bisnis

Irak lunasi cicilan terakhir ongkos reparasi akibat Perang Teluk kepada Kuwait

Secara keseluruhan, Irak membayar Rp 745,8 triliun untuk ongkos reparasi akibat Perang Teluk kepada Kuwait.

28 Desember 2021 20:23

Irak telah melunasi cicilan terakhir dari ongkos reparasi akibat Perang Teluk kepada Kuwait.

Pada 2 Agustus 1990, Presiden Irak Saddam Husain memerintah untuk menginvasi Kuwait, diklaim sebagai provinsi ke-19 dari negara 1001 Malam itu. Pasukan koalisi dipimpin Amerika Serikat akhirnya berhasil mengusir pasukan Irak dari Kuwait Maret 1991.

"Irak telah menrampungan kewajiban melunasi ongkos reparasi kepada Kuwait," kata Muzhar Saleh, penasihat ekonomi Perdana Menteri Irak, seperti dilansir kantor berita resmi Iraq News Agency Kamis pekan lalu.

Secara keseluruhan, dia bilang Irak membayar US$ 52,4 miliar (kini setara Rp 745,8 triliun) untuk ongkos reparasi akibat Perang Teluk kepada Kuwait.

"Ini bukan angka kecil," ujarnya. "Nilai itu cukup untuk membangun sebuah jaringan listrik bisa melayani Irak bertahun-tahun."

Meski kaya minyak infrastruktur listrik di Irak buruk gegara korupsi dan perang berkelanjutan. Saleh berharap sehabis menyelesaikan kewajiban reparasi kepada Kuwait, anggaran dialokasikan untuk itu sebelumnya dapat dipakai untuk membiayai proyek pembangunan.

Bank sentral Irak sebelum mengumumkan cicilan terakhir reparasi dibayarkan kepada Kuwait sebesar US$ 44 juta.

Pembayaran sempat ditunda ketika ISIS (Negara Islam Irak Suriah) menguasai setengah wilayah Irak dan pembayaran dimulai lagi pada 2018, setelah ISIS ditaklukkan.

Anggaran untuk membayar ongkos reparasi kepada Kuwait diambil dari pajak lima persen dibebankan kepada penjualan minyak Irak dan produk turunannya.

 

Bus Golden Dragon buatan Cina sudah beroperasi di Israel sejak 2012. (goldendragonbus.com)

25 persen bus beroperasi di Israel buatan Cina

Bus Golden Dragon sudah beroperasi di Israel sejak 2012.

Pelajar Irak. (Travis J. Tritten / Stars and Stripes)

Dua perusahaan Cina akan bangun seribu sekolah di Irak

Irak kekurangan delapan ribu sekolah.

Emirates Airline pada 16 Desember 2021 menerima pesanan pesawat Airbus A380 mereka ke-123. (Emirates.com)

Pengiriman terakhir diterima, Emirates miliki 123 Airbus A380

Emirates menjadi maskapai paling banyak mengoperasikan A380 sejagat.

Jamaah haji dari seluruh dunia melaksanakan salat di Masjid Al-Haram, Kota Makkah, Arab Saudi, Agustus 2017. (Arab News)

Arab Saudi andalkan teknologi keamanan siber dari Israel untuk lindungi objek vital

Sejak 2017, Saudi mengandalkan perusahaan-perusahaan Israel dikelola oleh para mantan pejabat tinggi militer negara Zionis itu untuk mengamankan pelaksanaan ibadah haji.





comments powered by Disqus