buku

Bekerja untuk Puteri Rima

Mark Young sebenarnya tidak merasa sreg bekerja untuk Puteri Rima.

06 Januari 2018 06:00

Albalad.co berhasil mendapatkan izin dari penulis buku Saudi Bodyguard, Mark Young, untuk menerjemahkan sekaligus menerbitkan isi bukunya di Albalad.co. Seperti biasa, rubrik buku ini muncul saban Sabtu dan dimulai sejak 11 November lalu.

Albalad.co sejatinya memperoleh salinan buku Saudi Bodyguard dalam bentuk PDF tersebut langsung dari Mark Young, mantan pengawal para pangeran dan puteri di Kerajaan Arab Saudi, pada 1 September lalu. Baru ketika perkembangan dramatis terjadi saat ini di negara Kabah itu, Albalad.co memutuskan melansir terjemahan dari isi buku setebal lebih dari 400 halaman dan diterbitkan pada 2010 itu.

Mark Young, berasal dari Inggris, adalah pemegang sabuk hitam karate. Ayahnya adalah mantan anggota pasukan elite Inggris dan bekas anggota MI6, dinas intelijen Inggris.

Sejak Mei 1976, dia mulai menjadi instruktur dan membuka tiga sekolah karate. Tiga tahun kemudian, dia memulai kariernya sebagai pengawal pribadi keluarga kerajaan Arab Saudi. Tugas pertamanya adalah mengawal Pangeran Talal bin Abdul Aziz, ayah dari pemilik Kingdom Holding Company, Pangeran Al-Walid bin Talal, ditahan di Hotel Ritz Carlton di Ibu Kota Riyadh, sejak Sabtu malam pekan lalu.

Pangeran Al-Walid termasuk dalam 201 kaum elite Arab Saudi - meliputi pangeran, pejabat, dan pengusaha kakap - ditangkap atas tudingan korupsi. Penangkapan ini atas perintah Komisi Pemberantasan Korupsi, dibentuk beberapa jam sebelumnya dan diketuai oleh Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman.

Buku Saudi Bodyguard karya Mark Young ini bercerita dengan bahasa bertutur sebagai orang pertama mengenai pengalamannya selama menjadi pengawal pribadi keluarga Kerajaan Arab Saudi, termasuk Raja Salman bin Abdul Aziz.   

*******

Bekerja untuk Puteri Rima

Pada 15 September 1979, saya tengah mandi dan baru saja menyiramkan sampo ke rambut saya ketika telepon rumah berdering. Sue mengangkat panggilan itu dan memberikan gagang telepon kepada saya. "Saya kira kamu lebih baik menjawab panggilan ini. Suaranya mirip lelaki Arab buat saya," kata Sue.

Seraya memaki dalam hati, saya menjawab panggilan tersebut. Rupanya yang menelepon Ziad, sekretaris Puteri Rima bin Talal. Sudah empat hari berlalu sejak Pangeran Talal bin Abdul Aziz meninggalkan Inggris dan waktu berjalan cepat.

"Kenapa Anda tidak menghubungi puteri (Puteri Rima)?" tanya dia.
"Ziad, Anda pasti sedang membaca pikiran saya. Saya baru saja berpikir untuk menelepon dia," kata saya berbohong.
"Puteri ingin bertemu Anda sekarang. Bisakah Anda pergi ke London segera?"
"Saya mungkin bisa tiba di sana dalam sejam, apakah oke?" ujar saya.
"Ya baik, saya juga bakal menunggu kamu. Usahakan jangan terlalu lama."

Saya lalu meletakkan gagang telepon.
"Itu Ziad, sekretaris Puteri Rima. Dia meminta saya pergi menemui Puteri Rima."
"Apakah kamu akan pergi lama?" tanya Sue.
"Saya rasa tidak. Barangkali tiga jam paling lama."

Ketika saya mencium Sue untuk mengucapkan selamat tinggal, dia berbisik di kuping saya. "Semoga berhasil."
Saya tersenyum dan bergegas pergi ke London.

Saya seharusnya menari kesenangan. Tapi saya malah merasa sebaliknya. Kenapa saya merasakan sebuah misteri. Mungkin tubuh dan pikiran saya masih lelah akibat kunjungan Pangeran Talal.

Saya merasa gelisah saat tiba di Lowndes Close, kediaman Puteri Rima. Ini benar-benar aneh. Saya tidak pernah merasakan hal ini sebelumnya ketika saya berada di sekitar Puteri Rima atau stafnya. Insting saya mengatakan saya mestinya menuruti kegelisahan saya tapi saya cuek saja.

Saya lantas membunyikan bel pintu dan Ziad membukakan pintu. Dia bersemangat sekali menyalami saya dan menyuruh saya masuk.

Kami kemudian duduk di hadapan meja bundar besar, dekat bawah tangga. Di dinding samping meja tergantung sebuah cermin besar. Saya perhatikan Ziad beberapa kali memandang ke arah cermin itu. Sambil menunggu Puteri Rima, Ziad membuka percakapan dengan sebuah pertanyaan. "Bagaimana Anda bertemu Bill?"

Saya bercerita mengenai kedatangan saya ke rumah Bill dan bagaimana saya meminta pekerjaan sebagai pengawal pribadi.

