buku

Bualan karate Pangeran Faisal

Setelah semua bagasi dibereskan, John memperkenalkan saya dengan kedua pangeran itu: Pangeran Faisal bin Yazid dan Pangeran Misyari bin Saud. Saya ditugaskan mengawal ibu dari Pangeran Faisal.

05 Mei 2018 20:24

Albalad.co berhasil mendapatkan izin dari penulis buku Saudi Bodyguard, Mark Young, untuk menerjemahkan sekaligus menerbitkan isi bukunya di Albalad.co. Seperti biasa, rubrik buku ini muncul saban Sabtu dan dimulai sejak 11 November 2017.

Albalad.co sejatinya memperoleh salinan buku Saudi Bodyguard dalam bentuk PDF tersebut langsung dari Mark Young, mantan pengawal para pangeran dan puteri di Kerajaan Arab Saudi, pada 1 September 2017. Baru ketika perkembangan dramatis terjadi saat ini di negara Kabah itu, Albalad.co memutuskan melansir terjemahan dari isi buku setebal lebih dari 400 halaman dan diterbitkan pada 2010 itu.

Mark Young, berasal dari Inggris, adalah pemegang sabuk hitam karate. Ayahnya adalah mantan anggota pasukan elite Inggris dan bekas anggota MI6, dinas intelijen Inggris.

Sejak Mei 1976, dia mulai menjadi instruktur dan membuka tiga sekolah karate. Tiga tahun kemudian, dia memulai kariernya sebagai pengawal pribadi keluarga kerajaan Arab Saudi. Tugas pertamanya adalah mengawal Pangeran Talal bin Abdul Aziz, ayah dari pemilik Kingdom Holding Company, Pangeran Al-Walid bin Talal, ditahan di Hotel Ritz Carlton di Ibu Kota Riyadh, sejak Sabtu malam pekan lalu.

Pangeran Al-Walid termasuk dalam 201 kaum elite Arab Saudi - meliputi pangeran, pejabat, dan pengusaha kakap - ditangkap atas tudingan korupsi. Penangkapan ini atas perintah Komisi Pemberantasan Korupsi, dibentuk beberapa jam sebelumnya dan diketuai oleh Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman.

Buku Saudi Bodyguard karya Mark Young ini bercerita dengan bahasa bertutur sebagai orang pertama mengenai pengalamannya selama menjadi pengawal pribadi keluarga Kerajaan Arab Saudi, termasuk Raja Salman bin Abdul Aziz.   

*******

Bualan karate Pangeran Faisal

Tengah malam, saat rebahan di ranjang, saya membayangkan seperti apa rupa Pangeran Faisal bin Yazid. Ada banyak nama Pangeran Faisal dalam keluarga kerajaan Arab Saudi dan ini bukan Pangeran Faisal yang pernah mempekerjakan saya di London.

Saya berharap dia tidak seperti Pangeran Faisal yang pernah menjadi bosa saya. Saya belum pernah mendengar nama Pangeran Faisal bin Yazid.

Saya tidak mengendar suara mesin BMW atau ketika John masuk ke dalam vila. Saya juga tidak mendengar waktu Khalid dan seorang perempuan muda keluar dari dala taksi saat tiba. Yang saya dengar suara teriakan perempuan membahana di seantero vila.

Saya bergegas bangkit dari tempat tidur dan menuju ounge. Di sana saya melihat Khalid berusaha memperkosa perempuan itu dan dia melawan sambil menangis terisak dan berteriak.

Khalid dalam keadaan mabuk dan merobek pakaian perempuan itu. Dia membalas dengan memukul-mukul Khalid. Khalid berteriak, "Syarmuta, syarmuta!" dalam bahasa Arab berarti pelacur.

Saya menarik Khalid dari perempuan itu. Ketika saya berupaya menghentikan keributan, John datang. Khalid benar-benar mabuk. John kelihatan sedikit mabuk. Sekarang saya menyaksikan Khalid berbeda ketika dia menjadi lebih ganas dan kejam lantaran habis menenggak minuman beralkohol.

