buku

Bertamu ke vila Qaddafi

Saking luasnya, saya sampai susah menghitung jumlah ruangan di dalam sana.

31 Oktober 2015 05:33

Perlu sekitar setengah kilometer dari gerbang utama untuk masuk ke dalam kompleks rumah peristirahatan pemimpin Libya Muammar al-Qaddafi di Kota Al-Baida, sekitar dua jam perjalanan dengan mobil dari Benghazi. Lokasi ini memang cocok untuk berdirinya sebuah vila karena berada di dataran tinggi. Angin sepoi-sepoi membuat kantuk amat terasa saat saya beristirahat di halaman belakang vila itu, Sabtu, 3 September 2011.

Vila Qaddafi ini berada di sebuah bukit disebut Bukit Al-Baida. Letaknya tidak jauh dari kediaman berlibur milik Abdullah al-Sanussi, kakak ipar Qaddafi menjabat kepala dinas intelijen Libya. Jarak di antara kedua vila itu sekitar 500 meter. Sama seperti milik Qaddafi, rumah peristirahatan kepunyaan Sanussi bercat oranye. Hanya saja luasnya lebih kecil. Raja Idris I digulingkan Qaddafi pada 1969 pun mempunyai vila keluarga di sana, seperti dikutip dari buku Rahasia Muammar al-Qaddafi karya Faisal Assegaf (terbitan Hamaslovers, November 2011).

Lelah rasanya setelah mengelilingi kompleks selama dua jam. Saking luasnya, saya sampai susah menghitung jumlah ruangan di dalam sana. Mungkin tempat berleha-leha itu memiliki sekitar 40 ruangan seperti diberitakan surat kabar Inggris the Daily Mail. Rata-rata berukuran 50-100 meter persegi. Semua ruang tidur dilengkapi kamar mandi dengan pancuran dan bak berendam. Tinggi plafon di rumah itu sekitar tiga meter. Luas lahan ditempati juga sulit diperkirakan karena tidak ada pagar pembatas. Boleh jadi sejauh mata memandang.

Sekeliling kompleks dikelilingi jalan cukup untuk dua mobil. Selain mengitari kediaman orang nomor satu di Libya itu, rutenya juga mengarah ke jalan utama menuju Benghazi atau Mesir. Taman-taman dipenuhi pepohonan rimbun dipagari jalan setapak berukuran semeter. Juga dibuat jalan tanah dengan ukuran lebih kecil dilapisi bebatuan.

Di tengah-tengah kompleks terdapat lapangan tenis juga berfungsi untuk bermain basket. Olahraga lain bisa dilakukan di kediaman Qaddafi ini adalah jalan-jalan atau berenang di kolam berukuran 25x10 meter di dalam ruangan. Kalau mau berleha-leha, keluarga Qaddafi bisa duduk di gazebo ada di halaman belakang sambil menyaksikan ikan berenang di kolam.

Di teras depan terdapat kebun binatang mini tempat anak-anak Qaddafi memelihara hewan piaraan mereka. Kita bisa menyaksikan pemandangan bukit-bukit dari teras depan rumah Qaddafi. Panoraman serupa tidak kalah indah juga dapat dinikmati di bagian belakang.

Hanya ada satu garasi khusus di vila ini bisa menampung empat mobil. Letaknya di sebelah halaman belakang. Meski begitu, saking luasnya halaman rumah Qaddafi, boleh jadi seratus mobil bisa diparkir di kompleks kediaman pemimpin sudah berkuasa selama 42 tahun itu.

Masuk dari pintu depan kita akan menemui lorong utama selebar tiga meter. Di sebelah kiri adalah ruang tamu berukuran 7x6 meter persegi dengan dua jendela tinggi ramping. Sedangkan di bagian kanan lorong terdapat ruang perapian. Luasnya 8x5 meter persegi. Sebuah kamar mandi berada di belakang ruang tamu. Melangkah lebih ke dalam, terdapat ruangan sama besar di sebelah kanan. Lorong utama ini akan berakhir di teras belakang menghadap ke arah halaman luas.

Namun sebelum itu, ada lorong ke kiri dan kanan berukuran 1,5 meter. Jika belok kiri kita akan bertemu lagi dengan satu ruang perapian. Selanjutnya terdapat dua kamar tidur berukuran besar. Ujung dari lorong sebelah kiri ini adalah teras samping terhubung dengan sebuah jalan setapak menuju halaman belakang. Menghadap teras samping juga terdapat sebuah ruangan berukuran besar.

Kamar-kamar tidur lainnya berlokasi di lorong sebelah kanan. Yang jelas, lantaran begitu banyak ruangan, jika anak kecil bermain petak umpet tentu sulit untuk ditemukan. Di kompleks ini terdapat pula sejumlah bangunan berisi kamar-kamar buat pekerja di vila itu. Kediaman Qaddafi ini memiliki pula ruang pengolahan air terletak di bawah tanah.

Untuk menghindari kejaran musuh-musuhnya, termasuk serangan militer, Qaddafi melengkapi vilanya itu dengan sebuah bunker. Banyak pihak meyakini lubang perlindungan itu juga tahan terhadap bom nuklir. Bunker itu mempunyai tiga pintu keluar masuk saling berhubungan. Pintu pertama berada di bagian tengah rumah, satunya lagi di teras belakang, dan sisanya dekat kolam renang. Lubang perlindungan itu mungkin berada 50 meter di bawah tanah. Pintunya terbuat dari baja setebal 20 sentimeter dengan sistem kunci diputar. Karena beratnya kelewat batas, perlu dua orang untuk membuka dan menutup gerbang bunker itu.

