buku

Senangnya bekerja untuk Pangeran Misyari

Namanya Puteri Al-Anud. Dia cerdas, pandai berdandan, dan sangat menggoda dengan pakaian renang.

02 Juni 2018 10:19

Albalad.co berhasil mendapatkan izin dari penulis buku Saudi Bodyguard, Mark Young, untuk menerjemahkan sekaligus menerbitkan isi bukunya di Albalad.co. Seperti biasa, rubrik buku ini muncul saban Sabtu dan dimulai sejak 11 November 2017.

Albalad.co sejatinya memperoleh salinan buku Saudi Bodyguard dalam bentuk PDF tersebut langsung dari Mark Young, mantan pengawal para pangeran dan puteri di Kerajaan Arab Saudi, pada 1 September 2017. Baru ketika perkembangan dramatis terjadi saat ini di negara Kabah itu, Albalad.co memutuskan melansir terjemahan dari isi buku setebal lebih dari 400 halaman dan diterbitkan pada 2010 itu.

Mark Young, berasal dari Inggris, adalah pemegang sabuk hitam karate. Ayahnya adalah mantan anggota pasukan elite Inggris dan bekas anggota MI6, dinas intelijen Inggris.

Sejak Mei 1976, dia mulai menjadi instruktur dan membuka tiga sekolah karate. Tiga tahun kemudian, dia memulai kariernya sebagai pengawal pribadi keluarga kerajaan Arab Saudi. Tugas pertamanya adalah mengawal Pangeran Talal bin Abdul Aziz, ayah dari pemilik Kingdom Holding Company, Pangeran Al-Walid bin Talal, ditahan di Hotel Ritz Carlton di Ibu Kota Riyadh, sejak Sabtu malam pekan lalu.

Pangeran Al-Walid termasuk dalam 201 kaum elite Arab Saudi - meliputi pangeran, pejabat, dan pengusaha kakap - ditangkap atas tudingan korupsi. Penangkapan ini atas perintah Komisi Pemberantasan Korupsi, dibentuk beberapa jam sebelumnya dan diketuai oleh Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman.

Buku Saudi Bodyguard karya Mark Young ini bercerita dengan bahasa bertutur sebagai orang pertama mengenai pengalamannya selama menjadi pengawal pribadi keluarga Kerajaan Arab Saudi, termasuk Raja Salman bin Abdul Aziz.   

*******

Senangnya bekerja untuk Pangeran Misyari

Agen properti bernama Jose kerap datang menemui Pangeran Misyari bin Saud bin Abdul Aziz dan membawakan dia brosur berisi rumah dan tanah mana saja sedang dijual di kawasan marbella, Spanyol. Tapi kami tidak pernah meninjau lokasi ditawarkan Jose dalam brosur. Malam itu, sambil menunggu tugas berikutnya, saya berkemas-kemas agar tubuh saya nyaman.

Saya merasa sedih karena ibu dari Pangeran Faisal akan datang sehingga waktu saya bersama Pangeran Misyari bakal habis. Saya sebenarnya ingin terus bekerja untuk dia tapi saya tidak berdaya. Saya lalu memberitahu Pangeran Misyari, kalau ibunya Pangeran Faisal tiba, saya tidak bisa lagi mengawal sang pangeran.

Ketika John memberitahu saya, ibu dari Pangeran Faisal akan datang sehari lagi, saya merasa waktu menyenangkan bekerja dengan Pangeran Misyari segera berakhir.

Malam itu, Pangeran Misyari bertanya apakah saya akan terus bekerja dengan dirinya. Saya bilang dia harus membuat kesepakatan sal itu dengan Pangeran Faisal.

Pangeran Misyari lalu pergi menemui Pangeran Faisal. Sepulangnya, dia mengatakan saya memang harus mengawal ibunya Pangeran Faisal.

Saya menjelaskan sesuai arahan dari John, saya ke Marbella khusus untuk bekerja dengan ibunya Pangeran Faisal. Saat John datang, saya menanyakan apakah saya bisa bekerja terus untuk Pangeran Misyari, namun John bilang tidak. Saya sebenarnya marah tapi saya menahan diri.

