buku

Brigade Izzudin al-Qassam

Ahmad Yusuf, penasihat Perdana Menteri Ismail Haniyah, membenarkan ada sokongan dana dan militer dari Iran bagi Brigade Al-Qassam.

27 Juni 2015 03:05

Brigade Izzudin al-Qassam adalah sayap militer Hamas bentukan Yahya Ayyasy setahun menjelang Perjanjian Oslo diteken. Setelah Ahmad al-Jabari terbunuh akibat serangan rudal Israel pada November 2012, milisi ini sekarang dipimpin oleh Marwan Isa. Enam tahun sebelumnya, negara Zionis itu gagal membunuh Isa.

Brigade ini memakai nama ulama Suriah ikut berjuang bersama rakyat Palestina semasa Inggris berkuasa. Izzudin al-Qassam pada 1930 mendirikan organisasi anti-Zionis dan anti-Inggris bernama Al-Kaff al-Aswad (Tangan Hitam). Kelompok ini menyatakan jihad dan menyerang para pemukim Yahudi, seperti dikutip dari buku Gaza: Simbol Perlawanan dan Kehormatan karya Faisal Assegaf (terbitan Hamaslovers, Agustus 2014).

Gagasan membikin Tangan Hitam ini muncul setelah terjadi kerusuhan pada 24 Agustus 1929 di Kota Hebron menewaskan 67 orang Yahudi, termasuk 23 mahasiswa. Konflik berdarah itu meletup setelah beredar selentingan warga Yahudi membantai kaum Arab di Yerusalem dan menguasai kompleks Masjid Al-Aqsa.

Mendiang pemimpin spiritual Hamas Syekh Ahmad Yasin menyatakan pada 1998, Brigade Al-Qassam merupakan bagian dari Hamas. "Kami tidak bisa memisahkan sayap dari badan. Jika kami lakukan itu, tubuh tidak akan dapat terbang. Hamas adalah satu kesatuan."

Meski begitu, Brigade Al-Qassam memiliki kebebasan membuat keputusan soal rencana operasi. "Para pemimpin politik memberikan kebebasan kepada brigade buat melakukan apa yang mereka inginkan terhadap Israel," kata pengganti Syekh Yasin, Abdul Aziz Rantisi, kepada kantor berita Reuters, Juli 2001.

Brigade Al-Qassam tidak pernah melancarkan serangan di luar wilayah Israel atau Palestina. Mereka juga tidak pernah menyasar negara selain Israel.

Meski berjuang menghadapi penjajah Zionis, Brigade Al-Qassam dicap sebagai organisasi teroris oleh Uni Eropa lewat keputusan Dewan Uni Eropa pada 21 Desember 2005, Amerika Serikat melalui laporan tahunan Kantor Koordinator buat Kontraterorisme Departemen Luar Negeri, Australia, dan Inggris.

Organisasi ini begitu rahasia. Jangankan soal markas dan rencana operasi, identitas pemimpin serta anggota Brigade Al-Qassam baru dibuka setelah kematian menjemput mereka. Saban tampil di depan umum, pasukan Brigade Al-Qassam biasanya bertopeng hitam dengan ikat kepala berwarna hijau. "Tidak sembarang orang boleh mengetahui soal Brigade Al-Qassam. Mereka sangat tertutup," ujar pemimpin senior Hamas di Gaza Mahmud Zahar.

Tidak ada yang tahu pasti berapa jumlah personel Brigade Al-Qassam. Israel memperkirakan mereka memiliki beberapa ratus anggota inti sangat terlatih. Mereka mampu bertempur sendirian, dalam skuad, atau formasi lebih besar. Jika ditambah pasukan keamanan dalam negeri, termasuk polisi, kekuatan Brigade Al-Qassam menjadi sekitar 15 ribu personel. Sekitar tiga sampai empat ribu anggota milisi lainnya bisa bergabung saat situasi darurat menghadapi serbuan Israel.

Brigade Al-Qassam juga membangun jaringan terowongan di sejumlah wilayah di Gaza. Jalur bawah tanah ini digunakan buat menyerang atau bertahan.

