buku

Pelacur berambut pirang pilihan Pangeran Talal

Laila Khalid, pemilik butik Haya I di London, merupakan germo langganan para pangeran Arab Saudi.

23 Desember 2017 23:55

Albalad.co berhasil mendapatkan izin dari penulis buku Saudi Bodyguard, Mark Young, untuk menerjemahkan sekaligus menerbitkan isi bukunya di Albalad.co. Seperti biasa, rubrik buku ini muncul saban Sabtu dan dimulai sejak 11 November lalu.

Albalad.co sejatinya memperoleh salinan buku Saudi Bodyguard dalam bentuk PDF tersebut langsung dari Mark Young, mantan pengawal para pangeran dan puteri di Kerajaan Arab Saudi, pada 1 September lalu. Baru ketika perkembangan dramatis terjadi saat ini di negara Kabah itu, Albalad.co memutuskan melansir terjemahan dari isi buku setebal lebih dari 400 halaman dan diterbitkan pada 2010 itu.

Mark Young, berasal dari Inggris, adalah pemegang sabuk hitam karate. Ayahnya adalah mantan anggota pasukan elite Inggris dan bekas anggota MI6, dinas intelijen Inggris.

Sejak Mei 1976, dia mulai menjadi instruktur dan membuka tiga sekolah karate. Tiga tahun kemudian, dia memulai kariernya sebagai pengawal pribadi keluarga kerajaan Arab Saudi. Tugas pertamanya adalah mengawal Pangeran Talal bin Abdul Aziz, ayah dari pemilik Kingdom Holding Company, Pangeran Al-Walid bin Talal, ditahan di Hotel Ritz Carlton di Ibu Kota Riyadh, sejak Sabtu malam pekan lalu.

Pangeran Al-Walid termasuk dalam 201 kaum elite Arab Saudi - meliputi pangeran, pejabat, dan pengusaha kakap - ditangkap atas tudingan korupsi. Penangkapan ini atas perintah Komisi Pemberantasan Korupsi, dibentuk beberapa jam sebelumnya dan diketuai oleh Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman.

Buku Saudi Bodyguard karya Mark Young ini bercerita dengan bahasa bertutur sebagai orang pertama mengenai pengalamannya selama menjadi pengawal pribadi keluarga Kerajaan Arab Saudi, termasuk Raja Salman bin Abdul Aziz.   

*******

Pelacur berambut pirang pilihan Pangeran Talal

Pangeran Talal bin Abdul Aziz telah muncul di pintu pesawat Boeing 727 miliknya, kali ini berpakaian Savile Row berwarna hitam. Dia kelihatan seperti jutawan. Hari itu, cuaca cerah dan matahari bersinar terang. Setelah menyelesaikan persoalan dokumen, kami dan rombongan Pangeran Talal segera meninggalkan Bandar Udara Heathrow.

Kami menuju London dengan kawalan M4. Pangeran Talal dan keluarganya akan menginap di apartemen mereka di Roebuck House di Palace Street, Westminster, tepat di belakang Istana Buckingham. Apartemen ini hanya sedikit dari properti kepunyaan Pangeran Talal di blok tersebut. Sedangkan kami menginap di sebuah hotel di kawasan Carlisle Place.

Salah satu kawan Pangeran Talal, Adnan Khashoggi, merupakan dealer senjata, juga mempunyai sebuah apartemen di blok itu. Istri Khashoggi, Soraya, berselingkuh dengan anggota parlemen Inggris Jonathan Aitken, hingga hamil. Dia kemudian melahirkan anak perempuan diberi nama Petrina.

Soray juga mempunyai hubungan gelap dengan Pangeran Talal. Sampai-sampai dia mengecat rambutnya menjadi pirang lantaran Pangeran Talal menyukai perempuan berambut blonde.

Selain itu, Soraya juga memiliki hubungan istimewa selama lima tahun dengan Winston Churchill, cucu dari Perdana Menteri Inggris Winston Leonard Spencer-Churchill. Dia menyebut Winston sebagai kekasih super.

Pangeran Talal tinggal di London selama tiga atau empat hari. Malam pertama dia sekeluarga menghabiskan waktu di rumah. Saya menemui Joseph, sopir pribadi Pangeran Talal, dan mengobrol dengan dia. Pertemanan kami kian akrab.

Besoknya, ketika saya saya sedang berjaga, Joseph mendekati saya dan memberikan secarik kertas berisi informasi. Ketika saya sedang sendirian di serambi rumah Pangeran Talal, saya mengambil kertas itu dari kantong celana saya dan mulai membaca catatan diberikan Joseph.

