bisnis

1,2 juta pekerja asing akan tinggalkan Arab Saudi tahun ini

Meski akan ditinggalkan banyak pekerja asing, tingkat pengangguran di Arab Saudi tidak berubah, yakni 12 persen.

17 Juni 2020 02:41

Perekonomian lesu gegara pandemi virus corona Covid-19 akan mengakibatkan sekitar 1m2 juta pekerja asing meninggalkan Arab Saudi tahun ini, menurut proyeksi dari perusahaan layanan investasi Jadwa Investment Company.

Menurut perusahaan berkantor pusat di Ibu Kota Riyadh ini, sektor bakal paling banyak ditinggalkan oleh ekspatriat adalah pariwisata, katering, administrasi, dan bidang pendukung lainnya, termasuk jasa penyewaan dan kontrak, agen perjalanan, keamanan dan gedung.

Meski akan ditinggalkan banyak pekerja asing, tingkat pengangguran di Arab Saudi tidak berubah, yakni 12 persen.

Jadwa memperkirakan beberapa ektor tidak akan cepat pulih sehabis pandemi Covid-19 berakhir, yaitu perjalanan, hotel restran, wisata, dan hiburan meski dunia pelan-pelan mulai melonggarkan pengetatan. pergerakan orang.

Jadwa menambahkan bisnis secara keseluruhan akan membaik di paruh kedua tahun ini, terutama di kuartal keempat.

Sampai kemarin, terdapat 136.315 penderita Covid-19 di Arab Saudi, termasuk 1.052 orang meninggal.

Masjid di Arab Saudi. (Saudi Gazette)

Saudi larang itikaf, buka puasa, dan sahur bareng di masjid

Sampai sekarang, pemerintah Saudi belum mengumumkan apakah penyelenggaraan haji bisa dilangsungkan atau dilakukan seperti tahun lalu, hanya untuk penduduk Saudi saja.

Bandar Udara Internasional Raja Abdul Aziz di Kota Jeddah, Arab Saudi. (Jeddah Airport)

Saudi buka penerbangan internasional mulai 17 Mei

Arab Saudi menutup semua penerbangan internasional sejak 21 Desember tahun lalu.

Situasi Mataf ( tempat tawaf di sekitar Kabah) sebelum dan sesudah wabah virus corona Covid-19 datang. (Twitter)

Setahun pandemi Covid-19 sebabkan 1.137 orang meninggal di Makkah dan Madinah

Terdapat lima kota dengan jumlah orang terinfeksi Covid-19 terbanyak di negara Kabah itu, yakni Riyadh (65.384 orang, termasuk 1.188 wafat), Jeddah (35.969 orang, termasuk 1.263 menemui ajal), Makkah (35.870 orang), Madinah (22.943 orang), dan Dammam (20.741 orang, termasuk 221 meninggal).

Pesawat Etihad Airways, maskapai asal Ibu Kota Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, berencana membuka rute penerbangan ke Ibu Kota Tel Aviv, Israel, pada Maret 2021. (Etihad Airways)

Pandemi Covid-19 sebabkan Etihad rugi Rp 24,3 triliun tahun lalu

Secara keseluruhan sejak 2016, Etihad rugi Rp 104,5 triliun.





comments powered by Disqus