John kemudian membawa Khalid ke ruangan lain ketika saya berusaha menenangkan perempuan nahas itu.

John lalu membawa Khalid ke kamar tidurnya dan meminta dia tetap di sana. John meminta maaf atas perbuatan Khalid dan saya kembali ke kamar saya. Kalau perempuan itu memutuskan menghubungi polisi, sya akan mendukung keputusannya.

Tidak lama sehabis itu, saya kembali mendengar kegaduhan. Kali ini giliran John berusaha memperkosa perempuan itu. Saya lalu melepaskan John dan membawa dia ke kamarnya.

Saya ingin mengantar pulang perempuan itu namun bahan bakar di Mercedes nyaris habis. Saya juga tidak mempunyai nomor pool taksi , jadi saya memutuskan mengantar dia besok saya. Apalagi sekarang hampir jam empat subuh.

Saya dengan kalem berbicara kepada perempuan itu. Saya menawarkan dia tidur di atas ranjang saya, sedangkan saya tidur di lantai. Namun dia meminta saya tidur di tempat tidur dan dia tidur di lantai. Saya memohon dia untuk tidur di ranjang, lalu saya keluar dan berdiri berjaga di depan pintu kamar.

Setelah dia merasa nyaman, saya masuk dan rebahan di lantai. Saya tidur menghadap ke arah pintu untuk mengawasi kalau ada orang ingin masuk. Marbella tadinya saya bayangkan sebagai surga telah lenyap setelah saya melihat Khalid berusaha memperkosa perempuan itu.

Pagi rasanya datang terlalu lama. Padahal saya ingin segera membawa perempuan itu keluar dari vila. Ketika sudah siap, dia memutuskan berjalan kaki menuruni bukit untuk pergi menggunakan bus.

Hari itu, kami mempersiapkan kedatangan seorang pangeran atau mungkin beberapa pangeran. Yang pasti, saya dan Joh  bakal tidur sekamar. Saya berharap rombongan keluarga kerajaan Arab Saudi akan berperangai baik.

Akhirnya Khalid dan John pergi ke bandar udara Malaga untuk menjemput rombongan pangeran Arab Saudi. Saya diminta tinggal di vila.

Setiba di vila, dua pangeran Saudi berjalan masuk dan melewati saya begitu saja. Rombongan mereka menyusul di belakang. John lalu memanggil saya dan meminta membawakan barang-barang mereka. Biasanya ada satu pelayan Filipina membawakan bagasi mereka tapi kali ini tidak.

Setelah semua bagasi dibereskan, John memperkenalkan saya dengan kedua pangeran itu: Pangeran Faisal bin Yazid dan Pangeran Misyari bin Saud. Saya ditugaskan mengawal ibu dari Pangeran Faisal.  

Kedua pangeran itu duduk seraya menrokok ketika dua anggota rombongan mereka membereskan barang-barang ke kamar masing-masing. Pangeran Faisal memilih kamar di lantai bawah, sedangkan Pangeran Misyari menunjuk kamar di lantai atas.

John meminta saya menyibukkan diri dengan membersihkan asbak. Dia menyuruh saya bertanya kepada kedua pangeran itu kalau membutuhkan bantuan saya. Tentu saja hal ini membuat saya risih.

John meyakinkan saya itu bagian dari rencana permainan bikinannya. Ini membuat saya curiga. Meski begitu, saya mengerjakan apa yang dia suruh: membersihkan semua tempat abu rokok dan bertanya kepada Pangeran Faisal dan Pangeran Misyari kalau butuh bantuan.

