buku

Qaddafi dan perempuan

Papik adalah panggilan sayang bagi Qaddafi dari para perawat perempuannya.

05 Desember 2015 01:14

Dunia mungkin hanya mengenal dua perempuan menjadi teman seranjang Muammar al-Qaddafi, yakni Fatihah Khalid al-Nuri (istri pertama) dan Safiyah Farkash al-Bassi (istri muda). Dari Fatihah dinikahi pada 1968, dia cuma dikaruniai seorang putra bernama Muhammad. Sedangkan lewat rahim Safiyah diperistri pada 1971, dia memperoleh enam putra dan satu putri: Saiful Islam, As-Saadi, Hannibal, Aisyah, Al-Mutasim Billah, Khamis, dan Saiful Arab.

Ternyata di luar Fatihah dan Safiyah, dia memiliki perempuan idaman lain. Setidaknya itu terbukti dari koleksi foto mantan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Condoleezza Rice dalam pelbagai kesempatan. Album itu ditemukan di kediaman Qaddafi di Bab al-Aziziyah telah dikuasai pemberontak, seperti dikutip dari buku Rahasia Muammar al-Qaddafi karya Faisal Assegaf (terbitan Hamaslovers, November 2011).

Rice pun pernah bertemu Qaddafi saat melawat ke Tripoli pada 2008. Keduanya sempat makan malam bersama. Itu merupakan kunjungan pertama pejabat tinggi Amerika dalam waktu lebih dari setengah abad sebagai tanda ke arah perbaikan hubungan kedua negara. Sepulangnya dari Libya, perempuan berkulit gelap itu menerima sejumlah hadiah dari sang kolonel, termasuk sebuah cincin berlian dan bandul kalung berisi foto Qaddafi.

Dalam wawancara khusus dengan Al-Jazeera setahun sebelumnya, Qaddafi tidak bisa menyembunyikan perasaan kagum dan cintanya terhadap Rice. Dia bahkan punya panggilan sayang, yakni Leezza. "Saya mengagumi dan sangat bangga atas cara dia bersandar dan memberi perintah kepada para pemimpin Arab … Leezza, Leezza, Leezza. Saya sangat mencintai dia. Saya sungguh mengagumi dan bangga karena dia perempuan kulit hitam asli Afrika."

Tapi masyarakat internasional mafhum, kehidupan Qaddafi memang lekat dengan perempuan. Tidak seperti penguasa lain, dia lebih memilih kaum hawa sebagai pengawal pribadi. Sejumlah laporan menyebutkan jumlah mereka 200-300 orang dan harus perawan (dikenal dengan sebutan Pasukan Amazon). Tentu saja yang terampil secara militer, ilmu bela diri, dan enak dilihat (tinggi, cantik, dan berambut panjang). Saat bertugas mereka boleh mengenakan lipstik, perhiasan, pewarna kuku, maskara, kacamata gelap, dan sepatu berhak tinggi.

Pasukan pengawal pribadi Qaddafi ini dipimpin oleh Fatimah Barud. Mereka tergabung dalam Brigade 77 bermarkas di Tripoli. Menurut Jamilah Khalifah al-Arun, 52 tahun, setidaknya ada empat petinggi Pasukan Amazon ikut kabur bersama Qaddafi, yakni Salma Milad, Judia Sudani, Mabruka al-Mashat, Howa Tuergi.

Mabruka al-Mashat adalah loyalis Qaddafi bertahun-tahun dan menjadi kepala rumah tangga sang kolonel. Sedangkan Howa Tuergi dan Judia Sudani bertugas mencari gadis-gadis atau keperluan lain untuk pesta keluarga Qaddafi.

Letnan Kolonel Aisyah Abid El Salam Ali mengungkapkan Qaddafi selalu ditemani tiga pengawal ke mana saja dia pergi. Tapi untuk perjalanan keluar negeri, dia selalu meminta tambahan empat personel. "Saya memilih gadis-gadis itu. Mereka akan sangat senang bila terpilih mendampingi Qaddafi," katanya.

Aisyah belum menikah berasal dari Traghan, kota kecil di sebelah selatan Libya. Dia bergabung dengan Brigade 77 sejak 1984. Dia ditangkap pemberontak akhir Agustus lalu dalam pertempuran di Zawiya, 50 kilometer sebelah barat daya Tripoli.

Setelah menjalani semua ujian dalam proses rekrutmen, Qaddafi menjadi penentu siapa berhak lolos. Mereka juga disumpah untuk selalu setia siang dan malam mendampingi dirinya dan rela berkorban nyawa. Ada sekitar 40 personel Pasukan Amazon tiap hari menjaga Qaddafi bergiliran, siang dan malam.

