bisnis

Tahan kapal tanker Korea Selatan, Iran tuntut Seoul transfer dana hasil penjualan minyak sebesar Rp 99,6 triliun

Uang hasil penjualan minyak Iran itu dibekukan oleh dua bank di Korea Selatan selama 2,5 tahun.

11 Januari 2021 21:56

Iran membantah dugaan penahanan kapal tanker berbendera Korea Selatan bersama 20 krunya, termasuk dua asal Indonesia, sebagai penyekapan. Teheran menuntut Seoul segera mentransfer dana menjadi hak Iran sebesar US$ 7 miliar (kini setara Rp 99,6 triliun).

Fulus Rp 99,5 triliun ini merupakan hasil dari penjualan minyak Iran ke negara Gingseng itu. Uang ini dibekukan oleh the Industrial Bnak of Korea dan Woori Bank, seperti dilaporkan kantor berita Yonhap.

"Selama 2,5 tahun, bank-bank Korea Selatan telah membekukan duit kepunyaan Iran. Tindakan ini tidak dapat diterima," kata Wakil Menteri Luar Negeri Iran kepada stasiun televisi pemerintah, seperti dilansir kantor berita semiresmi Fars. "Menurut kami, ini lebih karena tidak kemauan politik dari Seoul untuk menyelesaikan masalah ini ketimbang sanksi Amerika (Serikat)."

Amerika menerapkan kembali sanksi kepada Iran pada 2018 setelah Presiden Donald Trump memutuskan menarik diri dari kesepakatan soal nuklir Iran, dicapai di Ibu Kota Wina, Austria, pada 2015.

Angkatan Laut Iran Senin lalu menahan kapal MT Hankook Chemi di perairan dekat Pelabuhan Bandar Abbas dengan tudingan sudah beberapa kali mencemari perairan Teluk Persia. Ketika ditangkap, Hankook Chemi dalam pelayaran menuju Pelabuhan Fujairah, Uni Emirat Arab, dan mengangkut 7.200 ton bahan kimia.

Terdapat dua kru dari Indonesia bekerja di kapal Hankook Chemi dan ikut ditahan di atas kapal, yakni Aji Winursito dan Muhammad Amin.

Duta Besar Indonesia untuk Iran Ronny Prasetyo Yuliantoro menjelaskan pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Ibu Kota Teheran telah berbicara lewat telepon dengan Aji Kamis pekan lalu atau tiga hari setelah Hankook Chemi ditahan. "Pihak berwenang Iran memperlakukan mereka dengan baik, kebutuhan logistik terpenuhi," katanya saat dihubungi Albalad.co melalui telepon WhatsApp hari ini.

 

Ladang minyak Yaran Utara di Iran. (Press TV)

Tuntut kenaikan gaji, ribuan buruh industri minyak Iran sudah delapan hari mogok kerja

Sudah dua dasawarsa terakhir, National Oil Company tidak merekrut pegawai. Mereka menerapkan sistem buruh kontrak. 

Kebakaran hebat menimpa kilang minyak Tondguyan di Ibu Kota Teheran, Iran, 2 Juni 2021. (Twitter)

Kebakaran hebat melanda kilang minyak di Teheran

Kilang Tondguyan berkapasitas 250 ribu barel minyak sehari.

Kota Bandar Abbas, Provinsi Hormozgan, Iran. (persiapassenger.com)

Iran perlakukan dengan baik dua awak asal Indonesia ditahan di atas kapal tanker Korea Selatan

KBRI Teheran masih mengupayakan akses agar diizinkan menemui Aji dan Amin.





comments powered by Disqus

Rubrik bisnis Terbaru

Pembajakan kapal sedang terjadi di perairan UEA

Pekan lalu, sebuah kapal tanker dioperasikan oleh perusahaan milik konglomerat Israel diserang dan menewaskan dua krunya.

04 Agustus 2021

TERSOHOR