Waktu ibunya Pangeran Faisal tiba, banyak perubahan terjadi. Pangeran Faisal dan orang-orangnya pindah ke vila lain, sedangkan Pangeran Misyari pindah ke sebuah hotel bersama istri dan anak lelakinya. Alhasil, saya tinggal sendirian di vila itu dan merasa senang.

Sehari atau dua hari kemudian, pintu depan vila diketuk. Saya langsung bangkit dari tempat tidur dan menutupi bagian bawah tubuh saya menggunakan handuk. Saya bergegas turun untuk membukakan pintu. Di hadapan saya telah berdiri tiga puteri kerajaan Arab Saudi.

Mereka bilang ingin berenang, jadi saya menunjukkan jalan ke arah sana melalui taman.

Saya naik lagi ke kamar. Dari jendela saya terpana menyaksikan seorang perempuan cantik dengan bentuk tubuh aduhai. Dia adalah istri dari Pangeran Misyari. Namanya Puteri Al-Anud. Dia cerdas, pandai berdandan, dan sangat menggoda dengan pakaian renang.

Saban malam di Puerto Banus, kami seolah menghadiri peragaan busana Timur Tengah. Para puteri kerajaan Arab Saudi dalam pakaian terbaik mereka atau dari rumah mode di paris bolak balik di dermaga.

Ini sangat bertolak belakang dengan gaya berpakaian mereka di Arab Saudi. Mereka harus berabaya dan berjilbab serba hitam. Juga tidak dapat berbaur bebas dengan lelaki bukan muhrim.

Di Marbella mereka berpakaian serba terbuka. Puteri Al-Anud sering mengenakan baju dengan belahan dada rendah sehingga memperlihatkan belahan kedua payudaranya.

Jose akhirnya menemukan sebuah vila menarik perhatian Pangeran Misyari. Besoknya, Pangeran Misyari, istrinya, dan saya datang ke lokasi. Vila itu terletak di antara the Marbella Club an Hotel Puente Romano tapi berada di depan jalan raya.

Lokasi vila  tersebut di kawasan the Golden Mile, diketahui harganya sangat mahal. Vila ini berjarak sekitar setengah kilometer dari masjid. Setahu saya, Pangeran Misyari cuma rajin salat di masjid ketika ada Gubernur Riyadh Pangeran Salman bin Abdul Aziz datang ke Marbella.

Setelah melewati the marbella Club di sebelah kiri dan memperlambat laju mobil, saya menemukan papan bertulisan El Vicario. Lalu saya belok kanan dan menanjak ke sebuah bukit kecil. Sekitar 200 meter kemudian di sisi kanan kami menemukan gerbang vila sudah terbuka dan mobil Jose ada di sana.

Pangeran Misyari dan istrinya turun dan Jose menyambut keduanya. Saya membiarkan mereka berkeliling melihat suasana di vila itu. Vila ini sangat besar keren dengan pemandangan menghadap ke arah laut.

Terasnya dilapisi granit Italia berwarna putih dengan pintu masuk ganda berukuran besar terbuat dari kayu. Vila tersebut memiliki banyak kamar, termasuk satu kamar utama. Seluruh lantainya dilapisi granit Italia.  

Vila itu sangat elok dan Pangeran Misyari menanyakan penilaian saya. Tentu saja saya terkesima. Saya bilang sangat indah.

Pangeran kemudian bilang vila itu dijual seharga US$ 4,5 juta. Dia lantas menanyakan kepada saya apakah harga segitu cocok.Seraya menahan napas, saya mengiyakan. Pangeran Misyari lalu menghubungi sejumlah nomor. Sejauh saya bisa katakan fulus dari para pangeran Saudi berada di tempat lain.

Selama beberapa pekan ke depan, Pangera Misyari sekeluarga mengunjungi vila itu. Mereka ingin membeli vila ini dan Jse segera mengatur waktu dengan kantor notaris dan manajer the Arab bank setempat.

