buku

Athena-Riyadh-London

Ini kali pertama saya menyadari bagaimana bangsawan Saudi menggunakan jet pribadi mereka seperti kebanyakan orang memakai mobil.

16 Desember 2017 20:04

Albalad.co berhasil mendapatkan izin dari penulis buku Saudi Bodyguard, Mark Young, untuk menerjemahkan sekaligus menerbitkan isi bukunya di Albalad.co. Seperti biasa, rubrik buku ini muncul saban Sabtu dan dimulai sejak 11 November lalu.

Albalad.co sejatinya memperoleh salinan buku Saudi Bodyguard dalam bentuk PDF tersebut langsung dari Mark Young, mantan pengawal para pangeran dan puteri di Kerajaan Arab Saudi, pada 1 September lalu. Baru ketika perkembangan dramatis terjadi saat ini di negara Kabah itu, Albalad.co memutuskan melansir terjemahan dari isi buku setebal lebih dari 400 halaman dan diterbitkan pada 2010 itu.

Mark Young, berasal dari Inggris, adalah pemegang sabuk hitam karate. Ayahnya adalah mantan anggota pasukan elite Inggris dan bekas anggota MI6, dinas intelijen Inggris.

Sejak Mei 1976, dia mulai menjadi instruktur dan membuka tiga sekolah karate. Tiga tahun kemudian, dia memulai kariernya sebagai pengawal pribadi keluarga kerajaan Arab Saudi. Tugas pertamanya adalah mengawal Pangeran Talal bin Abdul Aziz, ayah dari pemilik Kingdom Holding Company, Pangeran Al-Walid bin Talal, ditahan di Hotel Ritz Carlton di Ibu Kota Riyadh, sejak Sabtu malam pekan lalu.

Pangeran Al-Walid termasuk dalam 201 kaum elite Arab Saudi - meliputi pangeran, pejabat, dan pengusaha kakap - ditangkap atas tudingan korupsi. Penangkapan ini atas perintah Komisi Pemberantasan Korupsi, dibentuk beberapa jam sebelumnya dan diketuai oleh Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman.

Buku Saudi Bodyguard karya Mark Young ini bercerita dengan bahasa bertutur sebagai orang pertama mengenai pengalamannya selama menjadi pengawal pribadi keluarga Kerajaan Arab Saudi, termasuk Raja Salman bin Abdul Aziz.   

*******

Athena-Riyadh-London

Kami menginap di Hotel Arion Astir Palace selama empat hari. Pangeran Talal bin Abdul Aziz memutuskan untuk mengunjungi London. Ini mengagetkan lantaran kami berharap dia memperpanjang lawatannya di Yunani.

Sebelum Pangeran Talal terbang pada pagi, 5 September 1979, saya dan satu tim inpeksi lebih dulu pergi ke London. Kami melakukan sejumlah pemeriksaan di beberapa tempat bakal didatangi sang pangeran, termasuk hotel tempat menginap, sebelum dia mendarat sorenya.

Menjadi pengawal keluarga kerajaan Arab Saudi merupakan sebuah dunia tidak saya kenal sebelumnya, sebuah lingkungan tidak dilihat banyak orang. Tapi lebih baik tidak dilihatan oleh orang kebanyakan dalam waktu lama karena secara mudah bisa menimbulkan gangguan kejiwaan.

Contohnya cerita soal Pangeran Talal menampafr sekretarisnya, Nicolas Abboud ketika akan naik ke pesawat. Abboud buru-buru turun meninggalkan pangeran saat pintu pesawat terbuka setelah mendarat.

Setengah jam kemudian, kami diberitahu pesawat membawa Pangeran Talal mengubah arah dari Athena menjadi ke Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. Alasannya, dia mesti menandatangani sejumlah dokumen. Kunjungan Pangeran Talal ke London ditunda sehari. Ini kali pertama saya menyadari bagaimana bangsawan Saudi menggunakan jet pribadi mereka seperti kebanyakan orang memakai mobil.

Karena ada libur sehari, saya memanfaatkan kesempatan itu buat pulang ke rumah. Beberapa detik setelah pintu saya ketuk, istri saya nan cantik (Sue) telah berdiri di hadapan saya. Dia langsung menyergap, menciumi, dan, memeluk saya seolah saya sudah pergi setahun lamanya.

Dia lalu menggandeng saya menemui anak-anak tengah bermain dengan mainan mereka di ruang tamu. Saya meraih dan menciumi mereka. Sue lantas memluk kami semua.

"Saya hanya libur semalam dan harus kembali ke London selama beberapa hari."
"Baiklah," jawab Sue. Dia memandangi saya seolah ada perubahan besar pada diri saya.
"Ada apa, kenapa kamu terus memandangi saya?"
"Saya cuma ingin memandangi kamu selama mungkin sebelum kamu pergi lagi, itu saja."

Saya tidak menyadari isyarat Sue sebenarnya marah karena saya mesti bekerja jauh dari rumah.

Besoknya, Kamis, 6 September 1979, saya menuju ruang VIP Alcock and Brown di Bandar Udara Heathrow untuk menanti kedatangan Pangeran Talal dan keluarganya. Kali ini, lawatannya bakal disambut dengan cermat. Mobil-mobil kepunyaan Pangeran Talal sudah datang dari Yunani dan segera konvoi sang pangeran meluncur keluar dari pesawat dan adrenalin saya kembali mengalir tanpa putus.   

Buku Saudi Bodyguard karya Mark Young. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Diperas dengan gaji kecil

Kerja enam hari dalam sepekan dengan jam kerja lebih dari 12 jam dan tidak ada uang lembur, Mark Young cuma digaji oleh Puteri Rima seratus pound sterling per minggu.

Buku Saudi Bodyguard kaya Mark Young. (Faisal Assegaf, Albalad.co)

Bekerja untuk Puteri Rima

Mark Young sebenarnya tidak merasa sreg bekerja untuk Puteri Rima.

Buku Saudi Bodyguard karya Mark Young. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Bertukar nomor telepon dengan Puteri Rima

Padahal saya ingin tahu bagaimana ronde kedua antara Pangeran Talal dengan para pelacurnya, tapi Reg menyuruh saya pergi.

Buku Saudi Bodyguard karya Mark Young. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Pelacur berambut pirang pilihan Pangeran Talal

Laila Khalid, pemilik butik Haya I di London, merupakan germo langganan para pangeran Arab Saudi.





comments powered by Disqus

Rubrik buku Terbaru

Diperas dengan gaji kecil

Kerja enam hari dalam sepekan dengan jam kerja lebih dari 12 jam dan tidak ada uang lembur, Mark Young cuma digaji oleh Puteri Rima seratus pound sterling per minggu.

13 Januari 2018
Bekerja untuk Puteri Rima
06 Januari 2018

TERSOHOR