buku

Liburan musim panas Pangeran Faisal

Saya jadi yakin Marbella dalam bahasa Inggris dieja "FULUS!"

28 April 2018 23:55

Albalad.co berhasil mendapatkan izin dari penulis buku Saudi Bodyguard, Mark Young, untuk menerjemahkan sekaligus menerbitkan isi bukunya di Albalad.co. Seperti biasa, rubrik buku ini muncul saban Sabtu dan dimulai sejak 11 November 2017.

Albalad.co sejatinya memperoleh salinan buku Saudi Bodyguard dalam bentuk PDF tersebut langsung dari Mark Young, mantan pengawal para pangeran dan puteri di Kerajaan Arab Saudi, pada 1 September 2017. Baru ketika perkembangan dramatis terjadi saat ini di negara Kabah itu, Albalad.co memutuskan melansir terjemahan dari isi buku setebal lebih dari 400 halaman dan diterbitkan pada 2010 itu.

Mark Young, berasal dari Inggris, adalah pemegang sabuk hitam karate. Ayahnya adalah mantan anggota pasukan elite Inggris dan bekas anggota MI6, dinas intelijen Inggris.

Sejak Mei 1976, dia mulai menjadi instruktur dan membuka tiga sekolah karate. Tiga tahun kemudian, dia memulai kariernya sebagai pengawal pribadi keluarga kerajaan Arab Saudi. Tugas pertamanya adalah mengawal Pangeran Talal bin Abdul Aziz, ayah dari pemilik Kingdom Holding Company, Pangeran Al-Walid bin Talal, ditahan di Hotel Ritz Carlton di Ibu Kota Riyadh, sejak Sabtu malam pekan lalu.

Pangeran Al-Walid termasuk dalam 201 kaum elite Arab Saudi - meliputi pangeran, pejabat, dan pengusaha kakap - ditangkap atas tudingan korupsi. Penangkapan ini atas perintah Komisi Pemberantasan Korupsi, dibentuk beberapa jam sebelumnya dan diketuai oleh Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman.

Buku Saudi Bodyguard karya Mark Young ini bercerita dengan bahasa bertutur sebagai orang pertama mengenai pengalamannya selama menjadi pengawal pribadi keluarga Kerajaan Arab Saudi, termasuk Raja Salman bin Abdul Aziz.   

*******

Liburan musim panas Pangeran Faisal

Musim panas 1982. Ketika saya bangun tidur di Marbella, Spanyol, saya merasa seperti berada di surga. Saya kemudian mandi dan berpakaian. Saya lalu berkeliling di sekitar vila dan keluar menuju taman melalui pintu geser kaca berukuran besar.

Saya mengagumi hijaunya pepohonan dan hamparan rumput tebal. Di sebelah kanan saya terdapat deretan pohon palem mengelilingi sebuah kolam renang berbentuk ginjal.

Langit biru tampak cerah dan sengatan matahari seolah menyambut saya tengah menatap ke bawah bukit. Di sana terdapat Hotel Don Pepe dan laut lepas. Saya merasa dapat sangat cepat terbiasa bekerja di lingkungan seperti ini.

Vila saya tempati memiliki dua suite master dengan perabotan mengagumkan. Vila ini mempunyai beberapa kamar tidur. Lantainya berlapis granit Italia dan seluruh dindingnya bercat putih dan dihiasi sejumlah lukisan indah.

Salah satu suite berada di lantai bawah dan satunya lagi menempati keseluruhan lantai atas. Suite inilah kegemaran saya. Di sini ada bak berendam terbuat dari granit Italia. Ruang tengahnya dilengkapi sebuah bar.

Sehabis beristirahat malam sebelumnya, John keluar malam menuju Puerto Banus dan baru kembali ke vila dini hari. Saat keluar dari kamar tidurnya, dia bilang kepada saya, kami sudah kedatangan satu anggota rombongan Pangeran Faisal. Dia sudah berpesta malam sebelumnya dan bertemu John di pelabuhan.

Saya kemudian pelesiran menggunakan Mercedes untuk mengenai lingkunagn sekitar. Saya mengecek lokasi fasilitas kesehatan, restoran, toko desainer, dan hotel. Saya berkeliling ke mana saja mungkin berguna bagi diri saya dalam beberapa pekan ke depan.

Saya akhirnya mengetahui kebanyakan orang-orang supertajir menghabiskan waktu mereka di Puerto Banus. Jadi ke sanalah saya memacu Mercedes dan saya menemukan sebuah bangunan indah.

