bisnis

Pandemi Covid-19 sebabkan Etihad rugi Rp 24,3 triliun tahun lalu

Secara keseluruhan sejak 2016, Etihad rugi Rp 104,5 triliun.

04 Maret 2021 22:37

Maskapai Etihad Airways hari ini menyatakan rugi US$ 1,7 miliar (kini setara Rp 24,3 triliun) tahun lalu gegara pnumpang anjlok drastis akibat pandemi virus corona Covid-19.

Itu menjadikan maskapai berpusat di Ibu Kota Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, ini rugi selama lima tahun terakhir. Etihad rugi US$ 870 juta (Rp 12,4 triliun) pada 2019, US$ 1,28 miliar (Rp 18,3 triliun) di 2018, dan US$ 1,52 miliar (Rp 21,8 triliun) untuk 2017. Secara keseluruhan sejak 2016, Etihad rugi US$ 7,3 miliar (Rp 104,5 triliun).

Karena itu tahun lalu, Etihad menjual 38 pesawatnya ke sebuah perusahaan investasi seharga US$ 1 miliar (Rp 14,3 triliun).

Gegara pandemi Covid-19, Etihad memberhentikan 33 persen karyawannya sehingga menjadi 13.587 orang dan pengurangan gaji 25-50 persen.

Jumlah penumpang Etihad tahun lalu sebanyak 4,2 juta orang, melorot ketimbang pada 2019 sejumlah 17,5 juta penumpang.

Direktur Utama Etihad Tony Douglas mengaku optimistis tahun ini dapat meraih laba.

Etihad mulai beroperasi sedari November 2003. Saat ini memiliki 104 pesawat dan melayani 81 kota tujuan.

 

Pesawat Etihad Airways akan melayani penerbangan Abu Dhabi-Tel Aviv dua kali sepekan mulai 6 April 2021. (Etihad)

Dua maskapai UEA hentikan penerbangan ke Tel Aviv

Etihad dan Flydubai membuka rute penerbangan ke Tel Aviv setelah UEA tahun lalu sepakat membina hubungan diplomatik dengan Israel. 

Pesawat Etihad Airways akan melayani penerbangan Abu Dhabi-Tel Aviv dua kali sepekan mulai 6 April 2021. (Etihad)

Etihad memulai penerbangan komersial perdananya ke Israel hari ini

Etihad akan melayani penerbangan Abu Dhabi-Tel Aviv dua kali sepekan.

Bandar Udara Internasional Raja Abdul Aziz di Kota Jeddah, Arab Saudi. (Jeddah Airport)

Saudi buka penerbangan internasional mulai 17 Mei

Arab Saudi menutup semua penerbangan internasional sejak 21 Desember tahun lalu.





comments powered by Disqus