buku

Tangani pasien ganti kelamin

Julie frustasi karena dokter memberitahu catatan medisnya kepada polisi dan pasien lain.

14 April 2018 23:55

Albalad.co berhasil mendapatkan izin dari penulis buku Saudi Bodyguard, Mark Young, untuk menerjemahkan sekaligus menerbitkan isi bukunya di Albalad.co. Seperti biasa, rubrik buku ini muncul saban Sabtu dan dimulai sejak 11 November 2017.

Albalad.co sejatinya memperoleh salinan buku Saudi Bodyguard dalam bentuk PDF tersebut langsung dari Mark Young, mantan pengawal para pangeran dan puteri di Kerajaan Arab Saudi, pada 1 September 2017. Baru ketika perkembangan dramatis terjadi saat ini di negara Kabah itu, Albalad.co memutuskan melansir terjemahan dari isi buku setebal lebih dari 400 halaman dan diterbitkan pada 2010 itu.

Mark Young, berasal dari Inggris, adalah pemegang sabuk hitam karate. Ayahnya adalah mantan anggota pasukan elite Inggris dan bekas anggota MI6, dinas intelijen Inggris.

Sejak Mei 1976, dia mulai menjadi instruktur dan membuka tiga sekolah karate. Tiga tahun kemudian, dia memulai kariernya sebagai pengawal pribadi keluarga kerajaan Arab Saudi. Tugas pertamanya adalah mengawal Pangeran Talal bin Abdul Aziz, ayah dari pemilik Kingdom Holding Company, Pangeran Al-Walid bin Talal, ditahan di Hotel Ritz Carlton di Ibu Kota Riyadh, sejak Sabtu malam pekan lalu.

Pangeran Al-Walid termasuk dalam 201 kaum elite Arab Saudi - meliputi pangeran, pejabat, dan pengusaha kakap - ditangkap atas tudingan korupsi. Penangkapan ini atas perintah Komisi Pemberantasan Korupsi, dibentuk beberapa jam sebelumnya dan diketuai oleh Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman.

Buku Saudi Bodyguard karya Mark Young ini bercerita dengan bahasa bertutur sebagai orang pertama mengenai pengalamannya selama menjadi pengawal pribadi keluarga Kerajaan Arab Saudi, termasuk Raja Salman bin Abdul Aziz.   

*******

Tangani pasien ganti kelamin

Sekarang di akhir musim semi 1982 dan sebuah tugas menarik sudah ada dalam agenda.

Martin menghubungi saya. Dia mempunyai perusahaan investigasi dan mata-mata. Mantan komandannya dari Polisi Militer Inggris meminta bantuannya. Martin menanyakan apakah saya sedang bebas. Saya mengiyakan dan saya bilang saya menyukai tantangan dia berikan kepada saya.

Martin bercerita seorang pasien menggunakan sebuah palu menyerbu ke dalam ruang operasi dan menyerang seorang dokter perempuan. Beberapa barang an sebuah komputer berserakan di lantas setelah kejadian itu. Dokter nahas tersebut berlari ke bagian resepsi dan menderita luka ringan akibat serangan ini.

Tugas saya adalah menyelesaikan persoalan itu. Pelaku - setinggi 182 sentimeter - merupakan perempuan transeksual dan memiliki masalah kejiwaan.
Martin mengatakan kepada saya, dia kini bebas dengan jaminan.

Di hari pertama, saya menemui para staf dan dokter bekerja di tempat praktek menjadi lokasi penyerangan. Saya mendapat keterangan dokter lelaki bertugas di sana selingkuh. Dia mempunyai seorang pacar mengunjungi dia saban hari. Namun prioritas saya adalah mendapatkan informasi mengenai pasien pelaku penyerangan.

Semua orang di tempat praktek itu sangat ketakutan untuk bercerita. Mereka khawatir bakal dilukai oleh pelaku.

Saya diam-diam duduk di ruang tunggu seolah menjadi pasien. Staf di sana panik saban kali ada pasien mendekat ke ruang operasi.

