buku

Qaddafi dan Islam

Qaddafi melarang penyelesaian pembangunan Masjid Safiyah di Tripoli karena pernah bermimpi meninggal di sana.

28 November 2015 11:37

Setelah menggulingkan Raja Idris I dicap pro-Barat pada 1 September 1969, Muammar al-Qaddafi langsung mengubah Libya menjadi negara Islam konservatif. Minuman beralkohol, judi, dan prostitusi dilarang. Hukuman potong tangan bagi pencuri sesuai syariat Islam diterapkan. Setahun kemudian dia mengusir semua warga non-muslim, termasuk Yahudi, dari negaranya. Dia menghancurkan sinagoge dan gereja Katolik, serta merampas harta benda warga non-muslim.

Di kalangan negara-negara Islam, Qaddafi dikenal dermawan. Dia mendanai pembangunan sebuah masjid di Desa Cipambuan, Sentul, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Diberi nama Masjid Muammar Qaddafi dan dilengkapi Qaddafi Islamic Center. Pembangunannya selesai pada Februari 2009 dengan dana hampir Rp 60 miliar. Masjid ini menempati lahan 12.600 meter persegi dan sanggup menampung 22 ribu jamaah, seperti dikutip dari buku Rahasia Muammar al-Qaddafi karya Faisal Assegaf (terbitan Hamaslovers, November 2011).

Masjid bantuan Qaddafi lainnya terdapat di Ibu Kota Kampala, Uganda. Diberi nama Masjid Nasional Gaddafi. Berdiri di atas bukit Kampala dan mampu menampung 12.200 jamaah. Dia meresmikan langsung masjid ini saat menghadiri peringatan maulid Nabi Muhammad di sebuah stadion sepak bola di Kampala pada Maret 2008.

Putra keduanya, Saiful Islam al-Qaddafi, sudah dua kali melawat ke Indonesia dalam misi kemanusiaan, yakni pada 2004 dan 2009. Dalam dua kunjungan itu, lelaki peraih gelar PhD (yang diragukan) dari the London School of Economic and Political Science, ini membagikan sembako bagi warga miskin di Jakarta dan sekitarnya.

Qaddafi, 69 tahun, juga dikenal sebagai penyebar Islam kontroversial. Pada 16 November 2009, dia mengundang 500 perempuan cantik Italia untuk menghadiri ceramahnya di rumah duta besar Libya di Roma. Syaratnya tinggi minimal 170 sentimeter, berusia 18-35 tahun, dan tidak memakai rok mini. Pada kesempatan itu dia mengajak segenap undangan masuk Islam. Setelah acara selesai, tiap orang dikasih Al-Quran dan Buku Hijau (berisi manifesto politik Qaddafi) secara gratis.

Gadis-gadis itu juga mendapat bonus 50 euro per orang. "Tiga gadis menyatakan masuk Islam dalam pertemuan itu," kata Michela, ikut hadir dalam ceramah Qaddafi itu kepada Associated Press dan Television News.

Namun cerita manis Qaddafi soal Islam hanya berlaku di luar negeri. Selama sepuluh hari di Libya, saya memperoleh kisah sungguh bertolak belakang. "Dia amat membenci Islam. Dia bukan muslim, tapi Yahudi," kata sopir taksi di Tripoli bernama Ridha. Kesimpulan serupa juga terlontar dari mulut banyak orang. Mulai dari imam masjid, kaum ibu, mahasiswa, tentara, hingga Abdul Ghani, pekerja asing asal Filipina.

Memang benar, saya tidak pernah menjumpai minuman beralkohol atau pelacur, baik di hotel berbintang macam Corinthia dan Al-Mahari di Tripoli atau Hotel Uzu (Benghazi), hingga di jalan-jalan. Sampai-sampai seorang wartawan radio asal Prancis sudah dua pekan bertugas di Libya merasa bosan. "Di sini tidak ada pub atau diskotek. Karena itu saya akan menginap semalam di Jerba (kota wisata di perbatasan Tunisia) untuk bersenang-senang sebelum pulang ke negara saya," katanya sambil bergoyang.

Tapi Abdul Ghani, bekerja di kilang minyak di Brega, berkata lain. Dia mengungkapkan pasukan Qaddafi sering mabuk-mabukan dan main perempuan. "Mereka juga melarang warga berbicara soal Islam," ujarnya. Dia mengaku pernah diperingatkan oleh seorang warga Brega agar tidak membahas Islam secara terbuka. Karena kalau ketahuan loyalis Qaddafi, bisa ditangkap.

Banyak rakyat Libya percaya Qaddafi tidak pernah atau setidaknya sangat jarang salat. "Paling-paling saya cuma melihat dia salat dua kali setahun di televisi (salat Idul Fitri dan Idul Adha)," ujar Saleh, 32 tahun, warga kawasan Pasar Zuma, Tripoli.

