bisnis

Bin Salman berlangganan dua aplikasi penyadap telepon seluler dari Israel

Aplikasi Reign bikinan perusahaan Quadream ini juga sudah dipakai oleh sebuah lembaga resmi di Indonesia.

09 Juni 2021 14:24

Rezim tangan besi Arab Saudi dipimpin Putera Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman telah berlangganan dua aplikasi penyadap telepon seluler asal Israel, yakni Pegasus 3 bikinan perusahaan NSO Group dan Reign buatan perusahaan Quadream.

Kedua aplikasi ini dipakai buat menyasar para pembangkang penguasa berada di dalam negeri atau di luar Saudi. Peran Pegasus 3 mencuat setelah tim pembunuh beranggotakan 15 warga Saudi, termasuk tujuh pengawal Bin Salman, menghabisi Jamal Khashoggi, kolumnis pengkritik Bin Salman bekerja untuk surat kabar the Washington Post.

Sila baca:

Arab Saudi beli aplikasi peretas dan penyadap telepon seluler bikinan Israel

Bin Salman beli aplikasi penyadap telepon seluler dari Israel seharga US$ 55 juta

Insiden ini terjadi pada 2 Oktober 2018 di dalam kantor Konsulat Jenderal Saudi di Kota Istanbul, Turki. Riyadh mulanya membantah, namun akhirnya mengakui itu merupakan pembunuhan berencana namun masih merahasiakan keberadaan potongan-potongan tubuh Khashoggi.

Bin Salman berlangganan Pegasus 3 sejak 2017 dan Reign sedari 2019. Seperti Pegasus 3, Reign mampu mengambil semua bentuk data dari teepon seluler diretas, termasuk foto, video, surat elektronik, nomor kontak, pesan WhatsApp dan pesan a aplikasi lainnya seperti Telegram.

Reign juga bisa mengoperasikan kamera, perekam suara, dan pelacak lokasi dengan sistem satelit (GPS) dari jarak jauh.

Untuk telepon seluler buatan iPhone, penyadapan bisa dilakukan meski pengguna telepon bersangkutan tidak menekan tautan dikirimkan. Sedangkan sistem operasi Android mengharuskan pengguna memencet dikirim ke telepon selulernya.

Menurut seorang sumber kepada Haaretz, berbeda dengan Pegasus 3, Reign tidak bisa dimatikan dari jarak jauh. Selain itu harganya lebih murah ketimbang Pegasus 3.

Haaretz juga mendapat bukti aplikasi sadap Reign ini sudah dipakai oleh sebuah lembaga resmi di Indonesia. Namun Quadream menolak mengomentari hal itu.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Saudi bulan ini akan gelontorkan bantuan uang tunai sebesar Rp 7,2 triliun bagi 10,4 juta warganya

Rata-rata tiap keluarga memperoleh Rp 4 juta saban bulan. Program ini dimulai sejak Desember 2017 setelah Saudi melakukan liberalisasi ekonomi.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman dan pamannya, Pangeran Ahmad bin Abdul Aziz. (Middle East Eye)

Bin Salman bebaskan pamannya dari tahanan

Di kalangan keluarga Bani Saud, Pangeran Ahmad dipandang lebih pantas menjadi raja Saudi berikutnya.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Al-Arabiya/Supplied)

Bin Salman jamin tidak akan pernah berlakukan pajak penghasilan bagi warga Saudi

Baru empat dari negara Arab Teluk menerapkan VAT, yakni Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Oman. 

IPO Aramco. (Saudi Gazette)

Bin Salman berencana jual satu persen saham Aramco

Kalau rencana baru itu diwujudkan, maka terdapat 3,5 persen saham Aramco dijual. 





comments powered by Disqus