Joseph menulis dia seorang gay dan dia ingin mengajak saya jalan bareng. Saya langsung membuat dia kecewa. Saya katakan saya ini lelaki sejati. Dia mulanya terlihat sangat marah tapi dia akhirnhya menerima jawaban saya dengan baik. Meski begitu hubungan kami sebagai rekan kerja berjalan bagus.

Jumat sore, 7 September 1979, Pangeran Talal menemui temannya, Sammy, di Belgravia. Kami kemudian ke Haya I, sebuah toko pakaian wanita supermahal, di Grafton Street, Mayfair.

Pemilik toko tersebut adalah Laila Khalid, kerap memasok pelacur bagi para pangeran Arab Saudi. Laila kala itu berumur 40-an tahun, berbadan sedang dengan tinggi sekitar 170 sentimeter. Gaya berpakaiannya menarik dan sangat berkelas.

Butik-butik miliknya merupakan ujung tombak bisnis pelacuran. Surat kabar the News of the World pernah melansir sebuah artikel pada 1982 mengenai dirinya dan bisnis prostitusinya di Inggris.

Kami telah mengecek semua sudut toko Haya I sebelum Pangeran Talal tiba. Para sopir tetap tinggal dalam mobil mereka. Laila menyambut Pangeran Talal dan memperkenalkan dia kepada tiga perempuan muda ayu dan seksi. Dua orang berambut hitam dan satunya lagi berambut pirang. Masing-masing memiliki tinggi sekitar 175 sentimeter.

Gadis berambut pirang itu bermata biru tajam dan sangat cerah. Kedua payudaranya montok dan pinggangnya ramping. Kedua kakinya panjang dengan paha kecil. Benar-benar cantik. Rambut panjangnya dibiarkan terurai dengan sedikit keriwil. Bibirnya dihiasi lisptik berwarna merah muda terang.

Seperti biasa, Pangeran Talal akhirnya memilih perempuan blonde tersebut. Sedangkan Sammy mesti memilih satu dari dua gadis tersisa.

Kedua pelacur lainnya itu sama-sama berambut panjang dan berwarna hitam. Yang satu bermata coklat dan seorang lagi bermata hijau. Sama-sama berpayudara besar. Yang satu berbadan ramping dan seorang lagi berubuh montok. Yang satu memakai lipstik berwarna merah terang.

Pakaian-pakaian di Haya I sangat indah dan mahal. Rata-rata berharga seribu pound sterling. Pangeran Talal membelikan ketiga pelacur itu masing-masing satu pakaian. Mereka mesti memakainya nanti malam. Sekarang sudah jam tiga sore.

Setelah Pangeran Talal duduk nyaman dalam mobilnya, kami pergi lagi. Ke mana saja kami menuju, mobil kepunyaan pangeran selalu menarik perhatian orang sekitar. Mercedes Benz milik Pangeran Talal itu mempunyai panjang 6,1 meter dan lebar dua meter. Benar-benar limusin besar.

Mercedes itu memiliki setir di sisi kiri dan jok-joknya bagian depannya dilapisi kulit berwarna biru laut. Dia bagian penumpang dilengkapi sebuah televisi berwarna, perekam kasiet video, sebuah lemari koktail, dan telepon.

Konvoi kami mengikuti satu mobil pengamanan. Kami kembali ke apartemen Pangeran Talal. Setiba di sana sudah kosong. Anak-anak pangeran sedang keluar. Saya lalu menuju dapur untuk mencari Joseph. Kami berbincang di sana.

"Apa yang bikin Pangeran Talal begitu senang?" tanya dia.
"Joseph, saya tidak tahu. Saya berharap kami akan memberitahu saya."
"Omong-omong, akan pergi nanti malam untuk isi batere (bercinta dengan pelacur pilihannya tadi sore," kata Joseph.

Saya pikir saya juga bisa beristirahat. Jarum di tangan saya sudah menunjukkan pukul empat sore. Masih ada dua jam sebelum bertugas lagi.

Saya tertidur di kursi berlengan. Saya baru bangun ketika ada yang menepuk bahu saya pada jam 6.30 malam. Kami akan segera bergerak lagi.

Para spir bergegas menuju mobil mereka masing-masing dan Pangeran Talal keluar dari apartemen dengan berpakaian warna biru. Sisirannya dibuat oleh penata rambut pribadinya, sedang Joseph bertugas mengatur pakaian akan dikenakan sang pangeran.

Malam itu sangat indah dan tentu akan bakal kian indah buat Pangeran Talal. Maklum saja, dia akan bersenang-senang dengan pelacur berambut pirang pilihannya tadi sore.

