bisnis

Bin Salman jamin tidak akan pernah berlakukan pajak penghasilan bagi warga Saudi

Baru empat dari negara Arab Teluk menerapkan VAT, yakni Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Oman. 

28 April 2021 10:11

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman menjamin tidak akan pernah memberlakukan pajak penghasilan terhadap warga negara Kabah itu. 

"Tidak ada rencana sama sekali untuk menerapkan pajak penghasilan di Arab Saudi," kata Bin Salman dalam wawancara khusus dengan stasiun televisi Al-Arabiya dan disiarkan semalam. 

Dia mengungkapkan pemerintah Saudi terpaksa menaikkan tarif VAT (pajak pertambahan nilai) menjadi 15 persen Juli tahun lalu, dari lima persen sejak diberlakukan pada 1 Januari 2018.

Namun Bin Samnan mengatakan ada rencana untuk mengurangi kembali tarif VAT. 

Sejauh ini, baru empat dari negara Arab Teluk menerapkan VAT, yakni Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Oman. 

 

 

IPO Aramco. (Saudi Gazette)

Bin Salman berencana jual satu persen saham Aramco

Kalau rencana baru itu diwujudkan, maka terdapat 3,5 persen saham Aramco dijual. 

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman saat menyampaikan strategi baru PIF (Dana Investasi Pemerintah) untuk periode 2021-2025. . (Saudi Gazette)

Bin Salman janjikan anggaran pembangunan ekonomi Rp 563 triliun per tahun

Bin Salman memperkirakan aset PIF akan mencapai Rp 28.172,6 triliun pada 2030.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Kabinet Arab Saudi setuju libatkan perusahaan Israel dalam proyek Neom

Check Point merupakan perusahaan teknologi informasi mutakhir berkantor pusat di Ibu Kota Tel Aviv, Israel.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Bani Saud keluarga paling tajir keempat sejagat

Bani Saud, terdiri dari 15 ribu anggota mulai bayi hingga lanjut usia, menguasai kekayaan berjumlah Rp 1.422,3 triliun.





comments powered by Disqus