Pemimpin senior Hamas di Gaza Mahmud Zahar pernah mengisyaratkan soal adanya bunker rahasia dipakai untuk bersembunyi ketika Israel membombardir Gaza. "Kami memiliki tempat khusus buat berlindung," ujarnya.

Militer Israel pada Maret 2014 berhasil menemukan sebuah terowongan paling bagus dari Gaza menembus sejauh 700 meter ke dalam wilayah Israel. Ini penemuan terowongan keempat dalam satu setengah tahun terakhir. Perlintasan bawah tanah ini dibikin di kedalaman 8-9 meter dan bagian paling dalam 20 meter.

Brigade Al-Qassam terbagi dalam enam komando territorial atau brigade dengan kekuatan lebih dari seribu pejuang, yakni Brigade Gaza Utara dikomandoi Ahmad Ghandour, Brigade Kota Gaza (meliputi dua brigade) dipimpin Marwan Isa, Brigade Gaza Tengah dikepalai Aiman Naufal, Brigade Khan Yunis dikontrol Muhammad Sinwar, dan Brigade Rafah di bawah wewenang Raid al-Attar.

Tiap brigade terdiri dari 4-5 kompi, kemudian dipecah lagi menjadi tiga peleton dalam masing-masing kompi. Saban peleton meliputi tiga regu tempur. Tiap regu tempur terdiri dari delapan orang dengan spesialisasi prajurit tempur, anti-tank, ahli sabotase, dan paramedis.

Personel inti Hamas menjalani latihan rutin dan sistematis di Gaza, termasuk pelatihan dasar (kebugaran, menembak, dan latihan lapangan). Setelah lulus latihan dasar, berlanjut ke pelatihan profesional. Di tingkatan ini mereka diajarkan menjadi penembak runduk, bertempur menghadapi pasukan tank, intelijen, dan artileri.

Latihan dasar dilaksanakan di Gaza dan diajar oleh instruktur lokal, beberapa di antaranya pernah mendapat pelatihan di luar negeri. Sedangkan latihan tingkat profesional diperoleh di Iran, Suriah, dan Libanon (melalui Hizbullah).

Untuk menjadi anggota Brigade Al-Qassam tidak mudah. Menurut cerita seorang wartawan di Gaza, selain harus lulus pelatihan, mereka juga mesti menjadi muslim taat dan bisa membaca Al-Quran. Yang diutamakan juga adalah lelaki lajang.

Ahmad Yusuf, penasihat Perdana Menteri Ismail Haniyah, membenarkan ada sokongan dana dan militer dari Iran. "Mereka melatih anggota Brigade Al-Qassam. Kami juga mendapat teknologi persenjataan dari Iran," katanya. Namun dia menolak menjelaskan lebih rinci mengenai bentuk dukungan itu.

Brigade Al-Qassam akui tawan empat warga Israel

Termasuk dua mayat tentara Israel tewas dalam perang 2014.

Muhammad Isytawi, komandan senior Brigade Izzudin Al-Qassam, dieksekusi mati pada Ahad, 7 Februari 2016, karena menjadi informan Israel. (Twitter)

Komandan senior Hamas dieksekusi mati karena jadi informan Israel

Muhammad Isytawi berwenang mengawasi penggalian terowongan. Dia dekat dengan Muhammad Daif.

Dua bocah perempuan tengah melintas di depan tembok sebuah rumah bolong-bolong terkena peluru Israel di Jabaliya, Jalur Gaza, 27 Oktober 2012. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Sokongan Mesir dan Iran

"Iran sangat berkomitmen terhadap Hamas. Mereka membiayai sayap militer dan pemerintahan Hamas," kata Ahmad Yusuf, penasihat Ismail Haniyah.

Seorang perempuan melewati poster Syekh Ahmad Yasin (pendiri Hamas) dan Yasir Arafat (pendiri Fatah) di sebuah jalan di Kota Gaza. Kedua faksi ini masih berseteru. (www.haaretz.com)

Rekonsiliasi nasional

"Mereka (Fatah) adalah penghambat bagi perjuangan untuk membebaskan semua wilayah Palestina dari penjajahan Israel," kata Mahmud Zahar.





comments powered by Disqus