buku

Bertukar nomor telepon dengan Puteri Rima

Padahal saya ingin tahu bagaimana ronde kedua antara Pangeran Talal dengan para pelacurnya, tapi Reg menyuruh saya pergi.

30 Desember 2017 19:52

Albalad.co berhasil mendapatkan izin dari penulis buku Saudi Bodyguard, Mark Young, untuk menerjemahkan sekaligus menerbitkan isi bukunya di Albalad.co. Seperti biasa, rubrik buku ini muncul saban Sabtu dan dimulai sejak 11 November lalu.

Albalad.co sejatinya memperoleh salinan buku Saudi Bodyguard dalam bentuk PDF tersebut langsung dari Mark Young, mantan pengawal para pangeran dan puteri di Kerajaan Arab Saudi, pada 1 September lalu. Baru ketika perkembangan dramatis terjadi saat ini di negara Kabah itu, Albalad.co memutuskan melansir terjemahan dari isi buku setebal lebih dari 400 halaman dan diterbitkan pada 2010 itu.

Mark Young, berasal dari Inggris, adalah pemegang sabuk hitam karate. Ayahnya adalah mantan anggota pasukan elite Inggris dan bekas anggota MI6, dinas intelijen Inggris.

Sejak Mei 1976, dia mulai menjadi instruktur dan membuka tiga sekolah karate. Tiga tahun kemudian, dia memulai kariernya sebagai pengawal pribadi keluarga kerajaan Arab Saudi. Tugas pertamanya adalah mengawal Pangeran Talal bin Abdul Aziz, ayah dari pemilik Kingdom Holding Company, Pangeran Al-Walid bin Talal, ditahan di Hotel Ritz Carlton di Ibu Kota Riyadh, sejak Sabtu malam pekan lalu.

Pangeran Al-Walid termasuk dalam 201 kaum elite Arab Saudi - meliputi pangeran, pejabat, dan pengusaha kakap - ditangkap atas tudingan korupsi. Penangkapan ini atas perintah Komisi Pemberantasan Korupsi, dibentuk beberapa jam sebelumnya dan diketuai oleh Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman.

Buku Saudi Bodyguard karya Mark Young ini bercerita dengan bahasa bertutur sebagai orang pertama mengenai pengalamannya selama menjadi pengawal pribadi keluarga Kerajaan Arab Saudi, termasuk Raja Salman bin Abdul Aziz.   

*******

Bertukar nomor telepon dengan Puteri Rima

Pada Sabtu pagi, saya ditugaskan mengawal Pangeran Turki bin Talal karena para pengawalnya belum datang. Dia akan mengunjungi kakak perempuannya di Belgravia. Graham, sopir Pangeran Turki, langsung membawa kami Lowndes Close dan saya menyaksikan sejumlah orang memperhatikan mobil Mercedes klasik turing diparkir di luar sebuah kandang kuda.

Puteri Rima bin Talal memiliki tinggi sekitar 1,6 meter dengan rambut panjang berwarna hitam. Saya perhatikan ada sedikit warna kemerahan di rambutnya lantaran dia memakai henna. Dia tidak gemuk. Dia berhidung besar khas orang Arab.

Ketika dia memperhatikan kami, dia tersenyum. Deretan giginya cemerlang, putih, dan rapih. Dia kemudia memeluk Pangeran Turki, dia kelihatan gembira bertemu adiknya itu.

Puteri Rima mengundang kami masuk ke dalam rumahnya. Ketika saya menunggu, dia bertanya apakah saya mau minum. Saya mengiyakan dan berterima kasih atas tawarannya itu. Sedangkan Graham menunggu di mobil.

Puteri Rima lalu membawa Pangeran Turki ke lobi dan memanggil suaminya. Saat Pangeran Walid bin Saud, suami dari Puteri Rima, berjalan menuruni anak tangga, saya tidak mampu menyembunyikan kekaguman saya. Dia bertubuh ramping dan mirip bintang film. Dia adalah setan berwajah ganteng dan dia sadar atas hal tersebut.

Pangeran Walid bin Saud memiliki banyak fulus, muka tampan, dan sejumlah mobil mahal. Saya membayangkan dia pasti sudah menaklukkan banyak perempuan. Dia sopan dan bebriccara dengan aksen Inggris. Dia termasuk salah satu anak bungsu dari banyak putra Raja Saud bin Abdul Aziz.

Pangeran Walid bersekolah di Millfield Public School di Inggris. Saat mengerjalan tugas akhirnya, dia pernah mendapat bimbingan dari Mayor James Hewitt, beberapa tahun kemudian diberitakan beragam media mempunyai hubungan istimewa dengan Puteri Diana. Mayor Hewitt menelepon Pangeran Walid untuk meminta bantuan agar kabar perselingkuhannya dengan Puteri Diana bisa ditutup.

