buku

Menanti kedatangan Pangeran Talal

Tugas pertama mengawal kunjungan Pangeran Talal di Athena.

25 November 2017 20:51

Albalad.co berhasil mendapatkan izin dari penulis buku Saudi Bodyguard, Mark Young, untuk menerjemahkan sekaligus menerbitkan isi bukunya di Albalad.co. Seperti biasa, rubrik buku ini muncul saban Sabtu dan dimulai sejak 11 November lalu.

Albalad.co sejatinya memperoleh salinan buku Saudi Bodyguard dalam bentuk PDF tersebut langsung dari Mark Young, mantan pengawal para pangeran dan puteri di Kerajaan Arab Saudi, pada 1 September lalu. Baru ketika perkembangan dramatis terjadi saat ini di negara Kabah itu, Albalad.co memutuskan melansir terjemahan dari isi buku setebal lebih dari 400 halaman dan diterbitkan pada 2010 itu.

Mark Young, berasal dari Inggris, adalah pemegang sabuk hitam karate. Ayahnya adalah mantan anggota pasukan elite Inggris dan bekas anggota MI6, dinas intelijen Inggris.

Sejak Mei 1976, dia mulai menjadi instruktur dan membuka tiga sekolah karate. Tiga tahun kemudian, dia memulai kariernya sebagai pengawal pribadi keluarga kerajaan Arab Saudi. Tugas pertamanya adalah mengawal Pangeran Talal bin Abdul Aziz, ayah dari pemilik Kingdom Holding Company, Pangeran Al-Walid bin Talal, ditahan di Hotel Ritz Carlton di Ibu Kota Riyadh, sejak Sabtu malam pekan lalu.

Pangeran Al-Walid termasuk dalam 201 kaum elite Arab Saudi - meliputi pangeran, pejabat, dan pengusaha kakap - ditangkap atas tudingan korupsi. Penangkapan ini atas perintah Komisi Pemberantasan Korupsi, dibentuk beberapa jam sebelumnya dan diketuai oleh Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman.

Buku Saudi Bodyguard karya Mark Young ini bercerita dengan bahasa bertutur sebagai orang pertama mengenai pengalamannya selama menjadi pengawal pribadi keluarga Kerajaan Arab Saudi, termasuk Raja Salman bin Abdul Aziz.   

*******

Menanti kedatangan Pangeran Talal

Dalam kehidupan saya sendiri, saya selalu melakukan latihan keras sehingga selalu siap untuk segalanya, begitulah keyakinan saya. Sue (istri Mark Young) sudah bertanya kepada saya berkali-kali jika saya yakin pekerjaan seperti inilah saya inginkan (menjadi pengawal keluarga kerajaan Arab saudi).

Saya selalu menjawab, "Ya, saya haus mencoba. Kalau saya gagal, setidaknhya saya dapat mengatakan sudah melakoni. Kecemasan terbesar saya adalah mengenai kamu dan anak-anak, tapi bila kamu tidak menginginkan saya untuk pergi, saya akan tinggal di rumah)."

Melihat saya begitu bergembira, Sue sepenuhnya mendukung saya dan bahkan mendorong saya buat pergi. Hanya kemudian saya baru mengetahui dia tidak pernah mau saya meninggalkan dirinya atau anak-anak. Dia tetap merahasiakan hal itu karena tidak ingin menghancurkan mimpi saya.

Ketika saya bersiap untuk berangkat, perasaan saya campur aduk antara senang dan gelisah. Saya lalu memutuskan untuk mengucapkan selamat tinggal kepada Sue dan anak-anak di rumah. Saya tidak ingin menambah luka mereka dengan mengucapkan selamat tinggal di bandar udara.

Pada Sabtu, 1 September 1979, saya menunggu waktu keberangkatan dengan anggota tim lainnya di Bandar Udara Heathrow. Saya membayangkan pengalaman akan saya alami di Athena nanti. Xaya orang baru di pekerjaan ini. Semua anggota tim lainnya sudah berpengalaman melayani Pangeran Talal bin Abdul Aziz di banyak kesempatan.

