buku

Etalase foto Qaddafi

Foto-foto Qaddafi dalam pelbagai pose dan busana itu seperti papan iklan mendominasi pemandangan Tripoli. Jauh lebih banyak ketimbang papan iklan produk komersial.

17 Oktober 2015 12:28

Bingkai-bingkai itu satu sama lain berjarak sekitar seratus meter. Berada di sisi kiri dan kanan Syara Sath. Ini merupakan jalan terpanjang di Ibu Kota Tripoli. Jalur ini berada di pinggir pantai dan melewati pula Midan Syuhada.

Semua bingkai berukuran 1 meter x 0,5 meter itu kini kosong tanpa isi. Kaca pelindung juga sudah pecah. Kondisi serupa juga berlaku terhadap bingkai-bingkai dalam pelbagai ukuran tersebar di seantero Tripoli, termasuk Syara Kabir dan Syara Umar al-Mukhtar. Bingkai-bingkai serupa bertebaran pula di segenap penjuru Libya, seperti dikutip dari buku Rahasia Muammar al-Qaddafi karya Faisal Assegaf (terbitan hamaslovers, November 2011).

Sebelum pecah Revolusi 17 Februari, bingkai-bingkai itu tak ubahnya etalase foto pemimpin Libya Muammar al-Qaddafi. Foto-foto Qaddafi dalam pelbagai pose dan busana itu seperti papan iklan mendominasi pemandangan Tripoli. Jauh lebih banyak ketimbang papan iklan produk komersial.

Sopir taksi bernama Saleh, 32 tahun, mengakui bingkai-bingkai foto Qaddafi tampak cantik di waktu malam karena dihiasi lampu. Setahu dia, papan-papan iklan pemimpin berumur 69 tahun itu dibersihkan paling tidak dua kali sepekan. Jadi meski berada di pinggir jalan, bingkai-bingkai itu tidak kusam dan kaca pelindungnya tetap transparan.

Lelaki tinggal di kawasan Pasar Zuma ini mengungkapkan foto Qaddafi harus ada di semua fasilitas umum dan ruang publik, seperti kantor pemerintah, pasar swalayan, hotel, sekolah, bandar udara. "Kalau ketahuan tidak punya, pemiliknya bisa dikenai sanksi," kata Saleh.

Tapi itu dulu. Sekarang jangan harap dapat menemukan foto Qaddafi di tempat-tempat seperti itu. Selain bingkai-bingkai pinggir jalan sudah kosong, ada pula yang berganti gambar pemberontak dengan senjata di tangan atau gambar bendera tiga warna (merah, hitam, dan hijau dengan bulan sabit dan bintang di bagian tengah).

Kalau pun masih ada, poster Qaddafi itu tergeletak sembarangan, tidak di tempat semestinya sebagai seorang kepala negara sekaligus kepala pemerintahan. Itulah kenyataan pahit harus dia terima karena memang rakyat Libya begitu membenci dirinya.

Sampai-sampai ada yang tega menjadikan poster Qaddafi sebagai keset di pintu masuk bandar udara di kawasan Meitiga. Bisa dipastikan, tiap orang melintas bakal menginjak. Bahkan seperti saya saksikan pada Ahad, 11 September 2011, ada yang gregetan menggosok-gosokkan sepatunya di atas keset dan meludahi gambar pemimpin sudah terjungkal dari kekuasaannya itu.

Kondisi mengenaskan juga dijumpai tidak jauh dari salah satu gerbang Bab al-Aziziyah, bekas kediaman keluarga Qaddafi. Poster Qaddafi diletakkan di tengah jalan. Alhasil, saban mobil melintas pasti akan melindas foto itu.

Gambar-gambar Qaddafi sekarang menjadi pemandangan di Tripoli dan Benghazi seolah menjadi refleksi kebencian atau kegembiraan atas kepergian sang diktator. Seperti di dinding luar kediaman Al-Mutasim Billah al-Qaddafi, terdapat sebuah lukisan Qaddafi sedang memikul buntelan fulus lari terbirit-birit dikejar pemberontak.

Setidaknya ada dua slogan begitu populer di kalangan rakyat Libya, yakni Libya hurrah, Qaddafi yath'ala barrah (Libya bebas, Qaddafi pergi) dan basyuf syufa (si rambut keriwil besar). Bahkan slogan kedua menjadi bahan ejekan anak-anak.

Seorang warga Libya sedang memukuli boneka pemimpin negara itu Muammar al-Qaddafi di kompleks kediaman Qaddafi di Bab al-Aziziyah, Ibu Kota Tripoli, Libya, September 2011. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Kekayaan Muammar al-Qaddafi

Dia memiliki saham di 72 perusahaan tersebar di lebih dari 45 negara.

Foto pemimpin Libya Muammar al-Qaddafi diinjak orang melintas dan dilindas mobil. Foto ini diletakkan di gerbang Bab al-Aziziyah, kompleks kediaman Qaddafi di Ibu Kota Tripoli, 7 September 2011. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Serba nyaman dan mewah

Anak-anak Qaddafi adalah pelanggan setia Mariah Carey, Beyonce, dan Usher.

Seorang warga Libya sedang memukuli boneka Muammar Qaddafi di kompleks kediaman Qaddafi di bab al-Aziziyah, Ibu Kota Tripoli, Libya, 7 September 2011. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Pribadi eksentrik

Dia takut terbang lama (lebih dari delapan jam) dan di atas air. Dia tidak suka berada di gedung tinggi atau menaiki lebih dari 35 anak tangga.

Tidak suka pangkat jenderal

Qaddafi beralasan karena Libya diperintah oleh rakyat, jadi dia tidak memerlukan pangkat tertinggi dalam militer.





comments powered by Disqus