Ketika percobaan pembunuhan terhadap Qaddafi terjadi pada 1998, seorang personel Pasukan Amazon tewas karena menjadikan dirinya tameng dan dua lainnya cedera. Serangan itu dilakukan kelompok Islam militan terhadap konvoi Qaddafi di Kota Dirnah. Menurut sejumlah saksi, korban tewas bernama Aisyah dan terkena tembakan di bagian alis. Selentingan beredar dia merupakan pengawal favorit Qaddafi.

Qaddafi dan Pasukan Amazonnya pernah menimbulkan insiden saat melawat ke Nigeria pada 2006 untuk menghadiri konferensi tingkat tinggi negara-negara Afrika. Ketika itu dia membawa 200 personel Pasukan Amazon lengkap dengan senjata mereka. Tapi saat mendarat di Ibu Kota Abuja, pejabat keamanan Nigeria menolak rombongan itu karena kelebihan senjata.

Sang Penuntun Revolusi itu marah besar dan menolak sambutan resmi sebagai kepala negara. Dia mengancam berjalan kaki dari bandar udara ke Abuja berjarak sekitar 40 kilometer. Untuk meredakan ketegangan, presiden Nigeria turun tangan. Tetap saja Qaddafi ngotot dan bahkan ingin pulang. Setelah berjam-jam perundingan, akhirnya Nigeria mengizinkan masuk Qaddafi dan pasukan pribadinya dengan syarat hanya boleh membawa delapan pistol.

Lima perawat pribadinya perempuan. Empat orang berasal dari Ukraina dan seorang lagi asal Serbia bernama Draga. Mereka bekerja di sebuah rumah sakit di dalam kompleks Bab al-Aziziyah khusus bagi Qaddafi sekeluarga.

Tapi hanya satu kerap menemani ke mana saja Qaddafi bepergian, seperti dilaporkan oleh WikiLeaks. Namanya Galyna Kolotnytska. Menurut beberapa diplomat Barat, dia menjalin asmara dengan perawat setianya itu. Perawat bahenol berusia 38 tahun ini sudah bekerja dengan Qaddafi selama sembilan tahun. Awalnya dia bekerja di sebuah rumah sakit di Tripoli.

"Papik" (dalam bahasa Rusia berarti ayah) adalah panggilan kesayangan dari para perawatnya buat Qaddafi. "Papik baik dan Papik abadi … Qaddafi akan menang. Saya akan kembali ke Libya dalam satu setengah atau dua bulan mendatang," kata Kolotnytska setelah pulang ke rumahnya di luar Ibu Kota Kiev, akhir Februari 2011.

Kolotnytska diyakini sebagai orang paling tahu rutinitas Qaddafi. Menurut sebuah memo rahasia bertanggal 29 September 2009 dari Duta Besar Amerika Serikat untuk Libya Gene Cretz kepada Menteri Luar Negeri Hillary Rodham Clinton, Qaddafi pernah mengirim jet pribadi untuk menerbangkan Kolotnytska dari Libya ke Portugal setelah sang bos terganjal masalah visa.

Perawat Ukraina lainnya, Oksana Balinskaya, membantah Qaddafi memiliki hubungan khusus dengan mereka. "Tak satu pun dari kami pernah menjadi kekasihnya. Kami hanya menyentuh dia ketika memeriksa tekanan darahnya," ujar gadis 24 tahun ini.

Balinskaya bekerja buat Qaddafi sejak dua tahun lalu. Dia mengaku dipilih langsung oleh Qaddafi dari antrean kandidat setelah bersalaman dan Qaddafi menatap matanya. Ketika Qaddafi berkunjung ke Ukraina pada Oktober 2009, dia bekerja sebagai perawat di kota kelahirannya Mogilnoye selama tiga tahun. Lulusan dari sebuah sekolah perawat di Kiev ini hanya berpenghasilan US$ 125 per bulan.

Setelah direkrut oleh Qaddafi, kehidupannya melonjak. Selain gaji US$ 3 ribu saban bulan, dia juga memperoleh sebuah apartemen dengan dua kamar tidur dan berperabotan lengkap, serta mobil dan sopir bisa ditelepon kapan saja. Tapi kehidupannya selalu diawasi, telepon apartemennya disadap. Tiga bulan pertama dia belum dibolehkan ke Bab al-Aziziyah.

Kelima perawat Qaddafi itu bertugas memeriksa tekanan darah dan kondisi jantung sang pemimpin. Mereka juga mesti memastikan dia berjalan kaki keliling sekitar rumah dan mendapatkan vaksinasi. Saat melawat ke Chad dan Mali, menurut Balinskaya, Qaddafi disarankan mengenakan sarung tangan agar terhindar dari penyakit.

