bisnis

Intel akan gelontorkan dana Rp 8,6 triliun buat perluas pusat riset dan pengembangan chip komputer di Israel

Intel sudah menghabiskan Rp 144 triliun buat pabrik chip komputernya di Israel.

04 Mei 2021 05:52

Perusahaan teknologi raksasa asal Amerika Serikat, Intel Corporation, berencana menggelontorkan dana US$ 600 juta (kini setara Rp 8,6 triliun) untuk memperluas fasilitas penelitian dan pengembangan chip komputer di Israel.

Pengumuman itu disampaikan CEO Intel Pat Gelsinger kemarin dalam lawatan seharinya ke negara Zionis itu. Dia menjelaskan dari US$ 600 juta ini, sebanyak US$ 400 juta buat membangun kampus riset dan pengembangan di anak usahanya, Mobileye, pengembangan teknologi mobil otomatis berkantor di Yerusalem.

Sedangkan US$ 200 juta lagi untuk membangun fasilitas riset dan pengembangan disebut IDC12, berlokasi di Kota Haifa dan terletak bersebelahan dengan fasilitas serupa milik Intel. Dia fasilitas baru ini akan menciptakan sebuah pusat pembuatan chip komputer raksasa dengan enam ribu karyawan.

Gelsinger menambahkan sejauh ini Intel sudah menghabiskan US$ 10 miliar (Rp 144 triliun) buat membangun pabrik chip komputer di Israel.

Dia sangat puas dengan perkembangan bisnisnya di negara Bintang Daud itu, dari empat pekerja pada 1974 dan sekarang mempunyai lebih 14 ribu karyawan. "Intel Israel adalah dunia kecil dari perusahaan global kami dengan investasi dan inovasi di sektor riset, pengembangan, dan pembuatan chip kmputer di satu lokasi," kata Gelsinger melalui keterangan tertulis.

Intel saat ini meemiliki tiga pusat pengembangan chip komputer di tiga kota di Israel, yaitu Haifa, Petah Tikva, dan Yerusalem, serta satu pabrik chip di Kiryat Gat.

Di Israel Intel pada 2019 membeli Habana Labs, perusahaan penghasil chip kecerdasan buatan, seharga US$ 2 miliar dan perusahaan rintisan teknologi navigasi Moovit senilai US$ 900 juta pada Mei tahun lalu.

Seorang pekerja Saudi Aramco tengah memantau situasi di fasilitas milik perusahaan itu. (saudiaramco.com)

Laba Aramco di kuartal pertama 2021 naik 30 persen

Pendapatan Aramco di tiga bulan pertama 2021 melonjak 21 persen menjadi US$ 72,5 miliar, sedangkan pengeluarannya sebesar US$ 8,2 miliar.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Al-Arabiya/Supplied)

Bin Salman jamin tidak akan pernah berlakukan pajak penghasilan bagi warga Saudi

Baru empat dari negara Arab Teluk menerapkan VAT, yakni Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Oman. 

IPO Aramco. (Saudi Gazette)

Bin Salman berencana jual satu persen saham Aramco

Kalau rencana baru itu diwujudkan, maka terdapat 3,5 persen saham Aramco dijual. 

Ladang gas Tamar di Israel. (LNG World News)

Mubadala Petroleum berencana beli saham ladang gas Israel seharga Rp 15,9 triliun

Ladang gas Tamar diperkirakan memiliki cadangan gas sebanyak 200 miliar meter kubik.





comments powered by Disqus

Rubrik bisnis Terbaru

Laba Aramco di kuartal pertama 2021 naik 30 persen

Pendapatan Aramco di tiga bulan pertama 2021 melonjak 21 persen menjadi US$ 72,5 miliar, sedangkan pengeluarannya sebesar US$ 8,2 miliar.

05 Mei 2021

TERSOHOR