bisnis

Tuntut kenaikan gaji, ribuan buruh industri minyak Iran sudah delapan hari mogok kerja

Sudah dua dasawarsa terakhir, National Oil Company tidak merekrut pegawai. Mereka menerapkan sistem buruh kontrak. 

28 Juni 2021 08:42

Ribuan buruh kontrak industri minyak dan petrokimia di berbagai kota di Iran sudah delapan hari mogok kerja. Mereka menuntut kenaikan upah. 

Ribuan pekerja ini berasal dari 60 kilang, perusahaan minyak, petrokimia, dan industri terkait minyak. Mogok kerja massal sejak 20 Juni itu terjadi di 19 kota, yakni Teheran, Damavand, Arak, Isfahan, Urmia, Ilam, Kerman, Ahvaz, Mahshahr, Gachsaran, Behbahan, Bushehr, Kangan, Kharg, Abadan, Asaluyah, Qeshm, Bandar Abbas, dan Jask. 

Selain menuntut peningkatan gaji, mereka juga meminta upah tertunda segera dibayarkan, dan cuti 10 hari untuk tiap 20 hari kerja. 

Dewan Organisasi Buruh Kontrak Minyak mengancam akan berunjuk rasa hingga Rabu pekan ini kalau desakan mereka tidak dituruti. "Karena pengeluaran kian meningkat, gaji para buruh kontrak ini tidak boleh lebih kecil dari US$ 491."

Gegara ikut mogok kerja, sekitar 700 pekerja kilang di Teheran dipecat. Namun kantor berita resmi IRNA menyebutkan hanya 35 orang diberhentikan. 

Mantan Presiden Iran Mahmud Ahmadinejad, kini getol mengkritik penguasa, meminta pemerintah tidak menganggap enteng masalah ini. Dia menyokong tuntutan para buruh itu. 

Sudah dua dasawarsa terakhir, National Oil Company merupakan badan usaha milik negara tidak merekrut pegawai. Mereka menerapkan sistem buruh kontrak. 

Praktek ini kemudian diikuti oleh perusahan-perusahaan lain bergeeak di sektor minyak dan petrokimia. 

 

 

 

Kebakaran hebat menimpa kilang minyak Tondguyan di Ibu Kota Teheran, Iran, 2 Juni 2021. (Twitter)

Kebakaran hebat melanda kilang minyak di Teheran

Kilang Tondguyan berkapasitas 250 ribu barel minyak sehari.

Tiga kapal patroli Angkatan Laut Iran menangkap kapal tanker MT Hankook Chemi dari Korea Selatan. (Tasnim News Agency)

Tahan kapal tanker Korea Selatan, Iran tuntut Seoul transfer dana hasil penjualan minyak sebesar Rp 99,6 triliun

Uang hasil penjualan minyak Iran itu dibekukan oleh dua bank di Korea Selatan selama 2,5 tahun.

Kilang minyak di Iran. (Press TV)

Iran temukan ladang minyak baru dengan cadangan 50 miliar barel

Jumlah cadangan minyak negara Mullah itu saat ini sekitar 150 miliar barel.

Ladang minyak Yaran Utara di Iran. (Press TV)

Iran tawarkan diskon harga minyak ke Asia

Amerika berencana melarang Iran menjual minyaknya ke pasar internasional mulai 5 November mendatang.





comments powered by Disqus