Saya memutar arah dan memarkir mobil saya di halaman sebuah masjid. Namanya La Mezquita Del Rey Abdul Aziz, sesuai nama Raja Arab Saudi pertama Abdul Aziz. Seorang pengurus memberitahu saya, dapat menampung lebih dari 800 jamaah dan memiliki sebuah perpustakaan mengagumkan.

Dia menjelaskan ada beberapa ruangan khusus untuk tempat salat kaum hawa. Masjid itu dilengkapi sebuah kubah besar dan beberapa jendela hias.

Setelah balik ke mobil, saya mencatat semua nama tempat dan lokasinya yang saya kunjungi hari itu.

Dalam perjalanan pulang ke vila, saya melihat begitu banyak mainan orang-orang supertajir: kapal pesiar, vila, helikopter, dan mobil-mobil supermahal. Saya jadi yakin Marbella dalam bahasa Inggris dieja "FULUS!"

Di sebuah vila kecil, saya bertemu John dan Khalid, anggota rombongan Pangeran Faisal. John mengenalkan saya kepada Khalid saat dia berdiri. Saya menjabat tangannya. Kami duduk mengobrol bareng tidak jauh dari kolam renang. Khalid kelihatannya orang menyenangkan dengan suara lembut. Tapi saya akhirnya mengetahui penilaian itu salah besar.

Sore menjelang malam, kami bertiga turun ke Puerto Banus buat mencari makan. Saya kaget beberapa orang menyapa John saat berpapasan.

John berdiri saat seorang lelaki bergaya pakaian Spanyol datang mendekati meja kami. Pria ini, Jose, adalah pemasok vila bagi para pangeran ingin berlibur di Marbella. Dia tampak sangat percaya diri dan berteman baik dengan John.   

Jose mengatakan keada kami, beberapa pangeran Arab Saudi akan tiba di Marbela dua hari lagi, namun para puteri kerajaan baru sampai sepekan kemudian. Dia menambahkan para puteri Arab Saudi akan menginap di vila lain, lokasinya tidak sama dengan vila ditempati para pangeran.

Beberapa waktu kemudian, Khalid pamit. John dan Jose memutuskan untuk bersenang-senang di sebuah klub malam, namun saya ingin kembali ke vila. Saya ingin menyepi dan berenang di akhir hari pertama saya di Marbella.

Saya berbaring di atas sofa dengan kepala beralaskan sebuah bantal sambil memandang ke arah taman, pepohonan, dan kolam renang. Satu-satunya terdengar adalah suara jangkfrik. Semua terasa damai tapi itu sementara saja. 

Buku Saudi Bodyguard karya Mark Young. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Pelesiran ke Puerto Banus bareng Pangeran Misyari

Dekat merkusuar, terdapat Shaf, kapal pesiar milik Pangeran Salman bin Abdul Aziz (sejak Januari 2015 menjadi Raja Arab Saudi). Saya juga pernah bekerja untuk dia. Pangeran Salman juga mempunyai enam atau tujuh vila dalam sebuah kompleks besar di belakang masjid, dekat dengan vila kepunyaan Pangeran Mansur.

Buku Saudi Bodyguard karya Mark Young. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Berlatih tarung dengan Pangeran Faisal

Saya kemudian mengangkat kaki kiri saya dan melakukan setengah lusin tendangan ke beragam arah.

Buku Saudi Bodyguard karya Mark Young. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Bualan karate Pangeran Faisal

Setelah semua bagasi dibereskan, John memperkenalkan saya dengan kedua pangeran itu: Pangeran Faisal bin Yazid dan Pangeran Misyari bin Saud. Saya ditugaskan mengawal ibu dari Pangeran Faisal.

Mendiang Raja Arab Saudi Khalid bin Abdul Aziz. (globalsecurity.org)

Raja Khalid wafat

Raja Arab Saudi Khalid bin Abdul Aziz mengembuskan napas terakhir karena serangan jantung.





comments powered by Disqus

Rubrik buku Terbaru

Pelesiran ke Puerto Banus bareng Pangeran Misyari

Dekat merkusuar, terdapat Shaf, kapal pesiar milik Pangeran Salman bin Abdul Aziz (sejak Januari 2015 menjadi Raja Arab Saudi). Saya juga pernah bekerja untuk dia. Pangeran Salman juga mempunyai enam atau tujuh vila dalam sebuah kompleks besar di belakang masjid, dekat dengan vila kepunyaan Pangeran Mansur.

19 Mei 2018
Raja Khalid wafat
21 April 2018

TERSOHOR