Cerita miring lainnya seputar Qaddafi dan Islam beredar luas di kalangan rakyat adalah Qaddafi pernah mengharamkan orang salat subuh di masjid. Siapa saja berani melanggar bakal menjalani siksaan di tahanan. Dia juga membentuk komite-komite rakyat untuk mengambil alih masjid-masjid dianggap tradisionalis. Ulama menentang ide-idenya dibunuh atau dipenjara.

Dia melarang pula penyelesaian pembangunan sebuah masjid di kawasan Bin Asyur, tidak jauh dari rumah dua anaknya (Aisyah dan Al-Mutasim Billah). Hingga kini proyek sudah berjalan lebih dari 20 tahun itu masih tersendat. Yang tampak baru bangunan dan menara setengah jadi dengan kubah berwarna kuning emas. Masjid Safiyah ini merupakan wakaf dari perempuan bernama Safiyah (tapi bukan istri kedua Qaddafi). "Alasannya, Qaddafi pernah bermimpi meninggal di masjid itu," ujar Saleh.

Cerita ini mengingatkan saya pada mimpi Firaun, penguasa Mesir kuno. Pada suatu malam, dia bermimpi dibunuh oleh seorang anak lelaki. Setelah meminta pendapat penasihatnya, dia memerintahkan tentaranya membunuh semua bayi laki-laki. Namun Nabi Musa berhasil selamat setelah ibunya menghanyutkan dia di Sungai Nil. Musa kecil ditemukan oleh permaisuri Firaun dan dipelihara di istana. Setelah besar, Musa menenggelamkan Firaun dan pasukannya di Laut Merah dengan tongkat mukjizat bisa membelah laut menjadi dua.

Qaddafi juga pernah membuat pengumuman soal perubahan surat Al-Ikhlas. Kata qul (katakanlah) di awal ayat pertama dihapus. "Alasannya kata itu ditujukan Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad. Sekarang itu sudah lewat," kata Saleh.

Memang sulit mencari konfirmasi atas kebenaran cerita itu. Tapi setidaknya gambaran mirip dilontarkan oleh Basyir, bekas anggota staf pribadi Saiful Islam. Dia bekerja untuk putra kedua Qaddafi itu dari 2006 hingga sebelum pecah Revolusi 17 Februari. Dia mengaku sempat ditahan sepuluh bulan agar tidak membocorkan rahasia keluarga Qaddafi.

"Saya memiliki rekaman video Qaddafi cuma salat Asar dua rakaat," katanya dalam penerbangan dari Tripoli ke Benghazi. Dia berjanji akan mengirim semua rekaman video dan foto-foto rahasia tidak pernah dimuat media kepada saya. Namun sampai sekarang janji itu belum ditepati.

Basyir menceritakan Saiful Islam tidak pernah puasa Ramadan. Alasannya dia harus menjalani rawat jalan untuk mengobati kanker otak diderita sejak lima tahun lalu. "Dia kerap berobat ke Inggris dan memiliki sebuah rumah mewah di London."

Tidak sampai sepekan setelah revolusi mengguncang Libya, Syekh Yusuf al-Qardhawi dari Qatar mengeluarkan fatwa menghalalkan darah Muammar Qaddafi. Alasannya, perintah Qaddafi untuk mengebom kota-kota di Libya bertentangan dengan ajaran Islam. "Saya di sini berfatwa siapapun tentara Libya mampu menembak mati Qaddafi seharusnya melakukan itu," katanya dalam wawancara khusus dengan stasiun televisi Al-Jazeera.

Qaddafi pernah mengguncang dunia Islam lantaran dia hanya mengakui Al-Quran dan tidak mempercayai hadits dan sunnah Nabi Muhammad. Padahal Al-Quran dan hadits merupakan dua rujukan dalam soal hukum dan ajaran Islam. Pengumuman ini sangat mengejutkan cendekia-cendekia muslim di Universitas Al-Azhar, Kairo, dan para ulama di Arab Saudi. Lantas dibentuk sebuah komite diketuai Syekh Muhammad al-Gazali dari Universitas Al-Azhar.

Komite itu lantas menemui Qaddafi di Tripoli. Mereka memperingatkan keputusan kontroversial itu membuat Qaddafi dipandang kafir dan terancam dibunuh. Qaddafi pun menarik ucapannya itu. Hasil ini melegakan komite dan mereka kembali ke Kairo untuk mengumumkan penarikan ucapan Qaddafi soal dia tidak meyakini hadits.

Pada Hari Raya Idul Adha 2006, Qaddafi melontarkan gagasan mengundang kecaman. Dia menyebutkan selain umat Islam, kaum Yahudi dan Nasrani juga berhak memasuki Makkah dan bertawaf. Sesuai ajaran Islam, kaum non-muslim diharamkan memasuki kota paling suci bagi umat Islam sejagat itu. "Kabah bukan diperuntukkan khusus bagi orang Arab atau umat Muhammad, tapi buat penduduk semua benua. Al-Quran tidak mendukung pandangan semacam ini," kata Qaddafi.

