buku

Makin tidak enak bekerja dengan Puteri Rima

"Bahkan saya diminta menghentikan kebiasaan minum Coca Cola. Ziad bilang Puteri Rima tidak sanggup lagi menyediakan Coca Cola bagi para stafnya."

03 Maret 2018 20:44

Albalad.co berhasil mendapatkan izin dari penulis buku Saudi Bodyguard, Mark Young, untuk menerjemahkan sekaligus menerbitkan isi bukunya di Albalad.co. Seperti biasa, rubrik buku ini muncul saban Sabtu dan dimulai sejak 11 November 2017.

Albalad.co sejatinya memperoleh salinan buku Saudi Bodyguard dalam bentuk PDF tersebut langsung dari Mark Young, mantan pengawal para pangeran dan puteri di Kerajaan Arab Saudi, pada 1 September 2017. Baru ketika perkembangan dramatis terjadi saat ini di negara Kabah itu, Albalad.co memutuskan melansir terjemahan dari isi buku setebal lebih dari 400 halaman dan diterbitkan pada 2010 itu.

Mark Young, berasal dari Inggris, adalah pemegang sabuk hitam karate. Ayahnya adalah mantan anggota pasukan elite Inggris dan bekas anggota MI6, dinas intelijen Inggris.

Sejak Mei 1976, dia mulai menjadi instruktur dan membuka tiga sekolah karate. Tiga tahun kemudian, dia memulai kariernya sebagai pengawal pribadi keluarga kerajaan Arab Saudi. Tugas pertamanya adalah mengawal Pangeran Talal bin Abdul Aziz, ayah dari pemilik Kingdom Holding Company, Pangeran Al-Walid bin Talal, ditahan di Hotel Ritz Carlton di Ibu Kota Riyadh, sejak Sabtu malam pekan lalu.

Pangeran Al-Walid termasuk dalam 201 kaum elite Arab Saudi - meliputi pangeran, pejabat, dan pengusaha kakap - ditangkap atas tudingan korupsi. Penangkapan ini atas perintah Komisi Pemberantasan Korupsi, dibentuk beberapa jam sebelumnya dan diketuai oleh Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman.

Buku Saudi Bodyguard karya Mark Young ini bercerita dengan bahasa bertutur sebagai orang pertama mengenai pengalamannya selama menjadi pengawal pribadi keluarga Kerajaan Arab Saudi, termasuk Raja Salman bin Abdul Aziz.   

*******

Makin tidak enak bekerja dengan Puteri Rima

Waktu berlalu terasa lambat hingga akhir Oktober 1981 dan saya tidak sanggup lagi menghadapi semua pengkhianatan dan cekcok para staf rumah tangga Puteri Rima binti Talal bin Abdul Aziz. Dari hari ke hari, Puteri Rima makin tidak menyukai saya. Dia juga menjadi kian sinis.

Suasana di kediaman Puteri Rima menjadi kurang ajar. Sudah berhari-hari saya merasa seperti di medan perang. Alhasil, menjadi sebuah kejutan menyenangkan ketika di awal November, Puteri Rima tersenyum saat melangah mrnuruni anak tangga. Dia telah siap untuk pergi belanja.

Kali ini kami pergi ke Briwn's di Jalan South Moulton. Dia kelihatan lebih gembira ketimbang biasanya. Saya memberikan ruang ketika dia tengah berjalan ke arah toko Brown's. Ketika kami dekat dengan toko itu, saya memperhatikan seorang lelaki bertampang Arab berlari cepat ke arah Puteri Rima. Saya belum pernah melihat pria itu.

Saat dia makin dekat dengan Puteri Rima, saya tidak mau mengambil risiko tidak melakukan apapun. Jadi saya segera meluncur ke arah lelaki tersebut dan menyergap dia.

Puteri Rima lalu berteriak, "hentikan! Itu saudara ipar saya, Pangeran Isadin!". Saya segera meminta maaf atas tindakan saya. Pangeran Isadin juga melakoni hal serupa.

Saya mengunjungi Pangeran Isadin di Hanover Gate Mansions dua kali dengan Michael. Dia dua kali dirampok dengan todongan senjata. Perampak mengambil uang dan perhiasan dari sang pangeran.

Tidak lama setelah kejadian itu, Pangeran Isadin mengidap AIDS. Dia akhirnya meninggal dan jenazahnya langsung diterbangkan ke Arab Saudi untuk dikuburkan.

Tidak pernah dilakukan otopsi kalau ada anggota keluarga kerajaan Arab Saudi dijemput ajal, meski kematiannya kontroversial. Biasanya disebutkan meninggal karena serangan jantung.

Dalam 18 bulan pertama pekerjaan saya sebagai serang pengawal pribadi, terdapat momen-momen menggembirakan, tapi sekarang tidak lagi. Saya tidak menyangka situasi di rumah Puteri Rima menjadi makin buruk.

Bahkan saya diminta menghentikan kebiasaan minum Coca Cola. Ziad bilang Puteri Rima tidak sanggup lagi menyediakan Coca Cola bagi para stafnya. Padahal dia memiliki harta senilai US$ 2,5 juta. Situasinya kian sulit dan makin menyiksa.

Sebagai contoh, kalau sebelumnya saya boleh membawa pulang mobil Puteri Rima ke rumah kalau pekerjaan selesai larut malam, kini kalau pulang jam sebelas malam, saya mesti naik kendaraan umum. Karena saya tinggal 30 kilometer di luar London, tentu saja aturan itu menyusahkan.

Apalagi biasanya jam kerja saya mulai pukul lima pagi hingga jam sebelas malam. Alhasil, Puterim Rima bisa menghembat biaya bahan bakar.   

Pangeran Misyari bin Saud bin Abdul Aziz bersama putranya, Pangeran Turki, di resor ski Megeve, Prancis. (Mark Young/Saudi Bodyguard)

Girangnya bekerja dengan Pangeran Misyari

Saudara-saudara kandung Pangeran Misyari bin Saud iri karena mereka tidak memiliki pengawal pribadi seperti saya.

Mark Young, penulis buku Saudi Bodyguard. (Twitter)

Ajari istri pangeran Arab Saudi menyetir mobil

Mark Young mengajari Puteri Al-Anud mengendarai mobil di Marbella.

Buku Saudi Bodyguard karya Mark Young. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Pangeran Misyari dan hobi bercinta dengan pelacur

Pangeran Misyari bin Saud bin Abdul Aziz pernah teledor. Dia memesan satu kamar di Hotel Incosol, di luar Marbella (Spanyol), atas namanya sendiri.

Pangeran Misyari bin Saud bin Abdul Aziz bersama putranya, Pangeran Turki, di resor ski Megeve, Prancis. (Mark Young/Saudi Bodyguard)

Perjalanan menyebalkan bareng Juan

Saya terpaksa meminta Pangeran Misyari mengirim uang lantaran Juan membawa lari semuanya.





comments powered by Disqus

Rubrik buku Terbaru

Girangnya bekerja dengan Pangeran Misyari

Saudara-saudara kandung Pangeran Misyari bin Saud iri karena mereka tidak memiliki pengawal pribadi seperti saya.

08 September 2018

TERSOHOR