bisnis

Dua perusahaan Cina akan bangun seribu sekolah di Irak

Irak kekurangan delapan ribu sekolah.

22 Desember 2021 07:05

Dua perusahaan asal Cina, Power China dan Sinotech, mendapat proyek untuk membangun seribu sekolah di Irak. Penandatanganan kontrak itu dilakukan Kamis pekan lalu di Ibu Kota Baghdad, disaksikan oleh Perdana Menteri Mustafa al-Kazhimi.

Hasan Majaham, pejabat dari Kementerian Perumahan Irak, bilang proyek itu akan dikerjakan dalam dua tahun. "Irak membutuhkan delapan ribu sekolah untuk memenuhi kebutuhan di sektor pendidikan," katanya.

Dia menambahkan Irak akan membayar proyek pembangunan seribu seklah itu dengan produk minyaknya. Di tahap kedua, Baghdad bakal membangun tiga ribu sekolah lagi, dan empat ribu lainnya di fase terakhir.

Kontrak itu menyebutkan Power China kebagian membangun 679 sekolah dan Sinotech diberi jatah mendirikan 321 sekolah.

Meski kaya minyak, Irak masih kekurangan infrastruktur gegara perang berkepanjangan dan korupsi mewabah.

UNICEF (badan Perserikatan Bangsa-Bangsa mengurusi pendidikan) menyatakan 50 persen bangunan sekolah di Irak rusak dan perlu diperbaiki. "Di negara berpenduduk sekitar 40 juta itu, ada hampir 3,2 juta anak usia sekolah terpaksa tidak bersekolah."

 

Bus Golden Dragon buatan Cina sudah beroperasi di Israel sejak 2012. (goldendragonbus.com)

25 persen bus beroperasi di Israel buatan Cina

Bus Golden Dragon sudah beroperasi di Israel sejak 2012.

Ibu Kota Baghdad, Irak. (baghdad-airport.com)

Irak lunasi cicilan terakhir ongkos reparasi akibat Perang Teluk kepada Kuwait

Secara keseluruhan, Irak membayar Rp 745,8 triliun untuk ongkos reparasi akibat Perang Teluk kepada Kuwait.

Emirates Airline pada 16 Desember 2021 menerima pesanan pesawat Airbus A380 mereka ke-123. (Emirates.com)

Pengiriman terakhir diterima, Emirates miliki 123 Airbus A380

Emirates menjadi maskapai paling banyak mengoperasikan A380 sejagat.

Jamaah haji dari seluruh dunia melaksanakan salat di Masjid Al-Haram, Kota Makkah, Arab Saudi, Agustus 2017. (Arab News)

Arab Saudi andalkan teknologi keamanan siber dari Israel untuk lindungi objek vital

Sejak 2017, Saudi mengandalkan perusahaan-perusahaan Israel dikelola oleh para mantan pejabat tinggi militer negara Zionis itu untuk mengamankan pelaksanaan ibadah haji.





comments powered by Disqus