"Ya, Bill menyebutkan hal itu kepada saya. Saya telah berbicara dengan Puteri Rima mengenai Anda. Ketika Anda mengawal Pangeran Turki bin Talal, dia menjadi lebih tertarik dengan Anda karena dia kemudian bisa mengenal Anda."

Jadi Bill jujur dengan omongannya. Saya memperhatikan Ziad. Pakaian abu-abu bergaris dia kenakan serasi dengan warna rambut dan kumisnya. Perawakannya sedang dengan rambut tipis. Dia berkulit pucat khas orang Libanon> Kalung salib dia pakai memberitahu saya, Ziad penganut Nasrani.

Ziad memiliki rasa percaya diri. Dia senang bersolek dan suka bercermin. Dia cerdik sekaligus licik.

Dalam satu atau dua menit berselang, Puteri Rima muncul dari ruang santai. Dia mengenakan gaun panjang berwarna putih dipadu celana panjang dan sepatu hitam. Saya langsung berdiri.

"Mari kita ke ruang santai," kata Puteri Rima dan saya segera mengekor dirinya. Ziad juga mengikuti saya. Puteri Rima lalu duduk di sebuah sofa besar berwarna hitam dan terbuat dari kulit. Dia bilang, "Silakan duduk."

Saya terpukau dengan ruangan santai dihiasi dekorasi berkilat. Merah, hitam, dan krom menyala membuat saya terpaku. Saya nantinya mengetahui ruangan itu dirancang oleh Zarach's dari Mayfair.

"Dapatkah Anda menceritakan kepada saya, apakah Anda ada kewajiban untuk melanjutkan pekerjaan dengan ayah saya?"
"Tidak, Yang Mulia. Saya sekarang bebas dan bisa bekerja dengan siapa saja saya mau."
"Saya ingin Anda bekerja untuk saya jika itu tidak bermasalah."
"Yang Mulia, tentu saja tidak ada masalah," jawab saya.
"Saya juga ingin kamu menjadi sopir saya, apakah kamu mau menerima tawaran ini?"

Saya sebenarnya tidak terlalu nyaman menjadi sopir pribadi, tapi sadar pekerjaan ini bisa menjamin saya dan keluarga, saya lalu bilang, "Saya senang dengan tawaran pekerjaan ini."

Puteri Rima kemudian meminta Ziad menelepon suaminya, Pangeran Walid bin Saud. Pangeran Walid mengatakan, "Anda mesti memahami kami tidak sekaya Pangeran Talal, ayah dari Puteri Rima. Sehingga kami tidak dapat membayar Anda setara gaji Anda terima dari Pangeran Talal."

"Saya mengerti," jawab saya tanpabertanya lagi. Memang benar mereka tidak sekaya Pangeran Talal, tapi mereka sudah terhitung multijutawan. Pangeran Walid ketika itu berumur 23 tahun dan Puteri Rima berusia 21 tahun. Dia berpikir saya cocok untuk pekerjaan tersebut. Pertemuan berakhir, saya lalu pergi.

Saya tiba di rumah pukul 21:30 malam dan membuka pintu pelan-pelan agar tidak mengganggu anak-anak. Seraya memeluk saya, dia bertanya, "Bagaimana hasilnya?"

"Saya memperoleh pekerjaan tapi uangnya tidak terlalu banyak. Setidaknya saya bekerja di London. Saya bisa pulang saban malam. Saya akan melihat bagaimana nanti." Sue memperhatikan saya kurang yakin.

"Kalau kamu tidak mau, tidak usah menerima tawaran itu."
"Saya punya waktu sepekan sebelum mulai bekerja, jadi saya akan memilirkan hal itu," jawab saya meski saya tahu saya tidak mungkin menolak pekerjaan tersebut.

Selama beberapa hari kemudian, saya merasa sulit memutuskan untuk mulai bekerja. Namun seminggu setelah pertemuan dengan Puteri Rima, saya akhirnya pergi bekerja untuk dirinya.

Buku Saudi Bodyguard karya Mark Young. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Tangani pasien ganti kelamin

Julie frustasi karena dokter memberitahu catatan medisnya kepada polisi dan pasien lain.

Buku Saudi Bodyguard karya Mark Young. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Pangeran gay dari Qatar

Saya merasa makin tidak nyaman setelah Syekh Abdullah meletakkan tangannya di atas lutut saya. tadinya saya berpikir itu bentuk persahabatan. Tapi dia kemudian mulai mengusap-usap lutut saya.

Buku Saudi Bodyguard karya Mark Young. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Budak seks anak pejabat Arab Saudi

Putra dari atase militer Arab Saudi di London menjadikan pembantunya asal Filipina sebagai budak seks.

Buku Saudi Bodyguard karya Mark Young. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Ritual bakar dupa Puteri Munirah

Gegara ritual bakar dupa dilakoni Puteri Munirah dan rombongannya, alarm Hotel Intercontinental di London lima kali meraung.





comments powered by Disqus

Rubrik buku Terbaru

Tangani pasien ganti kelamin

Julie frustasi karena dokter memberitahu catatan medisnya kepada polisi dan pasien lain.

14 April 2018
Pangeran gay dari Qatar
07 April 2018

TERSOHOR