Para staf berbicara terus terang, mereka ketakutan dan hati-hati membahas soal pasien. Saya melaporkan tentang hasil pekerjaan ke kantor Martin tiap hari. Mereka senang dengan perkembangan terjadi.

Tiba-tiba saja di hari ketiga, ketika saya berada dalam ruang operasi, suara sangat keras menghantam kaca jendela. Para staf amat ketakutan dan berteriak ke arah saya. Barangkali mereka mengira saya tuli dan tidak memperhatikan suara keras itu.

Mereka berteriak, "Dia memegang martil" saat saya dengan cekatan melangkah keluar dari ruang operasi. Saya meminta perempuan itu berhenti. Dia kemudian membalikkan badannya dan menghadap ke arah saya. Dia agresif dan berteriak sambil mengangkat palu di atas kepalanya. Dia bertanya, "Apakah saya seorang pengawal atau sejenis itu?"

Saya meminta dia tenang ketika saya berjalan mendekati dirinya. Saya membuka tangannya untuk menunjukkan saya tidak bersenjata. Saya menanyakan nama dan dia menjawab, "Julie."

Sekarang saya paham seperti apa target saya. Dia menatap saya dengan pandangan menyolok. Dia mempunyai bahu lebar, rambut hitam kecoklatan. Di wajahnya masih terdapat sisa riasan. Dia menggenggam erat sebuah martil. Dengan tinggi badan 182 sentimeter, dia terlalu kokoh untuk sosok serang perempuan.

Saya bilang saya ingin mendengar pendapatnya. Dengan memberi kesempatan Julie berbicara, saya berksempatan untuk mempelajari kondisi kejiwaannya.

Julie pun melunak. Saya kemudian meminta dia duduk bareng dengan saya di sebuah pojokan. Dia pun mulai bercerita. Ketika menutur kisahnya dia menangis dan saya melihat sebuah penderitaan di matanya.

Yang membikin dia sangat marah adalah dokter di tempat praktek itu telah memberikan catatan medis dan biodatanya kepada polisi dan sejumlah pasien operasi. Julie telah melaporkan hal ini ke Dewan Kesehatan Inggris dan masih belum memperoleh jawaban.

Masih ada persoalan lain. Dokter menghapus nama Julie dari daftar antrean pasien operasi. Ini membuat dia makin kalap.

Julie jadi frustasi. Poisi menangkap dia dengan tudingan melakukan penyerangan dan menyebabkan kerusakan barang milik orang lain. Tapi polisi membebaskan dia setelah membayar uang jaminan dan dengan sejumlah syarat, termasuk dirinya dilarang mendekati tempat kejadian dalam jarak 92 meter.

Julie telah melanggar syarat itu. Saya merasa Julie hanya perlu diberi pemahaman. Saya bilang saya akan bertindak keras kalau dia tetap bersikap agresif. Dia mengiyakan.

Julie mengaku senang karena saya mau mendengarkan keluhan-keluhannya. Namun dia menekankan dia perlu membuat dokter itu ketakutan agar pikirannya merasa tenang. Saya tidak suka dengan hal itu. Saya menegaskan kepada Julie, kalau dia melewati batas, saya bakal mengambil tindakan keras.

Ruang operasi kelamin itu tidak lagi dalam ancaman. Jadi saya sudah mencapai tujuan pertama saya. Sekarang saya menuju sasaran kedua. Saya mengontak Martin dan mengatakan saya sudah bertemu Julie dan masalah sudah diselesaikan. Saya juga bilang kesepakatan antara Julie dan tempat praktek akan segera tercapai.

Dari manajer tempat prakter, saya mendapat informasi dokter lelaki bertugas di sana memiliki sebuah mobil sport warna merah marun, merupakan hasil penggelapan. Semakin banyak keterangan saya peroleh dari dokter perempuan di sana, kian jelas yang memiliki masalah adalah dokter itu, bukan Julie.

Ketika sebuah perasi ganti kelamin selesai, saya mengawal dokter itu ke mobilnya. Julie pun muncul dan dokter ini ketakutan sekali. Saya menenangkan dirinya dan saya bilang Julie bukan lagi ancaman.

