bisnis

Mubadala Petroleum berencana beli saham ladang gas Israel seharga Rp 15,9 triliun

Ladang gas Tamar diperkirakan memiliki cadangan gas sebanyak 200 miliar meter kubik.

27 April 2021 21:10

Mubadala Petroleum telah menandatangani perjanjian awal tidak mengikat dengan perusahaan Israel, Delek Drilling, untuk membeli 22 persen saham non-operasi di ladang gas lepas pantai Tamar terletak di Laut Mediterania.

Delek Drilling menyebutkan kesepakatan dengan Mubadala Petroleum itu seharga US$ 1,1 miliar (kini setara Rp 15,9 triliun).

Melalui keterangan tertulis, Mubadala Petroleum menyebutkan kesepakatan itu sejalan dengan strategi perusahaan yakni investasi berkualitas tinggi serta berbasis lingkungan, sosial, dan tata kelola, juga untuk memperkuat portofolio Mubadala di industri gas global.

"Kami sangat ingin melanjutkan ke tahap berikutnya," kata Mubadala Petroleum.

Mitra Mubadala Petroleum - Badan usaha Milik Negara (BUMN) asal Ibu Kota Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA) - di Blok Gas Tamar adalah Noble Energy (menguasai 25 persen saham), Isramco (28,75 persen), Tamar Petroleum (16,75 persen), Dor Gas (4 persen), dan Everest (3,5 persen).

Menurut Delek Driling, finalisasi proses transaksi paling lambat pada 31 Mei. Kalau ini terwujud, maka akan menjadi menjadi transaksi bisnis terbesar sejak UEA dan Israel sepakat membina hubungan diplomatik tahun lalu.

Israel telah menjadi eksportir gas dan memasok gas alam ke negara tetangga Yordania, mengimpor lebih dari 90 persen kebutuhan energinya.

Pemerintah israel menyetujui ekspor gas dari Blok Tamar pertama kali tahun lalu. Tel Aviv mulai mengirim gas alam ke Amman berdasarkan perjanjian senilai US$ 10 miliar berjangka waktu 15 tahun.

Noble Energy menemukan ladang gas Tamar - berlokasi di lepas pantai Kota Haifa, Israel - pada 2009. Blok gas di Cekungan Levant ini diperkirakan memiliki cadangan gas sebanyak 200 miliar meter kubik. Sedangkan jumlah cadangan gas di Cekungan Levant, menurut perkiraan US Geological Survey pada 2010, sebesar 122 triliun kaki kubik, setara dengan total cadangan gas milik Irak, negara produsen gas terbear ekdua di Timur Tengah.

 

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Saudi bulan ini akan gelontorkan bantuan uang tunai sebesar Rp 7,2 triliun bagi 10,4 juta warganya

Rata-rata tiap keluarga memperoleh Rp 4 juta saban bulan. Program ini dimulai sejak Desember 2017 setelah Saudi melakukan liberalisasi ekonomi.

Stasiun pengisian bahan bakar di Ibu Kota Khartum, Sudan. (Sudan Tribune)

Sudan naikkan harga bensin dan solar setelah hapus subsidi

Sudan masih memberlakukan subsidi terhadap gas untuk memasak, minyak tanah, tepung gandum, dan obat-obatan.

Kantor pusat Quadream berada di lantai 19 dari gedung berlokasi di Ramat Gan, Ibu Kota Tel Aviv, Israel. (Rakoon/Haaretz)

Bin Salman berlangganan dua aplikasi penyadap telepon seluler dari Israel

Aplikasi Reign bikinan perusahaan Quadream ini juga sudah dipakai oleh sebuah lembaga resmi di Indonesia.





comments powered by Disqus