Komentar serupa dia lontarkan enam bulan sebelumnya. Dia mengatakan Kabah adalah rumah Allah dan semua manusia seharusnya bertawaf. "Kita adalah umat Nabi Muhammad tapi posisi kita saat ini salah karena melarang mereka (non-muslim) memuja Allah dan mengelilingi Kabah."

Di awal 1970-an, Qaddafi mulai berkampanye lewat media untuk mengecam ajaran spiritual dari aliran Sanussi. Dia menyebarluaskan retorika Salafi mengajak rakyat untuk mematuhi pemimpin mereka. Poster-poster bertulisan "Patuhi pemimpin" dan "Tiap penggembala mempunyai jamaahnya sendiri" ditempel di jalan-jalan.

Stasiun televisi pemerintah juga menayangkan pemeriksaan pasukan keamanan terhadap kaum sufi untuk memaksa mereka menghentikan kegiatan berzikir. Dia menekan ulama-ulama dari kelompok Sanussi. Masjid-masjid dan kampus beraliran Sanussi dirobohkan. Kubur keluarga Sanussi masih kerabat Raja Idris I dinodai.

Sebelum Qaddafi berkuasa, sebagian besar rakyat Libya, terutama di wilayah timur dan tenggara, merupakan pengikut tarekat Sanussi. Aliran ini didirikan pada 1837 oleh Sayyid Muhammad bin Ali al-Sanussi (1787-1859). Dia merupakan tokoh pembaru Islam yang meyakini kecermatan, kemudahan, dan kebebasan dalam memaknai hukum syariah. Ia mengkritik interpretasi secara kaku terhadap Al-Quran oleh ulama-ulama di Mesir dan Arab Saudi.

Untuk menekan kelompok oposisi, dia sering menuding mereka sebagai pendukung bidah. Dia pernah menyamakan dirinya dengan sejumlah nabi, termasuk Isa dan Muhammad. Dia mengaggap dirinya seperti Nabi Ibrahim dalam pidato pertamanya setelah menggulingkan Raja Idris I. “Dengan sebuah serangan dari tentara-tentara heroik, berhala-berhala ditumbangkan dan tuhan-tuhan yang salah dihancurkan.”

Pada 1976, Muhammad Hassan (musikus istana) menulis sebuah lagu yang menyebut Qaddafi sebagai "Nabi Gurun Arab". Saat diwawancara wartawan Italia Oriana Fallaci tiga tahun  kemudian, Qaddafi menyamakan "Buku Hijau" karyanya seperti kitab suci.

Pada peringatan 23 tahun rezim Qaddafi, diluncurkan perangko bergambar Qaddafi menunggang kuda putih melesat ke atas langit. Gambaran ini mirip buraq, kendaraan dinaiki Nabi Muhammad ketika isra (perjalanan dari Masjid Al-Haram di Makkah ke Masjid Al-Aqsha di Yerusalem) dan mikraj (dari Masjid Al-Aqsa ke langit ketujuh).

Qaddafi boleh saja berkoar-koar sebagai imam bagi kaum muslim di seluruh dunia. Namun Islam tidak pernah mengajarkan membunuh lawan-lawan politik. Nabi Muhammad juga tidak pernah mencontohkan pemimpin hidup bermewah-mewahan, sedangkan rakyatnya kesusahan.

Seorang warga Libya sedang memukuli boneka pemimpin negara itu Muammar al-Qaddafi di kompleks kediaman Qaddafi di Bab al-Aziziyah, Ibu Kota Tripoli, Libya, September 2011. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Kekayaan Muammar al-Qaddafi

Dia memiliki saham di 72 perusahaan tersebar di lebih dari 45 negara.

Foto pemimpin Libya Muammar al-Qaddafi diinjak orang melintas dan dilindas mobil. Foto ini diletakkan di gerbang Bab al-Aziziyah, kompleks kediaman Qaddafi di Ibu Kota Tripoli, 7 September 2011. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Serba nyaman dan mewah

Anak-anak Qaddafi adalah pelanggan setia Mariah Carey, Beyonce, dan Usher.

Seorang warga Libya sedang memukuli boneka Muammar Qaddafi di kompleks kediaman Qaddafi di bab al-Aziziyah, Ibu Kota Tripoli, Libya, 7 September 2011. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Pribadi eksentrik

Dia takut terbang lama (lebih dari delapan jam) dan di atas air. Dia tidak suka berada di gedung tinggi atau menaiki lebih dari 35 anak tangga.

Tidak suka pangkat jenderal

Qaddafi beralasan karena Libya diperintah oleh rakyat, jadi dia tidak memerlukan pangkat tertinggi dalam militer.





comments powered by Disqus

Rubrik buku Terbaru

Pangeran Talal tokoh liberal

Dia mulai menarik perhatian ketika bilang tidak ada hukuman pancung dalam kasus dua perawat Inggris.

18 November 2017
Kekayaan Muammar al-Qaddafi
23 Januari 2016
Serba nyaman dan mewah
09 Januari 2016
Pribadi eksentrik
02 Januari 2016

TERSOHOR