bisnis

Pengebom nirawak Al-Hutiyun hantam tangki minyak Aramco di Ras Tanura

Serangan juga menyasar kota Khobar, Dammam, dan Dhahran.

08 Maret 2021 08:07

Sebuah pengebom nirawak Al-Hutiyun kemarin menghantam satu tangki minyak milik Saudi Aramco di Ras Tanura, salah satu pelabuhan terbesar Arab Saudi terletak di tepi Teluk Persia. 

Seorang sumber di Kementerian Energi Arab Saudi membenarkan serangan Al-Hutiyun itu mengenai sebuah tangki penyimpanan minyak. Pecahan peluru kendali cegat peluru kendali Patriot Saudi jatuh di areal permukiman Aramco di Dhahran, namun tidak ada laporan soal korban dan kerusakan. 

Selain menyerbu fasilitas Aramco di timur negara Kabah itu, juru bicara Al-Hutiyun Brigadir Jenderal Yahya Sari mengungkapkan pihaknya menembakkan sejumlah peluru kendali balistik dan meluncur pengebom nirawak bunuh diri ke beberapa sasaran di kota Khobar, Dammam, dan Dhahran. 

Kedutaan Besar Amerika Serikat di Ibu Kota Riyadh mengeluarkan peringatan soal adanya serbuan Al-Hutiyun terhadap ketiga kota itu.  

Saudi memimpin koalisi sudah sejak Maret 2015 berperang menghadapi Al-Hutiyun di Yaman.

Serangan pengebom nirawak milik milisi Al-Hutiyun di Yaman pada 13 April 2021 menghancurkan kilang minyak milik Saudi Aramco di Kota Jeddah, Arab Saudi. (Screenshot YouTube)

Serangan Al-Hutiyun hancurkan kilang Aramco di Jeddah

Sejak berperang dengan Al-Hutiyun pada Maret 2015, Saudi keteteran dan hampir saban hari menjadi target serangan oleh milisi sokongan Iran itu.

IPO Aramco. (Saudi Gazette)

Pengebom nirawak Al-Hutiyun ledakkan tangki minyak Aramco di Jazan

Serangan itu sempat menghentikan penerbangan menuju Dammam dan Jeddah.

IPO Aramco. (Saudi Gazette)

Laba Aramco tahun lalu anjlok menjadi Rp 704 triliun

Walau laba melorot, Aramco mengumumkan tahun ini tetap akan membagikan dividen sebesar US$ 75 miliar.

Seorang pekerja Saudi Aramco tengah memantau situasi di fasilitas milik perusahaan itu. (saudiaramco.com)

Al-Hutiyun serang kilang Aramco di Riyadh pakai enam pengebom nirawak

"Kami menyerukan kembali epada semua perusahaan dan warga negara asing untuk menjauhi objek militer dan vital karena mereka menjadi target sah kami dan bisa diserang kapan saja," kata Yahya.





comments powered by Disqus