bisnis

Mesir beruding dengan pemilik kapal MV Ever Given soal kompensasi sebesar US$ 1 miliar

Terjepitnya MV Ever Given sehingga menutup jalur pelayaran di Terusan Suez merupakan kejadian pertama sejak kanal itu beroperasi 150 tahun lalu.

07 April 2021 13:58

Kepala Otoritas Terusan Suez Usamah Rabii kemarin bilang pihaknya sedang berunding dengan Shoei Kisen Kaisha Ltd., perusahaan asal Jepang merupakan pemilik kapal MV Ever Given, soal kompensasi sekitar US$ 1 miliar. Kompensasi itu diminta lantaran MV Ever Given sempat menutup jalur pelayaran di Terusan Suez selama 23-30 Maret lalu.

Nilai kompensasi itu dihitung dari kerugian akibat pemblokiran Terusan Suez, ongkos mengapungkan kembali MV Ever Given, dan kehilangan pendapatan sekitar US$ 15 juta lantaran kalan itu tidak bisa dilayari kapal.

Jurnal berita perkapalan Lloyd's List memperkirakan kerugian akibat kemacetan di jalur pelayaran Terusan Suez, Mesir, sebesar US$ 400 juta (kini setara Rp 5,8 triliun) per jam.

"Kami sedang membahas dengan mereka tentang penyelesaian damai itu tanpa harus melalui proses pengadilan," kata Rabii. Dia menegaskan kalau soal kmpensasi ini sampai dibawa ke pengadilan, bakal merusak reputasi perusahaan dari negeri Sakura itu.

MV Ever Given - diawaki oleh 25 warga India - dilarang meninggalkan Mesir karena penyelidikan atas kecelakaan itu sedang berlangsung.

Terjepitnya MV Ever Given sehingga menutup jalur pelayaran di Terusan Suez merupakan kejadian pertama sejak kanal itu beroperasi 150 tahun lalu.

 

Kapal kargo MV Ever Given menutup jalur pelayaran di Terusan Suez sejak 23 Maret 2021. (Twitter)

Antrean kapal di Terusan Suez sudah berakhir

Tadinya terdapat 422 kapal tanker dan peti kemas mengantre sejak MV Ever Given terjepit di kanal itu.

Kapal kargo MV Ever Given menutup Terusan Suez sejak 23 Maret 2021 sehingga tidak bisa dilewati. (Suez Canal Authority)

Mesir minta kompensasi Rp 14,5 triliun atas penutupan Terusan Suez oleh MV Ever Given

Kapal dan muatannya tidak bisa meninggalkan Mesir kalau perkara ini masuk ke pengadilan.

Presiden Mesir Abdil Fattah as-Sisi pada 30 Maret 2021 meninjau Terusan Suez. Kunjungan ini sehari setelah kapal kargo raksasa memblokir kanal itu akibat terjepit berlayar lagi. (The National)

Tinggal 292 kapal antre ingin melintasi Terusan Suez

Sejak Selasa lalu, Otoritas Terusan Suez telah mulai menyelidiki penyebab terjepitnya MV Ever Given sehingga menutup jalur pelayaran di kanal itu.

Antrean kapal saat Terusan Suez. (Airbus Space)

Klaim asuransi akibat penutupan Terusan Suez nilainya lebih dari Rp 1,4 triliun

Butuh tiga hari agar lalu lintas kapal di Terusan Suez normal lagi.





comments powered by Disqus

Rubrik bisnis Terbaru

Rute penerbangan komersial pertama Bahrain-Israel akan dimulai pada 3 Juni

Gulf Air menjadi maskapai ketiga dari negara Arab Teluk membuka penerbangan ke Tel Aviv, setelah Flydubai dan Etihad Airways dari Uni Emirat Arab.

19 April 2021

TERSOHOR