buku

Pelesiran ke Puerto Banus bareng Pangeran Misyari

Dekat merkusuar, terdapat Shaf, kapal pesiar milik Pangeran Salman bin Abdul Aziz (sejak Januari 2015 menjadi Raja Arab Saudi). Saya juga pernah bekerja untuk dia. Pangeran Salman juga mempunyai enam atau tujuh vila dalam sebuah kompleks besar di belakang masjid, dekat dengan vila kepunyaan Pangeran Mansur.

19 Mei 2018 13:51

Albalad.co berhasil mendapatkan izin dari penulis buku Saudi Bodyguard, Mark Young, untuk menerjemahkan sekaligus menerbitkan isi bukunya di Albalad.co. Seperti biasa, rubrik buku ini muncul saban Sabtu dan dimulai sejak 11 November 2017.

Albalad.co sejatinya memperoleh salinan buku Saudi Bodyguard dalam bentuk PDF tersebut langsung dari Mark Young, mantan pengawal para pangeran dan puteri di Kerajaan Arab Saudi, pada 1 September 2017. Baru ketika perkembangan dramatis terjadi saat ini di negara Kabah itu, Albalad.co memutuskan melansir terjemahan dari isi buku setebal lebih dari 400 halaman dan diterbitkan pada 2010 itu.

Mark Young, berasal dari Inggris, adalah pemegang sabuk hitam karate. Ayahnya adalah mantan anggota pasukan elite Inggris dan bekas anggota MI6, dinas intelijen Inggris.

Sejak Mei 1976, dia mulai menjadi instruktur dan membuka tiga sekolah karate. Tiga tahun kemudian, dia memulai kariernya sebagai pengawal pribadi keluarga kerajaan Arab Saudi. Tugas pertamanya adalah mengawal Pangeran Talal bin Abdul Aziz, ayah dari pemilik Kingdom Holding Company, Pangeran Al-Walid bin Talal, ditahan di Hotel Ritz Carlton di Ibu Kota Riyadh, sejak Sabtu malam pekan lalu.

Pangeran Al-Walid termasuk dalam 201 kaum elite Arab Saudi - meliputi pangeran, pejabat, dan pengusaha kakap - ditangkap atas tudingan korupsi. Penangkapan ini atas perintah Komisi Pemberantasan Korupsi, dibentuk beberapa jam sebelumnya dan diketuai oleh Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman.

Buku Saudi Bodyguard karya Mark Young ini bercerita dengan bahasa bertutur sebagai orang pertama mengenai pengalamannya selama menjadi pengawal pribadi keluarga Kerajaan Arab Saudi, termasuk Raja Salman bin Abdul Aziz.   

*******

Pelesiran ke Puerto Banus bareng Pangeran Misyari

Saya mengenakan kemeja Pierre Cardin putih dengan deretan kancing berwarna emas dan dasi berwarna marun. Sepatu hitam mengkilat melengkapi penampilan saya saat berdiri menunggu Pangeran Misyari bin Saud di luar pintu vila.

Di hadapan saya sudah terparkir Ford Granada 2.8i Ghia, mobil dipakai Pangeran Misyari selama berlibur di Marbella. Mobil tipe salon ini dilengkapi penyejuk udara, persneling otomatis, jendela dan atap elektrik. Dibanding Mercedes saya kemudikan dari Paris, itu mobil impian.

Pangeran Misyari muncul dengan dandanan kemeja sutera dipadu celana panjang dengan lekukan licin serta rapi. Setelah bilang kepada saya ingin menyetir sendiri, dia langsung loncat ke jok pengemudi. Sedangkan saya duduk di sampingnya. Puerto Banus adalah tujuan favoritnya dan kami langsung tancap gas ke sana.

Setiba di pintu masuk pelabuhan, Pangeran Misyari menurunkan kaca jendela untuk berbicara dengan petugas jaga. Palang pintu kemudian dinaikkan dan kami langsung melaju menuju sisi kiri lahan parkir dekat dermaga. Pangeran Misyari memarikirkan Ford Granadanya bersebelahan dengan Aston Martin Lagonda, milik salah satu abang dari Pangeran Misyari. Kami menyusuri dermaga di depan deretan bar dan restoran.

Kami segera ke arah Pangeran Mansur bin Saud, pemilik Aston Martin diparkir di sebelah mobil kami. Satu atau dua langkah di belakang dia adalah pengawalnya, bernama Patrick. Setelah Pangeran Misyari dan Pangeran Mansur saling berjabat tangan, berpelukan, dan mencium kedua pipi, saya langsung ke belakang menemui Patrick dan berbincang dengan dia.

Saya menyalami Patrick dan memperkenalkan diri saya. Dia orang Prancis tapi fasih berbahasa Inggris. Karena sedang bertugas mengawal, kami tidak bisa mengobrol terlalu banyak.

Vila milik Pangeran Mansur, Saudade, berlokasi dekat masjid. Dia benar-benar tajir. Karena usianya sudah matang, dia memiliki posisi mentereng di kalangan anak-anak Raja Saud bin Abdul Aziz. Meski begitu, dia tidak mirip saudara-saudara kandungnya.

Pangeran Mansur memiliki tinggi 172 sentimeter, berwajah gemuk dengan kedua pipi gembul, dan gigi tonggos. Saya jadi ingat dengan kartun chipmunk. Rambutnya sangat tipis dan dia memakai wig hitam untuk menutupi kebotakannya.

