bisnis

Produksi emas Sudan tahun lalu sebanyak 36,6 ton

Sudan adalah produsen emas terbesar kedua di Afrika dan kesembilan di dunia. 

10 Januari 2021 17:27

Direktur the Sudanese Company for Mineral Resources Mubarak Ardol Jumat lalu bilang produksi emas Sudan tahun lalu sebanyak 36,6 ton atau meningkat 9,6 ton ketimbang 2019.

Pendapatan dari ekspor emas tahun lalu senilai 22,5 miliar pound (kini setara Rp 5,7 triliun). Dari angka ini, sebesar 16,6 miliar pound (Rp 4,2 triliun) ditransfer ke rekening Kementerian Keuangan Sudan. 

Ardol mengakui infustri emas Sudan terganggu oleh penyelundupan di dalam negeri dan internasional. Sebab itu, dia menyerukan pembentukan tim khusus untuk memberantas penyelundupan emas. 

"The Sudanese Company for Mineral Resources menghadapi banyak tantangan, termasuk dari masyarakat tinggal dekat darerah tambang emas dan hingga perusahaan penambangan emas, serta pajak di sejumlah negara bagian," kata Ardol.

Dia mencontohkan di Negara Bagian Kordofan Selatan, paling tidak sepuluh tambang emas telah ditutup para aktivis. 

Selain itu, tambang-tambang emas di Sudan masih dikelola secara tradisional dan dimiliki satu orang, seperti di Kordofan Utara, Kordofan Selatan, dan Darfur Utara. 

Sudan adalah produsen emas terbesar kedua di Afrika dan kesembilan di dunia. 

Pesaaat Gulf Air, maskapai milik pemerintah Bahrain. (LinkedIn)

Rute penerbangan komersial pertama Bahrain-Israel akan dimulai pada 3 Juni

Gulf Air menjadi maskapai ketiga dari negara Arab Teluk membuka penerbangan ke Tel Aviv, setelah Flydubai dan Etihad Airways dari Uni Emirat Arab.

Ibu Kota Muskat, Oman. (Gulf Business)

Oman jadi negara Arab Teluk keempat berlakukan VAT

Oman memprediksi dari pemberlakuan VAT mulai tahun ini bisa meraup US$ 1,04 miliar atau 1,5 persen dari produk domestik bruto. 

Kapal supertanker mampu mengangkut sekitar dua juta barel minyak milik Abu Dhabi National Oil Company. (WAM)

ADNOC beli dua kapal supertanker berkapasitas dua juta barel minyak

Masing-masing kapal supertanker itu mampu mengangkut dua juta barel minyak.

Serangan pengebom nirawak milik milisi Al-Hutiyun di Yaman pada 13 April 2021 menghancurkan kilang minyak milik Saudi Aramco di Kota Jeddah, Arab Saudi. (Screenshot YouTube)

Serangan Al-Hutiyun hancurkan kilang Aramco di Jeddah

Sejak berperang dengan Al-Hutiyun pada Maret 2015, Saudi keteteran dan hampir saban hari menjadi target serangan oleh milisi sokongan Iran itu.





comments powered by Disqus