bisnis

UEA umumkan rencana investasi Rp 143 triliun di Israel

Netanyahu menghubungi Bin Zayid setelah membatalkan lawatannya ke negara Arab Teluk itu kemarin lantaran tidak mendapat izin melintasi wilayah udara Yordania.

12 Maret 2021 07:02

Uni Emirat Arab (UEA) kemarin mengumumkan rencana berinvestasi senilai US$ 10 miliar (kini setara Rp 143,7 triliun) di Israel. Putera Mahkota Abu Dhabi sekaligus pemimpin de facto UEA Syekh Muhammad bin Zayid an-Nahyan dalam pembicaran telepon dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, seperti dilansir kantor berita resmi WAM.

Netanyahu menghubungi Bin Zayid setelah membatalkan lawatannya ke negara Arab Teluk itu kemarin lantaran tidak mendapat izin melintasi wilayah udara Yordania.

Bin Zayid mengatakan kepada Netanyahu, fulus Rp 143,7 triliun itu akan diinvestasikan di beragam sektor di negara Zionis itu, termasuk energi, manufaktur, air, ruang angkasa, layanan kesehatan, dan teknologi pertanian. Dana investasi ini juga akan dipakai untuk mendukung berbagai gagasan untuk memajukan kerjasama ekonomi antara kedua negara.

Menurut Bin Zayid, dana investasi Rp 143,7 triliun itu akan berasal dari pemerintah dan pihak swasta UEA.

UEA dan Israel mulai menjalin hubungan diplomatik setelah kedua negara menandatangani Perjanjian Ibrahim pada 15 September tahun lalu di Gedung Putih, Ibu Kota Washington DC, Amerika Serikat. Langkah ini diikuti oleh Bahrain, Sudan, dan Maroko, serta Kosovo pada 1 Februari tahun ini.

Pesawat Etihad Airways akan melayani penerbangan Abu Dhabi-Tel Aviv dua kali sepekan mulai 6 April 2021. (Etihad)

Etihad memulai penerbangan komersial perdananya ke Israel hari ini

Etihad akan melayani penerbangan Abu Dhabi-Tel Aviv dua kali sepekan.

Para pejabat Uni Emirat Arab melepas kepulangan sejumlah pejabat Amerika Serikat dan Israel dari Bandar Udara Abu Dhabi, 1 September 2020. (El Al spokesperson's office)

UEA batalkan rencana KTT Amerika-Israel-Arab

Pesertanya adalah para pejabat senior Amerika, Bin Zayid, Netanyahu, dan kepala negara dari Bahrain, Sudan, dan Maroko. 

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu saat memimpin rapat kabinet keamanan di markas militer di Ibu Kota Tel Aviv pada 10 September 2019, sehari setelah serangan roket dari Gaza terjadi saat dia sedang berkampanye di Kota Ashdod. (Ariel Hermoni/Defense Ministry)

Netanyahu batalkan lawatan ke UEA

Kejadian ini sehari setelah Pangeran Husain tidak jadi mengunjungi Al-Aqsa.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berkomunikasi dengan Muhammad Saud, narablog Arab Saudi, melalui aplikasi telepon video Facetime pada 26 Desember 2019. (Screengrab)

Netanyahu direncanakan bertemu Bin Salman di Abu Dhabi besok

Bin Zayid sejatinya menolak rencana lawatan Netanyahu ke UEA karena waktunya berdekatan dengan pemilihan umum di Israel pada 23 Maret.





comments powered by Disqus