Dia mengungkapkan pernah menemani Qaddafi berkunjung ke Amerika Serikat, Italia, Portugal, dan Venezuela. Kapan saja hatinya sedang enak, semua stafnya akan disuruh berbelanja sesuai kebutuhannya. Pada peringatan Revolusi Al-Fatah (tiap 1 September) semua staf Qaddafi memperoleh medali dan jam tangan emas buatan Italia berukir foto Qaddafi di bagian atas. "Dengan menunjukkan jam itu di Libya semua pintu akan terbuka, menyelesaikan persoalan kita hadapi," ujar Balinskaya.

Awal Februari 2011, Balinskaya terpaksa pulang ke Ukraina karena hamil empat bulan setelah berhubungan dengan pacarnya, pengusaha asal Serbia. Qaddafi menetapkan aturan semua perawatnya tidak boleh menikah atau berhubungan seks. "Papik mungkin tidak akan pernah memaafkan pengkhianatan saya," katanya.

Cerita berkembang di tengah rakyat Libya, Qaddafi dan ketujuh putranya doyan perempuan. "Mereka suka menculik gadis cantik-cantik," kata Saleh, sopir setia menemani saya berkeliling Tripoli.

Selentingan beredar itu boleh jadi klop dengan ditemukannya kantor Qaddafi di bagian belakang sebuah gedung dalam kompleks Universitas Tripoli. Lengkap dengan ruang tamu, ruang kerja, kamar tidur, kamar mandi, dan jacuzzi. Di sana terdapat pula ruang operasi buat menggugurkan kandungan.

Pihak kampus mengaku tidak pernah tahu soal kantor Qaddafi itu hingga pemberontak menguasai Universitas Tripoli. "Saya tidak pernah ke sini selama saya kuliah," kata Halimah Elghari, 24 tahun, mahasiswi tingkat III jurusan Informasi dan Teknologi ikut mengantar saya meninjau lokasi.

Menurut ahli psikologi ternama Libya, Dr Siham Shergewa, Qaddafi dan anak-anaknya telah memperkosa lima bekas personel Pasukan Amazon. Temuan itu diperoleh saat perempuan tinggal di Benghazi ini menyelidiki kebenaran laporan-laporan menyebutkan pasukan Qaddafi memperkosa perempuan dan menerima Viagra serta kondom buat melaksanakan kampanye bedebah itu.

Menurut salah satu korban kepada Shergewa, dia dipaksa menjadi pengawal pribadi Qaddafi atau kakaknya dituduh menyelundupkan obat terlarang dari Malta ke Libya bisa menghabiskan sisa umurnya dipenjara. Ternyata informasi soal kakaknya itu palsu.

Setelah lulus tes HIV dilakukan oleh seorang perawat dari Ukraina, dia lantas dibawa ke rumah Qaddafi di Bab al-Aziziyah. Sang kolonel telah menunggu di ruang kerjanya dengan mengenakan baju tidur. "Dia menolak ajakan Qaddafi dan dia diperkosa," ujar Shergewa kepada the Times of Malta.

Seorang warga Libya sedang memukuli boneka pemimpin negara itu Muammar al-Qaddafi di kompleks kediaman Qaddafi di Bab al-Aziziyah, Ibu Kota Tripoli, Libya, September 2011. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Kekayaan Muammar al-Qaddafi

Dia memiliki saham di 72 perusahaan tersebar di lebih dari 45 negara.

Foto pemimpin Libya Muammar al-Qaddafi diinjak orang melintas dan dilindas mobil. Foto ini diletakkan di gerbang Bab al-Aziziyah, kompleks kediaman Qaddafi di Ibu Kota Tripoli, 7 September 2011. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Serba nyaman dan mewah

Anak-anak Qaddafi adalah pelanggan setia Mariah Carey, Beyonce, dan Usher.

Seorang warga Libya sedang memukuli boneka Muammar Qaddafi di kompleks kediaman Qaddafi di bab al-Aziziyah, Ibu Kota Tripoli, Libya, 7 September 2011. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Pribadi eksentrik

Dia takut terbang lama (lebih dari delapan jam) dan di atas air. Dia tidak suka berada di gedung tinggi atau menaiki lebih dari 35 anak tangga.

Tidak suka pangkat jenderal

Qaddafi beralasan karena Libya diperintah oleh rakyat, jadi dia tidak memerlukan pangkat tertinggi dalam militer.





comments powered by Disqus

Rubrik buku Terbaru

Pangeran Talal tokoh liberal

Dia mulai menarik perhatian ketika bilang tidak ada hukuman pancung dalam kasus dua perawat Inggris.

18 November 2017
Kekayaan Muammar al-Qaddafi
23 Januari 2016
Serba nyaman dan mewah
09 Januari 2016
Pribadi eksentrik
02 Januari 2016

TERSOHOR