Saya mengajukan banyak pertanyaan mengenai segala hal saya pikirkan. Pertanyaan paling penting adalah bagaimana mereka berpakaian, apa yang mereka suka, keanehan apa dalam tradisi mereka perlu saya ketahui? Saya menyerap seluruh informasi, selalu menyadari ada begitu banyak hal mesti dipelajari.  

Setiba di Athena, kami bertemu komandan polisi setempat akan membantu kami selama kunjungan Pangeran Talal. Dia akan datang dan pergi dengan diam-diam. Reg harus berupaya keras untuk memastikan hubungan baik antara otoritas lokal dengan kami.

Danka, anggota tim, pertama kali mengalami ganjalan di imigrasi karena dia berpaspor Yugoslavia dan tidak memiliki visa.

Setelah melengkapi seluruh formalitas, kami menuju ke hotel dan menunggu kedatangan Pangeran Talal besok paginya. Malam itu, Reg memberikan arahan singkat. Reg bilang kepada saya, "Aapapun yang terjadi, kamu harus selalu berada di dekat saya dan mengikuti arahan saya. Apakah itu jelas?"
"Ya bos," jawab saya.  

Malam itu saya menelepon ke rumah. "Apakah kamu baik-baik saja? Apakah anak-anak semua dalam keadaan baik?' tanya saya kepada Sue segera setelah dia mengangkat gagang telepon.

"Kami semua dalam keadaan baik, bagaimana dengan kamu?"
"Ya, saya juga dalam kondisi bagus. Kami menginap di sebuah hotel kecil malam ini namun besok kami akan pindah ke hotel tempat Pangeran Talal menginap besok. Segera setelah saya mengetahui nomor telepon dan kamr menginap besok, saya menghubungi kamu."
"Pastikan kamu memberi kabar kepada kami," jawab Sue.

"Kelihatan indah di sini. Sampai di sini dulu dan saya akan menghubungi kamu besok."
"Barangkali besok kita bisa berbincang lebih lama?"
"Tentu saja. Akan ada banyak hal ingin saya ceritakan kepada kamu. Saya ingin kamu tahu apa yang saya alami. Saya akan menelepon kamu besok, saya mencintaimu."
"Saya juga mencintai kamu," bisik Sue.

Setelah sedikit menahan kerinduan, saya menemui rekan-rekan setim. Apa yang saya tidak ketahui adalah Sue langsung menangis setelah meletakkan gagang telepon.

Buku Saudi Bodyguard karya Mark Young (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Berteman dengan sopir Pangeran Talal

Pangeran Talal marah karena pengamanan berlebihan dilakukan untuk menyambut kedatangannya di Athena.

Rolls Royce Corniche. (Youtube/Ilustrasi)

Kilau Mercedes Benz dan Rolls Royce milik pangeran

Pangeran Talal bin Abdul Aziz tiba di Athena menggunakan jet pribadinya, Boeing 727.

Pangeran Talal bin Abdul Aziz. (Arabia Today)

Pangeran Talal tokoh liberal

Dia mulai menarik perhatian ketika bilang tidak ada hukuman pancung dalam kasus dua perawat Inggris.

Buku Saudi Bodyguard karya Mark Young (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Pekerjaan pertama dengan Pangeran Talal bin Abdul Aziz

Tugas pertamanya adalah mengawal Pangeran Talal bin Abdul Aziz, ayah dari pemilik Kingdom Holding Company, Pangeran Al-Walid bin Talal, ditahan di Hotel Ritz Carlton di Ibu Kota Riyadh, sejak Sabtu malam pekan lalu.





comments powered by Disqus

Rubrik buku Terbaru

Berteman dengan sopir Pangeran Talal

Pangeran Talal marah karena pengamanan berlebihan dilakukan untuk menyambut kedatangannya di Athena.

09 Desember 2017

TERSOHOR