Kami lantas menuju kediaman Sammy dan kami diminta menunggu tiga pelacur muda tersebut. Tidak lama kemudian, ketiga gadis molek itu muncul dengan pakaian dibelikan Pangeran Talal tadi sore. Mereka benar-benar ayu.

Pangeran Talal memerintah Terry ke restoran Cina milik Michael Chow di Knightsbridge. Dalam perjalanan, suasana benar-benar berubah. Ada kegembiraan terasa di sana.

Saya memilih bebek Peking dengan kue dadar, timun, saus hoisin sebagai menu makan malam. Chow memeriksa semua pesanan rombongan agar sesuai keinginan Pangeran Talal. Setelah memastikan semuanya disetujui pangeran, Chow meninggalkan kami untuk bersantap.

Setelah menghabiskan sajian, saya bergegas keluar restoran untuk memeriksa keadaan sekitar. Tidak boleh ada sekelompok pemabuk atau perusuh berada di dekat rombongan Pangeran Talal. itu prosedurnya.

Teryry lalu disuruh mengantar Pangeran Talal ke klub malam Annabel di Berkeley Square. Setiba kami di sana, Mark Thatcher, putra dari Perdana Menteri Inggris Margaret Thatcher, tengah menyumpahi polisi menjadi pengawal pribadinya, ketika akan meninggalkan klub malam tersebut.

Reg dan saya langsung bergabung dalam kerumunan orang setelah masuk ke dalam Annabel. Beberapa selebritas terlihat di sana.

Kami berdua mengawasi orang-orang berada di sekeliling Pangeran Talal. Sammy tengah asyik berdansa dengan dua pelacur berrambut hitam panjang. Sedangkan Pangeran Talal sedang duduk mengobrol pelacur pirang pilihannya sambil meneguk wiski Jhonny Walker Balck Label.

Pangeran Talal dan pelacurnya memperhatikan Sammy tengah berjodet dengan dua pelacur tersebut. Saya memperhatikan sang pangeran. Dalam hitungan menit, Pangeran Talal meminta Reg segera menyiapkan mobilnya. Dia kelihatan gelisah dan kami harus segera pergi.

Sammy dan dua pelacurnya ditinggal. Kami langsung kembali ke Roebuck House. Pangeran Talal sedang uring-uringan. Hasilnya, benar-benar mengagetkan kami. Reg dan saya dipecat malam itu.

Saya membayangkan apa kesalahan saya. Sebelum meninggalkan apartemen Pangeran Talal, saya ke dapur dan mengambil sebotol Coke. Joseph muncul seraya tersenyum. Dia juga mengambil sebotol Coke lalu kami duduk mengobrol.

Dia kemudia tertawa dan memberitahu apa yang sebenarnya terjadi tadi di Annabele. "Perempuan duduk di samping Pangeran Talal mendekat dan mulai mengelus-elus paha sang pangeran. Kemudian dia mulai berbisik di telinga Pangeran Talal. Ketika dia kian memanjakan pangeran, gairahnya tidak terhankan dan Pangeran Talal ejakulasi!"

Apakah kamu bercanda?" ujar saya seraya tertawa bareng Joseph. Saya meragukan penjelasan Joseph tapi tidaknya itu membantu menjelaskan kenapa kami tiba-tiba harus meninggalkan klub malam Annabele.

"Jangan kuatir," ucap Joseph seraya tertawa. "Pangeran Talal akan mencoba lagi besok.
 

 

Mendiang Raja Arab Saudi Khalid bin Abdul Aziz. (globalsecurity.org)

Raja Khalid wafat

Raja Arab Saudi Khalid bin Abdul Aziz mengembuskan napas terakhir karena serangan jantung.

Buku Saudi Bodyguard karya Mark Young. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Tangani pasien ganti kelamin

Julie frustasi karena dokter memberitahu catatan medisnya kepada polisi dan pasien lain.

Buku Saudi Bodyguard karya Mark Young. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Pangeran gay dari Qatar

Saya merasa makin tidak nyaman setelah Syekh Abdullah meletakkan tangannya di atas lutut saya. tadinya saya berpikir itu bentuk persahabatan. Tapi dia kemudian mulai mengusap-usap lutut saya.

Buku Saudi Bodyguard karya Mark Young. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Budak seks anak pejabat Arab Saudi

Putra dari atase militer Arab Saudi di London menjadikan pembantunya asal Filipina sebagai budak seks.





comments powered by Disqus

Rubrik buku Terbaru

Raja Khalid wafat

Raja Arab Saudi Khalid bin Abdul Aziz mengembuskan napas terakhir karena serangan jantung.

21 April 2018
Pangeran gay dari Qatar
07 April 2018

TERSOHOR