bisnis

Mesir minta kompensasi Rp 14,5 triliun atas penutupan Terusan Suez oleh MV Ever Given

Kapal dan muatannya tidak bisa meninggalkan Mesir kalau perkara ini masuk ke pengadilan.

02 April 2021 14:44

Kepala Otoritas Terusan Suez Usamah Rabii kemarin bilang pihaknya akan meminta kompensasi lebih dari US$ 1 miliar (kini setara Rp 14,5 triliun) atas terhentinya lalu lintas pelayaran di kanal itu oleh kapal kargo raksasa MV Ever Given.

Kapal berbendera Panama milik perusahaan Jepang itu terjepit di tengah terusan Suez sejak Selasa pekan lalu dan baru berhasil bebas Senin lalu. Akibatnya, selama enam hari tidak ada kapal bisa melewati Terusan Suez. Antrean kapal ingin masuk dari Laut Merah dan Laut Mediterania mencapai lebih dari 400 kapal.

Nilai kompensasi itu, menurut Rabii, meliputi ongkos evakuasi kapal agar bisa mengapung lagi, kerugian akibat berhentinya pelayaran, dan kehilangan pendapatan karena tidak ada kapal melintas.

(Kompensasi) itu adalah hak negara kami," kata Rabii dalam wawancara lewat telepon dengan stasiun televisi pendukung pemerintah. Namun dia tidak menyebutkan siapa pihak bertanggung jawab untuk membayar kompensasi itu.

Sejak Selasa lalu, penyelidikan untuk mencari tahu penyebab dan siapa bertanggung jawab atas terjepitnya MV Ever Given di terusan Suez sudah bergulir. Rabii memperingatkan kapal dan muatannya tidak bisa meninggalkan Mesir kalau perkara ini masuk ke pengadilan.

Faisal Assegaf/Al-Arabiya

Kapal kargo MV Ever Given menutup jalur pelayaran di Terusan Suez, Mesir sejak 23 Maret 2021. (Suez Canal Authority)

Mesir beruding dengan pemilik kapal MV Ever Given soal kompensasi sebesar US$ 1 miliar

Terjepitnya MV Ever Given sehingga menutup jalur pelayaran di Terusan Suez merupakan kejadian pertama sejak kanal itu beroperasi 150 tahun lalu.

Kapal kargo MV Ever Given menutup jalur pelayaran di Terusan Suez sejak 23 Maret 2021. (Twitter)

Antrean kapal di Terusan Suez sudah berakhir

Tadinya terdapat 422 kapal tanker dan peti kemas mengantre sejak MV Ever Given terjepit di kanal itu.

Presiden Mesir Abdil Fattah as-Sisi pada 30 Maret 2021 meninjau Terusan Suez. Kunjungan ini sehari setelah kapal kargo raksasa memblokir kanal itu akibat terjepit berlayar lagi. (The National)

Tinggal 292 kapal antre ingin melintasi Terusan Suez

Sejak Selasa lalu, Otoritas Terusan Suez telah mulai menyelidiki penyebab terjepitnya MV Ever Given sehingga menutup jalur pelayaran di kanal itu.

Antrean kapal saat Terusan Suez. (Airbus Space)

Klaim asuransi akibat penutupan Terusan Suez nilainya lebih dari Rp 1,4 triliun

Butuh tiga hari agar lalu lintas kapal di Terusan Suez normal lagi.





comments powered by Disqus