bisnis

Bennett setujui penjualan 50 juta meter kubik air ke Yordania

Sebenarnya berdasarkan perjanjian damai 1994, Israel secara otomatis akan menyuplai 55 juta meter kubik air ke Yordania seharga US$ 3 sen per meter kubik.

03 Juli 2021 13:24

Perdana Menteri Israel Naftali Bennett telah menyetujui penjualan 50 juta meter kubik air ke Yordania. Ini merupakan penjualan air terbesar ke Yordania sejak kedua negara menandatangani perjanjian damai pada 1994.

"Israel tidak pernah menjual air sebanyak itu kepada Yordania," kata Direktur EcoPeace Middle East Gideon Bromberg, sudah lama terlubat dalam isu air di kawasan Timur Tengah. Dia menilai kesepakatan penjualan air itu berpotensi mengubah hubungan kedua negara menjadi lebih sehat.

Bromberg menambahkan kedua negara memang perlu memperbaiki relasi. "Masalah air dan energi bisa menjadi fokus buat memulihkan kerusakan (hubungan)," ujarnya. Dia mencontohkan rehabilitasi Sungai Yordania bisa menjadi inisiatif bersama kedua negara sehingga dapaty menjadi sumber air bersama Yordania dan Israel.

Persetujuan penjualan air ini keluar menjelang Bennett dan Raja Yordania Abdullah bin Husain akan melawat ke Amerika Serikat secara terpisah bulan ini.

Yordania sejatinya meminta pasokan 50 juta meter kubik per tahun selama lima tahun ke depan. Tapi Bennett menyepakati untuk setahun saja dan akan dikaji lagi dengan mempertimbangkan ketinggian permukaan air Laut Galilea.

Permintaan suplai air disampaikan Yordania mlalui Komite Air Bersama Israel-Yordania.

Namun berapa harga jual air per meter kubiknya belum diketahui. Ketika tercapai kesepakatan penjualan sepuluh juta meter kubik air ke Yordania pada 2010 dan tiga juta meter kubik air April lalu, harga jualnya adalah US$ 40 sen tiap meter kubik.

Namun karena ketegangan kedua negara, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu April lalu menunda penjualan tiga juta meter kubik air ke Yordania April lalu.

Yordania memang sangat mengandalkan pasokan air dari Israel untuk memenuhi kebutuhan dalam negerinya. Sebenarnya berdasarkan perjanjian damai 1994, Israel secara otomatis akan menyuplai 55 juta meter kubik air ke Yordania seharga US$ 3 sen per meter kubik.

Di sela lawatannya ke Israel, Menteri Keamanan Pangan dan Air Uni Emirat Arab Maryam binti Muhammad al-Muhairi dan Menteri Pertanian Israel Oded Forer pada 14 Juli 2021 meneken nota kesepahaman soal kerjasama untuk ketahanan pangan antara kedua negara. (Twitter/miriammalmheiri)

Menteri keamanan pangan UEA melawat ke Israel

UEA dan Israel menandatangani nota kesepahaman untuk memperkuat kerjasama dalam keamanan pangan antara kedua negara dalam sektor produksi, rantai pasokan, serta riset dan pengembangan pangan.

Perdana Menteri Israel Naftali Bennett, baru dilantik pada 13 Juni 2021, di ruang kerjanya. (Amos Ben Gershom/GPO)

Perdana menteri Israel bertemu raja Yordania secara rahasia pekan lalu

Bennett menawarkan tambahan pasokan air kepada Raja Abdullah.

Menteri Luar Negeri Israel Yair Lapid bareng Menteri Kebudayaan Uni Emirat Arab Nurah al-Kaabi menggunting pita tanda peresmian Kedutaan Besar Israel di Ibu Kota Abu Dhabi, 29 Juni 2021. (Twitter/@yairlapid)

Menteri Israel kunjungi Amman buat finalisasi kontrak penjualan 50 juta meter kubik air kepada Yordania

Lapid menyetujui peningkatan nilai ekspor Yordania ke Tepi Barat, Palestina, dari US$ 160 juta menjadi US$ 700 juta per tahun.

Pesawat Etihad Airways akan melayani penerbangan Abu Dhabi-Tel Aviv dua kali sepekan mulai 6 April 2021. (Etihad)

Etihad memulai penerbangan komersial perdananya ke Israel hari ini

Etihad akan melayani penerbangan Abu Dhabi-Tel Aviv dua kali sepekan.





comments powered by Disqus