bisnis

Yordania beli tambahan air sebanyak 50 juta meter kubik dari Israel

Sesuai kesepakatan, Israel tahun ini akan memasok seratus juta meter kubik air ke Yordania seharga US$ 65 sen per meter kubik.

13 Oktober 2021 14:48

Yordania kemarin menandatangani perjanjian pembelian tambahan air dari Israel sebanyak 50 juta meter kubik. Sehingga jumlah air mereka beli dari negara Zionis itu sebesar seratus juta meter kubik saban tahun.

Juli lalu, Yordania meneken kesepakatan pembelian 50 juta meter kubik air dari Israel.

Penandatanganan pembelian air tambahan itu dilakukan oleh Menteri Air dan Irigasi Yordania Muhamman an-Najjar dan Menteri Energi Israel Karine Elharar di Ibu Kota Amman, Yordania. Duta Besar Yordania untuk Israel Ghassan al-Majali dan Duta Besar Israel bagi Yordania Eitan Surkis juga hadir dalam acara itu.

Elharar bilang kepada Al-Monitor, pemerintahnya memang ingin membantu negara tetangga Yordania mengatasi kelangkaan air. Karena itulah, Israel setuju menggandakan pasokan air per tahun ke negara bani Hasyim itu. "Kami menggandakan menjadi seratus juta meter kubik untuk tahun ini dan bisa berlanjut dengan jumlah serupa untuk dua tahun ke depan," katanya.

Kerjasama soal air antara kedua negara sudah berlangsung sejak satu abad silam. Pada 1921, Yordania dan Israel sepakat membangun pembangkit listrik tenaga air di simpang Sungai Yordania. Isu air ini pula mengantarkan kedua negara sepakat untuk membina hubungan diplomatik pada 1994.

Menurut juru bicara Badan Air Israel Itai Dodi, perjanjian damai itu mengharuskan Israel menjual 45 juta meter kubik air ke Yordania tiap tahun.

Berdasarkan kesepakatan kemarin, Israel akan menjual seharga US$ 65 sen per meter kubik air ke Yordania. Untuk harga dua tahun ke depan angka sedikit lebih mahal. "Itu harga realistis, inilah harga dari air," ujar Dodi.

Pasokan air dari Israel untuk Yordania ini akan berasal dari Laut Galilea.

The Century Foundation, lembaga kajian asal Amerika Serikat, dalam laporannya Desember tahun lalu menyebut Yordania merupakan negara kedua paling sulit memperoleh air. "Kebutuhan air mereka akan lebih dari 26 persen dari sumber dimiliki pada 2025."

 

Menteri Dalam Negeri Israel mengunjungi Masjid Syekh Zayid di Ibu Kota Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, 5 Oktober 2021. (Twitter)

Perjanjian bebas visa antara UEA dan Israel berlaku mulai 10 Oktober

UEA dan Israel meneken perjanjian bebas visa Januari tahun ini.

Penerbangan perdana Egypt Air ke Tel Aviv mendarat di Bandar Udara Internasional Ben Gurion. (Israel Airports Authority)

Egypt Air mulai operasikan rute Kairo-Tel Aviv

Sejak 1980-an, rute itu dioperasikan oleh Air Sinai, merupakan anak usaha dari Egypt Air. Namun penerbangan Kairo-Tel Aviv terkesan dirahasiakan.

Menteri Luar Negeri Bahrain Abdul Latif bin Rasyid az-Zayani menyambut kedatangan Menteri Luar Negeri Israel Yair Lapid di Ibu Kota Manama, 30 September 2021. (Shlomi Amsallem/GPO)

Gulf Air memulai penerbangan perdananya ke Israel

Rute Manama-Tel Aviv mulai beroperasi saat Lapid melawat ke Bahrain.

Menteri Luar Negeri Maroko Nasir Burithah (kanan) mengadakan jumpa pers bersama tamunya, Menteri Luar Negeri Israel Yair Lapid, di Ibu Kota Rabat, 11 Agustus 2021. (Shlomi Amsalem/GPO)

Lapid diam-diam bertemu Raja Abdullah di Amman

Yordania memang mengandalkan pasokan air dari negara Zionis itu. 





comments powered by Disqus