Kedua pangeran itu segera meminta saya menyiapkan minuman beralkohol dari bar di vila. Dengan meminta saya membersihkan asbak dan menyiapkan minuman - sebenarnya bukan tugas utama saya - saya jadi berpikir walau perbudakan sudah dihapus di Arab Saudi sejak 1963, praktek itu terus berlangsung, terutama terhadap para pelayan keluarga kerajaan. Seringkali para pelayan asing itu diperlakukan kejam dalam hal mental, fisik, dan uang.

Selama beberapa hari selanjutnya, saya sibuk dengan tugas saya bersih-bersih, berkemas-kemas saat kedua pangeran itu berlibur. Saya senang melakoni itu semua karena bisa mengusir kebosanan.

Saban malam mereka kembali dari pelesiran, saya menunggu mereka untuk menjadikan diri saya orang dibutuhkan. Tapi saya sadar mereka akan memanfaatkan orang seperti kertas tisu, segera diremas-remas kemudian dibuang.

Ketika dini hari di hari keenam, saya mendengar kedua pangeran baru pulang dari bersenang-senang. Kali ini mereka mengajak beberap orang baru mereka kenal untuk menemani. Mereka duduk sambil mengobrol, merokok, dan menenggak minuman beralkohol, sedangkan saya telah menunggu mereka mirip kepala pelayan.

Kuping saya segera terangkat ketika mendengar Karate. Saya dengan seksama mendengarkan Pangeran Faisal mengklaim dirinya adalah pemegang sabuk hitam karate. Sambil mengibaskan tangannya, dia memerintahkan Saleh, salah satu pelayannya, untuk mengambilkan sabuk hitam itu di kamarnya/.

Saleh segera kembali sambil membentangkan sabuk hitam dan menyerahkan dengan takzim kepada Pangeran Faisal. Dia terus membual bagaimana dirinya berusaha sekuat tenaga hingga memperoleh sabuk hitam.

Suar bagi saya untuk mempercayai Pangeran Faisal memang belajar karate sampai sambuk hitam. Besoknya dia mengundang siapa saja untuk memperlihatkan kemampuan karatenya.  

Saya mengambil kesempatan ini, saya lalu bilang kepada Pangeran Faisal, saya pernah belajar sedikit soal karate. Saya katakan sebuah kehormatan bagi saya membantu dirinya menunjukkan kemampuan karate.


Buku Saudi Bodyguard karya Mark Young. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Pelesiran ke Puerto Banus bareng Pangeran Misyari

Dekat merkusuar, terdapat Shaf, kapal pesiar milik Pangeran Salman bin Abdul Aziz (sejak Januari 2015 menjadi Raja Arab Saudi). Saya juga pernah bekerja untuk dia. Pangeran Salman juga mempunyai enam atau tujuh vila dalam sebuah kompleks besar di belakang masjid, dekat dengan vila kepunyaan Pangeran Mansur.

Buku Saudi Bodyguard karya Mark Young. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Berlatih tarung dengan Pangeran Faisal

Saya kemudian mengangkat kaki kiri saya dan melakukan setengah lusin tendangan ke beragam arah.

Buku Saudi Bodyguard karya Mark Young. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Liburan musim panas Pangeran Faisal

Saya jadi yakin Marbella dalam bahasa Inggris dieja "FULUS!"

Mendiang Raja Arab Saudi Khalid bin Abdul Aziz. (globalsecurity.org)

Raja Khalid wafat

Raja Arab Saudi Khalid bin Abdul Aziz mengembuskan napas terakhir karena serangan jantung.





comments powered by Disqus

Rubrik buku Terbaru

Pelesiran ke Puerto Banus bareng Pangeran Misyari

Dekat merkusuar, terdapat Shaf, kapal pesiar milik Pangeran Salman bin Abdul Aziz (sejak Januari 2015 menjadi Raja Arab Saudi). Saya juga pernah bekerja untuk dia. Pangeran Salman juga mempunyai enam atau tujuh vila dalam sebuah kompleks besar di belakang masjid, dekat dengan vila kepunyaan Pangeran Mansur.

19 Mei 2018

TERSOHOR