Berjalan di belakang Pangeran Mansur, saya menahan ketawa melihat bagian botak di belakang kepalanya. Sosoknya menjengkelkan. Dia pendendam dan kejam terhadap para stafnya. Karena dia paling tua di Marbella, maka semua adik-adiknya harus mengikuti kemauannya.

Ketika kami berjalan melewati deretan kapal pesiar di marina, sejumlah pangeran Saudi menemui Pangeran Misyari dan Pangeran Mansur. Mereka berjabat tangan dan saling mencium kedua pipi. Tidak ada satu pangeran pun mengetahui saya pernah memiliki hubungan dekat dengan Pangeran Walid bin Saud.

Saya pernah beberapa kali melihat Pangeran Mansur di rumah ibunya di Farnham Common, Inggris, di mana saya menghabiskan waktu berjam-jam di sana. Tapi lantaran saya tetap diam, Pangeran Mansur tidak mengenali saya.

Setibanya di ujung Puerto Banus di restoran Silks, kami balik lagi ke arah merkusuar dan kedua pangeran itu bertemu pangeran-pangeran Saudi lainnya. Ritual mereka kalau bersua adalah berjabat tangan, berpelukan, dan saling mencium kedua pipi.

Dekat merkusuar, terdapat Shaf, kapal pesiar milik Pangeran Salman bin Abdul Aziz (sejak Januari 2015 menjadi Raja Arab Saudi). Saya juga pernah bekerja untuk dia. Pangeran Salman mempunyai enam atau tujuh vila dalam sebuah kompleks besar di belakang masjid, dekat dengan vila kepunyaan Pangeran Mansur.

Pangeran Salman membangun sebuah jembatan melintasi jalan utama di Marbella dan bisa dipakai untuk umum. Dia membikin jembatan penyeberangan itu karena jalan utama ini terlalu ramai kendaraan sehingga berbahaya untuk menyeberang. Pangeran Salman tidak ingin dirinya atau keluarganya celaka saat menyeberang jalan.

Pangeran Salman termasuk dalam Tujuh Sudairi. Ada tujuh pangeran merupakan anak dari pasangan Raja Abdul Aziz dengan istri kesayangannya, Hussa as-Sudairi. Pangeran Salman waktu itu masih menjabat Gubernur Riyadh dan benar-benar amat berkuasa. Kapal pesiar miliknya, diberi nama Shaf, dibuat seharga US$ 20 juta pada 1970-an.

Kami berbalik arah lagi menuju restoran Silks. Saya tidak ingat lagi sudah berapa kali saya menyusuri marina di Puerto Banus. Tempat itu bagaikan panggung peragaan bagi seluruh pangeran Arab Saudi di depan anak buahnya.

Akhirnya kami masuk ke sebuah bar. Saya duduk seraya melemaskan kedua kaki. Segera saja dua pangeran Saudi lainnya bergabung di meja kami. Kedua pangeran itu bernama Sattam dan Muktasim. Keduanya lemah gemulai namun sudah menikah. Mereka juga memiliki beberapa vila berukuran kecil.

Saya dan Patrick duduk bareng keempat pangeran Saudi itu namun kami diam saja. Kami tahu posisi dan apa yang harus kami lakukan. Alhasil, saya bisa merekam banyak informasi dari pembicaraan keempat pangeran Saudi itu - Pangeran Misyari, Pangeran Mansur, Pangeran Sattam, dan Pangeran Muktasim.

Pangeran-pangeran lain juga ikut bergabung. Salah satunya adalah Talal, ketua Asosiasi Basket Arab Saudi. Dia bertubuh tinggi besar dengan alis tebal dan brewok hitam lebat. Selama bertahun-tahun, saya ingin memiliki brewok seperti dia dan dia selalu memberi sanran bagus buat saya.

Buku Saudi Bodyguard karya Mark Young. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Pangeran Misyari dan hobi bercinta dengan pelacur

Pangeran Misyari bin Saud bin Abdul Aziz pernah teledor. Dia memesan satu kamar di Hotel Incosol, di luar Marbella (Spanyol), atas namanya sendiri.

Pangeran Misyari bin Saud bin Abdul Aziz bersama putranya, Pangeran Turki, di resor ski Megeve, Prancis. (Mark Young/Saudi Bodyguard)

Perjalanan menyebalkan bareng Juan

Saya terpaksa meminta Pangeran Misyari mengirim uang lantaran Juan membawa lari semuanya.

Syekh Khalifah bin Zayid bin Sultan an-Nahyan, sejak November 2004 menjabat Presiden Uni Emirat Arab. (Wikipedia)

Bekerja untuk putera mahkota Abu Dhabi

Ketika pendidikan dimulai, dia membayar sejumlah lelaki masing-masing 50 pound sterling hanya untuk menyemir sepatu-sepatunya saban malam.

Buku Saudi Bodyguard karya Mark Young. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Pangeran Arab Saudi gemar berpesta seks dengan pramugari cantik Saudia

Saya akhirnya melihat sendiri para pramugari itu berubah menjadi pelacur dan berpesta seks di kediaman pangeran-pangeran Arab Saudi.





comments powered by Disqus

Rubrik buku Terbaru

Pangeran Misyari dan hobi bercinta dengan pelacur

Pangeran Misyari bin Saud bin Abdul Aziz pernah teledor. Dia memesan satu kamar di Hotel Incosol, di luar Marbella (Spanyol), atas namanya sendiri.

18 Agustus 2018

TERSOHOR