Di sebuah pusat belanja, Julie menunjukkan sebuah papan mengumumkan mengenai keburukan dokter operasi kelamin di tempat prakteknya. Kepada orang-orang melintas dia bilang dokter telah merilis catatan medisnya kepada pihak lain. Saya kemudian mendekati Julie dan memberitahu dirinya polisi sedang menuju ke sana.

Ketika polisi tiba, Julie sudah tidak lagi cuap-cuap. Polisi kemudian memborgol kedua tangan Julie. Saya bertanya kenapa dia ditangkap karena dia tidak melanggar syarat bebas jaminan. Polisi lelaki bilang Julie sudah melanggar bebas bersyaratnya. Saya membantah namun polisi itu menegaskan jangan mencampuri urusan mereka.

Kemudian polisi menelepon saya dan bilang mereka memerlukan saya menjadi saksi. Mereka akan mengadili Julie dan berusaha menahan dirinya hingga sidang diagendakan.

Saya bertanya apakah Julie akan ditahan di penjara khusus perempuan? Polisi bilang dia akan mendekam di tahanan lelaki. Hal ini membikin saya marah.

Saya lantas menghubungi Mafrtin dan menceritakan seluruh perkembangan yang terjadi. Dia bilang dia setuju saya dengan segala keputusan saya ambil.

Besoknya, pengacara Julie mengontak saya. Dia menann=yakan apakah saya memberi kesaksian kepada polisi. Saya bilang tidak karena dua alasan. Pertama, Julie tidak melanggar aturan bebas bersyaratnya. Kedua, saya tidak menyetujui Julie ditempatkan dalam penjara laki-laki.

Melalui pengacaranya, saya meminta jaminan dari Julie: kalau saya tidak memberi kesaksian, dia tidak akan menyerang dokter di tempat prakteknya. Saya juga meminta Julie mengikuti prosedur soal keluhan dia sampaikan ke Dewan Kesehatan Inggris.

Julie menyanggupi dua permintaan saya itu. Pengacaranya menelepon saya dan berterima kasih atas bangtuan bagi kliennya. Dia bilang Julie mengatakan saya ini orang baik. Julie mengajak saya minum tapi saya menolak dengan sopan.

Saya lalu melaporkan perkembangan itu ke kantor dan mereka puas dengan hasil kerja saya. Saya juga menceritakan hal itu kepada para dokter tempat praktek dan meyakinkan kepada mereka tidak ada yang perlu dilakukan lagi. Namun dokter perempuan tetap ingin Julie ditahan.

Saya pun berpamitan kepada Martin. Dia bilang bakal menghubungi saya lagi bila ada masalah.    

Pangeran Misyari bin Saud bin Abdul Aziz bersama putranya, Pangeran Turki, di resor ski Megeve, Prancis. (Mark Young/Saudi Bodyguard)

Girangnya bekerja dengan Pangeran Misyari

Saudara-saudara kandung Pangeran Misyari bin Saud iri karena mereka tidak memiliki pengawal pribadi seperti saya.

Mark Young, penulis buku Saudi Bodyguard. (Twitter)

Ajari istri pangeran Arab Saudi menyetir mobil

Mark Young mengajari Puteri Al-Anud mengendarai mobil di Marbella.

Buku Saudi Bodyguard karya Mark Young. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Pangeran Misyari dan hobi bercinta dengan pelacur

Pangeran Misyari bin Saud bin Abdul Aziz pernah teledor. Dia memesan satu kamar di Hotel Incosol, di luar Marbella (Spanyol), atas namanya sendiri.

Pangeran Misyari bin Saud bin Abdul Aziz bersama putranya, Pangeran Turki, di resor ski Megeve, Prancis. (Mark Young/Saudi Bodyguard)

Perjalanan menyebalkan bareng Juan

Saya terpaksa meminta Pangeran Misyari mengirim uang lantaran Juan membawa lari semuanya.





comments powered by Disqus

Rubrik buku Terbaru

Girangnya bekerja dengan Pangeran Misyari

Saudara-saudara kandung Pangeran Misyari bin Saud iri karena mereka tidak memiliki pengawal pribadi seperti saya.

08 September 2018

TERSOHOR