bisnis

Terusan Suez ditutup 72 jam untuk evakuasi kapal kargo raksasa terjepit di sana

Sehari terdapat komoditas senilai US$ 9.6 miliar melintasi Terusan Suez. Lebih dari 50 kapal saban hari berlayar melewati Terusan Suez. Tiap tahunnya, 1,2 miliar ton kargo diangkut melintasi kanal itu.

26 Maret 2021 18:13

Pemerintah Mesir kemarin memutuskan menutup Terusan Suez hingga 72 jam (Ahad) untuk mengambangkan lagi kapal kargo raksasa MV Ever Given, terjepit di kanal itu sejak Selasa lalu. Keputusan ini disampaikan Muhab Mamisy, penasihat Presiden Mesir urusan pelabuhan.

"Saya berpengalaman dengan sejumlah ooperasi penyelamatan semacam ini dan sebagai mantan Kepala Otoritas Terusan Suez, saya mengenal betul tiap sentimeter bagian Terusan Suez," katanya.

MV Ever Given seberat 200 ribu ton menghantam tepian kanal dan terjebak di pasir. Nahkoda tidak bisa mengendalikan kapal memiliki panjang 400 meter dan lebar 59 meter itu akibat badai pasir dan angin berkecepatan 49 meter per jam. Kapal ini disewa oleh perusahaan dari Taiwan, Evergreen Marine.

Tidak ada satu pun dari 25 kru kapal berbendera Panama ini cedera akibat kecelakaan itu. Peti kemas diangkut Ever Given juga tidak rusak.

Namun sejumlah pakar memperkirakan upaya buat mengambangkan kembali MV Ever Given bisa berlangsung berhari-hari atau bahkan beberapa pekan. Sehingga ada kemungkinan kapal kargo dan kapal tanker biasa melintasi Terusan Suez menuju Eropa atau Asia mesti memutar melewati Afrika. Ini menambah waktu pelayaran sepekan.

Dua perusahaan kapal raksasa dunia, Maersk dan Hapag-Lloyd, bilang akan menyuruh kapal mereka memutar lewat Tanjung Harapan, Afrika.

Perusahaan pemilik MV Ever Given, Shoei Kisen Kaisha asal Jepang, mengakui kapalnya itu sangat berat sehingga benar-benar sulit untuk dievakuasi. "Kami benar-benar meminta maaf karena menyebabkan kecemasan hebat bagi kapal-kapal di Terusan Suez dan yang ingin berlayar melintasi kanal itu, ujar manajemen Shoei Kisen Kaisha.

Otoritas Terusan Suez telah menerjunkan delapan kapal penarik dan dua kapal pengeruk untuk membuat MV Ever Given mengambang lagi di Terusan Suez tapi belum berhasil. Dua tim penyelamat dari Belanda dan Jepang juga ikut membantu proses evakuasi.

Peter Berdowski, CEO Smit Salvage - perusahaan asal Belanda, mengakui proses evakuasi terhadap MV Ever Given seperti memindahkan paus dari pantai. "Saya tidak mau berspekulasi, tapi proses evakuasi bisa berlangsung berhari-hari atau berminggu-minggu," ujar Berdowski kepada Nieuwsuur.

Smit Salvage sudah menerjunkan satu tim ke lokasi kejadian untuk mempelajari segala hal bisa dilakukan untuk membuat MV Ever Given berlayar lagi. Smit Salvage sebelumnya iktu dalam upaya penyelamatan kapal pesiar Costa Concordia asal Italia dan kapal selam Kursk milik Rusia.

Gegara MV Ever Given menutup jalur pelayaran di Terusan Suez, hingga kemarin 156 kapal barang serta kapal tanker minyak dan gas masih mengantre di Laut Merah dan Laut Mediterania untuk masuk ke kanal itu.

Sekitar 30 persen dari total peti kemas dunia saban hari dan 12 persen dari jumlah komoditas global diangkut melewati Terusan Suez.

Tiap pelabuhan di Eropa Barat akan terkena dampak dari penundaan ini," tutur Leon Willems, juru bicara Rotterdam Port, pelabuhan terbesar di Eropa.

Consultancy Wood Mackenzie mengungkapkan tertutupnya Terusan Suez juga menyebabkan 16 kapal tanker mengangkut 870 ribu ton minyak mentah serta 670 ribu ton produk turunan seperti bensin, naptha, dan solar, tertunda pelayarannya.

Jurnal pelayaran Lloyd’s List memperkirakan sehari terdapat komoditas senilai US$ 9.6 miliar melintasi Terusan Suez. Lebih dari 50 kapal saban hari berlayar melewati Terusan Suez. Tiap tahunnya, 1,2 miliar ton kargo diangkut melintasi kanal itu.

Mesir tahun lalu meraup pendapatan US$ 5,61 miliar dari Terusan Suez.

Faisal Assegaf/Gulf News/thejournal.ie/Times of Israel

 

Kapal kargo MV Ever Given menutup jalur pelayaran di Terusan Suez sejak 23 Maret 2021. (Twitter)

Setelah kompensasi dibayar, kapal Ever Given diizinkan tinggalkan Terusan Suez hari ini

Sebagian fulus kompensasi sudah dibayarkan dan sisanya bakal dilunasi bulan ini.

Kapal kargo MV Ever Given menutup jalur pelayaran di Terusan Suez, Mesir sejak 23 Maret 2021. (Suez Canal Authority)

Pemilik kapal Ever Given setuju bayar kompensasi Rp 7,8 triliun kepada Mesir

pembayaran kompensasi sebesar US$ 540 juta itu akan dibayar dua tahap. Pembayaran perdana sebanyak US$ 240 juta dan sisanya sebesar US$ 300 juta dilunasi tahun depan.

Kapal kargo MV Ever Given menutup jalur pelayaran di Terusan Suez sejak 23 Maret 2021. (Twitter)

Mesir bebaskan kapal kargo Ever Given Rabu pekan ini setelah sepakat soal kompensasi

Otoritas Terusan Suez mengklaim penutupan kanal oleh Ever Given membikin Mesir kehilangan pendapatan US$ 12-15 juta sehari.

Kapal kargo MV Ever Given menutup jalur pelayaran di Terusan Suez, Mesir sejak 23 Maret 2021. (Suez Canal Authority)

Mesir beruding dengan pemilik kapal MV Ever Given soal kompensasi sebesar US$ 1 miliar

Terjepitnya MV Ever Given sehingga menutup jalur pelayaran di Terusan Suez merupakan kejadian pertama sejak kanal itu beroperasi 150 tahun lalu.





comments powered by Disqus