Untuk masuk ke dalam, kita harus menuruni 56 anak tangga dipisah dua pintu baja. Bunker itu tadinya dilengkapi mesin penyejuk udara dan plafonnya setinggi dua meter. Ketika diserbu warga Libya bulan lalu, ditemukan banyak cadangan obat-obatan, bahan bakar, dan bahan pangan diperkirakan cukup untuk memberi makan empat juta orang selama setahun.

Kini salah satu bukti betapa tajirnya Qaddafi itu sudah tinggal kenangan setelah terjadi penjarahan. Sekeliling rumah berantakan. Puing dan pecahan kaca berserakan di dalam dan luar bangunan. Kusen pintu dan jendela juga sudah banyak hilang. Seluruh perabotan pastinya mewah lenyap. Semua ruangan rusak berat, termasuk plafon. Tembok hitam bekas dilalap api kelihatan di mana-mana.

Gambaran kebencian terhadap Qaddafi dan keluarganya muncul lewat tulisan dan coretan wajah Qaddafi di dinding sekeliling rumah. Di teras depan jika kita mau masuk rumah, terdapat dua tulisan besar berwarna merah. Di sisi kiri berbunyi, "Qaddafi sudah jatuh, diktator gagal. Muammar Qaddafi bersama anak-anak dan para pengikutnya sudah melakukan tindakan buruk." Sebelah kanan bacaannya, "Selama 42 tahun kami merasakan penderitaan dan tekanan. Revolusi Al-Fatah adalah racun."

Di bagian samping ada tulisan berwarna hitam dari tiga orang soal kenangan buruk masa kecil mereka selama rezim Qaddafi berkuasa. "Qaddafi, Anda sudah membunuh semua impian kami." Ada juga yang mengungkapkan kegembiraan atas jatuhnya kekuasaan Qaddafi. "Aset Libya bebas." Banyak pula yang menumpang tenar dengan menulis nama dan kota asal mereka.

Suasana dalam bunker sekarang sudah pengap dan gelap. Alhasil, saya gagal menyusuri ruang-ruang di dalamnya. Sebab tidak ada orang mempunyai senter. Lorongnya sangat gelap. Bahkan untuk menuruni 19 anak tangga terakhir, perlu meraba-raba dengan kaki.

Vila itu kini seperti milik umum. Siapa saja boleh menempati dan memakai. Saya sempat menyaksikan empat pemuda sedang memperbaiki mobil di garasi rumah dan seorang bapak asyik mencuci pakaian. Tiga ekor sapi juga sedang dilepas untuk menikmati rumput cukup banyak di halaman vila.

Karena memiliki nilai sejarah, meski buruk di mata rakyat Libya, vila Qaddafi itu sekarang menjadi obyek wisata. Sejumlah keluarga silih berganti datang melihat-lihat dan mengambil gambar situasi di dalam dan sekeliling kediaman Qaddafi itu. Seperti dilakoni Amal Said, 46 tahun. Dia mengajak tujuh anaknya berkeliling untuk pertama kalinya.

Dia mengaku sungguh terkejut dengan kekayaan dimiliki Qaddafi. "Bayangkan saja, dengan anak banyak saya cuma menempati rumah sempit. Sedangkan Qaddafi hidup begitu mewah dan rumahnya luas," kata perempuan dari Kota Derna ini. Dia berharap Qaddafi mendapat balasan setimpal atas kerakusannya itu. Saking geramnya, dia lebih setuju jika Qaddafi dan anak-anaknya dibunuh ketimbang diadili hidup-hidup.

Di pintu teras samping, dua gadis kecil tampak menendang-nendang gambar wajah Qaddafi di tembok dengan tulisan di atasnya berbunyi, "Cukup Allah, Muhammad, dan Libya." Entah apakah tindakan keduanya itu diajari oleh orang tua mereka atau terpengaruh tayangan televisi di Libya terus menyiarkan perkembangan konflik di negara itu.

Sampai saat ini keberadaan dan nasib tuan rumah bersama keluarganya tidak diketahui. Pihak pemberontak dan NATO meyakini Qaddafi bersembunyi bersama pasukannya di Sirte merupakan kota kelahirannya. Meski dibenci dan dihujat sedemikian rupa, vila Qaddafi tetap kebanjiran tamu.

Seorang warga Libya sedang memukuli boneka pemimpin negara itu Muammar al-Qaddafi di kompleks kediaman Qaddafi di Bab al-Aziziyah, Ibu Kota Tripoli, Libya, September 2011. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Kekayaan Muammar al-Qaddafi

Dia memiliki saham di 72 perusahaan tersebar di lebih dari 45 negara.

Foto pemimpin Libya Muammar al-Qaddafi diinjak orang melintas dan dilindas mobil. Foto ini diletakkan di gerbang Bab al-Aziziyah, kompleks kediaman Qaddafi di Ibu Kota Tripoli, 7 September 2011. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Serba nyaman dan mewah

Anak-anak Qaddafi adalah pelanggan setia Mariah Carey, Beyonce, dan Usher.

Seorang warga Libya sedang memukuli boneka Muammar Qaddafi di kompleks kediaman Qaddafi di bab al-Aziziyah, Ibu Kota Tripoli, Libya, 7 September 2011. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Pribadi eksentrik

Dia takut terbang lama (lebih dari delapan jam) dan di atas air. Dia tidak suka berada di gedung tinggi atau menaiki lebih dari 35 anak tangga.

Tidak suka pangkat jenderal

Qaddafi beralasan karena Libya diperintah oleh rakyat, jadi dia tidak memerlukan pangkat tertinggi dalam militer.





comments powered by Disqus