 tahun sejak perusahaan itu berdiri. Emirates Ahad lalu memecat pegawainya, namun tidak diketahui berapa jumlah mereka.

Clark bilang prinsip menjaga jarak dalam pesawat tidak mungkin dipraktekkan karena itu berarti pesawat hanya boleh diisi setengah dari kapasitas. Untuk saat ini, Emirates meminta penumpangnya mengenakan masker dan sarung tangan selama dalam penerbangan.

Pesawat milik maskapai Emirates Airline. (Twitter/@emirates)

Emirates Airline rugi Rp 78,7 triliun karena pandemi Covid-19

Sebelum pandemi Covid-19, Emirates Airline mempekerjakan 60.033 staf, termasuk 4.300 pilot dan hampir 22 ribu kru kabin. Sekarang jumlah karyawan Emirates melorot menjadi 40.801 orang.

Pesawat Emirates Airline. (Arabian Business)

Tolak layani rute Dubai-Tel Aviv, pilot Emirates Airline ditangguhkan

Emirates membuka rute Dubai-Tel Aviv bulan depan.

Deretan pesawat milik maskapai Emirates Airline di Bandar Udara Internasional Dubai di Kota Dubai, Uni Emirat Arab. (@emirates/Twitter)

Emirates rugi Rp 48 triliun di semester pertama 2020

Maskapai asal Dubai ini mendapat suntikan dana dari pemerintah sebesar Rp 28,3 triliun.

Pesawat milik maskapai Emirates Airline di Bandar Udara Internasional Ratu Alia di Ibu Kota Amman, Yordania, 25 April 2015. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Emirates tanggung biaya pengobatan bagi penumpangnya terinfeksi Covid-19

Sebelum muncul pandemi Covid-19 Maret lalu, Emirates - mulai beroperasi sejak Oktober 1985 - melayani 157 kota di 80 negara.





comments powered by Disqus