bisnis

Sedari normalisasi, nilai perdagangan Dubai-Israel Rp 3,8 triliun

Dua pertiganya adalah ekspor Dubai ke Israel.

01 Februari 2021 12:10

Sejak Uni Emirat Arab (UEA) dan Israel sepakat membina hubungan diplomatik September tahun lalu, perdagangan antara Dubai dan negara Zionis itu sudah senilai satu miliar dirham (kini setara Rp 3,8 triliun). 

Namun kantor media Dubai tidak menjelaskan berapa nilai perdagangan UEA dan Israel secara keseluruhan. 

Dari angka Rp 3,8 triliun itu, dua pertiganya berupa ekspor dan sepertiganya adalah impor. 

Ekspor utama Dubai ke Israel berupa minyak wangi, oli, telepon seluler, suku cadang mesin, dan berlian. Sedangkam impor UEA dari negara Bintang Daud itu yakni peralatan elektronik, berlian, buah dan sayur, serta perlengkapan medis.  

"Perluasan perdagangan dan investasi antara kedua pihak, tidak hanya menguntungkan komunitas bisnis UEA dan Israel, tapi juga pemangku kepentingan serta komunitas bisnis Timur Tengah," kata Chairman Dubai Ports, Customs, and Free Zone Corporation Sultan bin Sulayim. 

 

Duta Besar Uni Emirat Arab untuk Israel Muhammad al- Khaja menyerahkan surat tugasnya kepada Presiden Israel Reuven Rivlin di Yerusalem, 1 Maret 2021. (Twitter/@AmbAlKhaja)

Duta besar UEA buat Israel serahkan surat tugas kepada Presiden Rivlin

Selain bertemu para pejabat senior Israel, kunjungan Al-Khaja untuk mencari lokasi bagi kantor Kedutaan Besar UEA dan rumah dinasnya di Tel Aviv.

Duta Besar Uni Emirat Arab untuk Israel  Muhammad al-Khaja. (Kementerian Luar Negeri UEA)

Duta besar UEA serahkan surat tugas kepada presiden Israel Selasa pekan depan

Sedangkan Duta Besar Israel buat UEA Eitan Naeh sudah bertugas srjak bulan lalu. 

Dua bocah perempuan tengah melintas di depan tembok sebuah rumah bolong-bolong terkena peluru Israel di Jabaliya, Jalur Gaza, 27 Oktober 2012. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

UEA kurangi bantuan bagi Palestina dari Rp 700 miliar jadi Rp 14 miliar

Sudah delapan negara berpenduduk mayoritas muslim menjalin relasi resmi dengan Israel, yakni Turki (1949), Mesir (1979), Yordania (1994), UEA, Bahrain, Sudan, dan maroko (2020), serta Kosovo (2021).





comments powered by Disqus