bisnis

Pembajakan kapal sedang terjadi di perairan UEA

Pekan lalu, sebuah kapal tanker dioperasikan oleh perusahaan milik konglomerat Israel diserang dan menewaskan dua krunya.

04 Agustus 2021 00:55

Setidaknya empat kapal tengah berlayar di perairan dekat Fujairah, Uni Emirat Arab (UEA), hari ini telah mengrim peringatan mereka sudah kehilangan kendali atas kapal mereka.

Belum jelas apa yang sedang terjadi namun militer Inggris menduga sedang terjadi pembajakan. Sejumlah sumber di United Kingdom Maritime Trade Organisation (UKMTO) mengungkapkan salah satu dari keempat kapal itu, the Asphalt Princess sudah dibajak.

Menurut MarineTraffic.com, dua kapal lainnya, kapal tanker minyak bernama the Golden Brilliant dan kapal angkut aspal bernama the Kamdhenu, melaporkan melalui AIS (Sistem Identifikasi Otomatis), kedua kapal itu sudah tidak lagi dalam kontrol. Artinya kedua kapal itu sudah kehilangan daya dan tidak lagi berlayar.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Said Khatibzadeh meminta kejadian sedang berlangsung terhadap empat kapal di Teluk Persia dan Teluk Oman itu jangan dipakai untuk kepentingan buat menyerang Iran. "Laporan mengenai insiden keamanan terhadap sejumlah kapal di Teluk Persia dan Teluk Oman sangat mencurigakan," katanya.

Kemungkinan pembajakan ini berlangsung setelah Kamis pekan lalu kapal tanker Mercer Street, dioperasikan oleh perusahaan miliki konglomerat Israel namun kapalnya kepunyaan perusahaan Jepang, diserang dan menewaskan dua kru, satu warga Inggris dan serang lagi warga Rumania.

Amerika Serikat, Israel, Inggris, dan Rumania kompak menuding Iran sebagai dalang dari serangan itu.

Peresmian kantor Konsulat Jenderal Uni Emirat Arab (UEA) di Kota Al-Uyun, Sahara Barat, berlangsung pada Rabu, 4 November 2020. (Hes Press)

Aljazair tutup wilayah udaranya untuk semua maskapai Maroko

Perbatasan darat antara kedua negara juga sudah ditutup sejak 1994.

Aparat keamanan Libanon. (Al-Arabiya/Supplied)

Libanon terancam kehabisan pasokan listrik dalam sepekan mendatang

Kelangkaan BBM menyebabkan pemadaman listrik di seantero Libanon dapat mencapai 23 jam tiap hari. Sebagian besar rakyat mengandalkan generator pribadi mahal harganya.

Desain proyek pembangunan Taman Raja Salman berlokasi di Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Arab News)

Arab Saudi bangun taman kota terbesar di dunia senilai Rp 14,6 triliun

Taman Raja Salman ini akan didirikan di atas lahan seluas 13,4 kilometer persegi. Lebih besar lima kali ketimbang Taman Hyde di London dan empat kali lebih luas dibanding Taman Sentral di New York.

Konvoi truk tangki pengangkut minyak solar diimpor Hizbullah dari Iran tiba di Lembah Bekaa, 17 September 2021. (Albalad.co/Supplied)

Hizbullah mulai bagikan solar ke rumah-rumah sakit di Libanon

Impor 33 ribu metrik ton minyak solar oleh Hizbullah dari Iran itu tiba di Pelabuhan Baniyas, Suriah, Ahad pekan lalu.





comments powered by Disqus