Sopir pribadi Pangeran Walid adalah orang Inggris. Tukang bersih-bersih di kediaman pasangan Pangeran Walid dan Puteri Rima dari Amerika Selatan, sekretaris mereka asal Libanon, dan staf lainnya mereka bawa dari Arab Saudi.

Seraya menunggu, saya mengobrol dengan Ziad, sekretaris Puteri Rima. Tidak lam berselang, Pangeran Turki muncul dan Pangeran Walid serta Puteri Rima mengucapkan selamat tinggal. Kami pun kembali ke Roebuck House dan tiba di sana sejam kemudian.

Pengawal pribadi Pangeran Turki pun datang. Kami kembali ke rutinitas normal: bergegas dan menunggu. Kami menghabiskan banyak waktu untuk menanti. Satu waktu segalanya berlangsung tenang, momen lainnya bisa sangat sibuk.

Malam itu, Puteri Rima mengunjungi ayahnya, Pangeran Talal, dan menanyakan apakah dia bisa mengajak jalan ketiga adiknya - Pangeran Turki, Puteri Sarah, dan Puteri Nura - menonton film di bioskop.

Izin diberikan. Dia hanya meminta satu pengawal untuk mendampingi mereka. Dia memiih saya. Padahal saya ingin tahu bagaimana ronde kedua antara Pangeran Talal dengan para pelacurnya, tapi Reg menyuruh saya pergi.

Kami pergi ke bioskop dengan dua mobil. Di lobi bioskop, Puteri Rima bertanya dengan sopan, "Apa rencanamu kalau ayah saya sudah meninggalkan Inggris?"
"Saya belum punya rencana, Yang Mulia," jawab saya.
"Bolehkan saya meminta nomor teleponmu karena saya mungkin ada perlu dengan kamu?"
"Tentu saja," kata saya.

Saya lantas memberikan nomor telepon seluler saya kepada {uteri Rima. Dia juga melakoni hal serupa. Hanya saja terlintas dalam pikiran saya apakah perilaku ini cocok di mata keluarga kerajaan.

"Tolong pastikan kamu menelepon saya setelah ayah saya pergi."
"Tentu saja saya akan menghubungi Anda," ujar saya meyakinkan.

Hari minggu datang dan pergi begitu saja. Selain makan malam di the Elephant on the River, kami menghabiskan waktu membosankan di apartemen. Perbincangan berpusat pada rencana kepergian Pangeran Talal, dijadwalkan pada Selasa, 11 September 1979.  

Saya sudah diingatkan keluarga kerajaan Arab Saudi kerap berubah pikiran soal segala hal. Kadang mereka mengubah hari keberangkatan, tapi mereka selalu berubah rencana dari menit ke menit. Hingga akhirnya kami sudah berangkat Selasa, seperti direncanakan, menuju ruang tunggi VIP Alcock and Brwn di Bandar Udara Heathrow.

Ketika memasuki ruang tunggu tersebut, Puteri Rima sudah berada di sana. Dia mengingatkan saya untuk menelepon dia setelah ayahnya terbang. Setelah Pangeran Talal sekeluarga naik ke dalam pesawat pribadi, kami mesti menunggu setengah jam untuk memastikan tidak ada masalah atau Pangeran Talal balik lagi untuk sebuah urusan.

Dalam beberapa kasus, pesawat pribadi Pangeran Talal balik lagi karena dia berubah pikiran dan memutuskan tinggal lebih lama di suatu tempat. Saya merasa dia menggunakan jet pribadi seperti orang lain memakai mobil mereka.

Buku Saudi Bodyguard karya Mark Young. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Diperas dengan gaji kecil

Kerja enam hari dalam sepekan dengan jam kerja lebih dari 12 jam dan tidak ada uang lembur, Mark Young cuma digaji oleh Puteri Rima seratus pound sterling per minggu.

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz mencium tangan abang tirinya, Pangeran Talal bin Abdul Aziz saat datang menjenguk di Rumah Sakit Raja Faisal, Riyadh, November 2017. (Sabq)

Mogok makan Pangeran Talal

Raja Salman menjenguk dia di rumah sakit akhir November tahun lalu.

Buku Saudi Bodyguard kaya Mark Young. (Faisal Assegaf, Albalad.co)

Bekerja untuk Puteri Rima

Mark Young sebenarnya tidak merasa sreg bekerja untuk Puteri Rima.

Buku Saudi Bodyguard karya Mark Young. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Pelacur berambut pirang pilihan Pangeran Talal

Laila Khalid, pemilik butik Haya I di London, merupakan germo langganan para pangeran Arab Saudi.





comments powered by Disqus

Rubrik buku Terbaru

Diperas dengan gaji kecil

Kerja enam hari dalam sepekan dengan jam kerja lebih dari 12 jam dan tidak ada uang lembur, Mark Young cuma digaji oleh Puteri Rima seratus pound sterling per minggu.

13 Januari 2018
Bekerja untuk Puteri Rima
06 Januari 2018

TERSOHOR