Selain masalah legalitas, Pangeran Misyari perlu mencairkan duitnya untuk membiayai sejumlah renovasi atas vila itu. Termasuk membuat sebuah kolam renang dan air mancur di jalan masuk ke vila, sebuah garasi luas, satu ruang staf, dan ornamen penyangga pada undakan menuju taman di lantai bawah vila.

Proses penjualan vila itu rampung pada akhir Desember dan Pangeran Misyari perlu datang lagi untuk menuntaskan kesepakatannya.

Dalam perjalanan kembali ke marbella, Pangeran Misyari bertanya sudah berapa lama saya mengenai John dan apakah saya berkerja untuk dia. Dengan jujur, saya bilang saya kenal John belum lama tapi saya tidak bekerja untuk dia.

Pangeran Misyari kemudian bercerita John sudah menjelaskan saya bekerja untuk dia dan John pula mengajarkan segala hal saya ketahui saat ini. Saya mengiyakan sambil mengacungkan dua jempol.

Pangeran Misyari lalu bertanya apakah saya mau bekerja untuk dirinya saban kali dia pergi meninggalkan Arab Saudi. Saya bilang saya akan dengan senang hati bekerja buat Pangeran Misyari.

Liburan mereka pun berakhir dan vila pesanan mereka segera rampung. Pangeran Misyari sekeluarga lantas terbang ke Arab sayudi melalui bandar udara Malaga. Saya juga terbang ke Heathrow dari sana.

Saya tahu Sue dan anak-anak akan menjemput saya di bandar udara. Setelah menyelesaikan proses imigrasi, saya melihat mereka dari kejauhan.

"Ayah, Ayah," teriak kedua anak lelaki saya sambil berlari ke arah saya. Saya menggendong mereka berdua. Sue berjalan menyusul di belakang seraya berurai air mata.

"Kami melihat beberapa pesawat dan sejumlah orang berpakaian lucu," kata kedua anak lelaki saya.

Saya kemudian memeluk ketiganya sambil membisikkan di telinga Sue, "Saya sangat mencintaimu."

"Saya juga, sekarang pulanglah ke rumahmu," jawab Sue.

Saya benar-benar gembira bissa menikmati waktu liburan musim panas bersama keluarga.

Tidak lama berselang, John menelepon saya dan meminta saya menemui dirinya.

"Bagaimana pekerjaanmu dengan Pangeran Misyari?" tanya dia. "Apakah kamu membawa 20 persen utang mu kepada saya?"

Dia bicara soal 20 persen dari penghasilan saya bekerja untuk ibunya Pangeran Faisal. Saya menyerahkan uang itu.

"Saya juga mau 20 persen dari penghasilanmu mendatang saat bekerja untuk Pangeran Misyari."

"Tidak boleh, saya memberikan 20 persen ini karena sesuai perjanjian kita. Saya sebenarnya tidak mau bekerja dengan ibunya Pangeran Faisal tapi saya senang memberikan yang 20 persen itu karena kamu membawa saya ke Marbella. Pangeran Misyari yang memilih saya bukan kamu," kata saya sambil berlalu. John tidak senang dengan kekesalan saya itu.

"Saya akan menghubungimu dua hari lagi," teriak John.

John meminta sepuluh persen dari penghasilan saya nanti bekerja untuk Pangeran Misyari. Saya sebenanrnya ingin mengiyakan tapi karena ingat Jhn begitu rakus, saya berubah pikiran. Karena ketamakannya, dia menjadi pecundang.   

 



Buku Saudi Bodyguard karya Mark Young. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Rusaknya Aston Martin milik Pangeran Mansur bin Saud

"Allah telah menghukum Pangeran Mansur lantaran telah mengeluarkan pernyataan menghina kepada saya ketika saya sudah menolong korban kecelakaan di pantai," kata Mark Young.

Pangeran Misyari bin Saud bin Abdul Aziz bersama putranya, Pangeran Turki, di resor ski Megeve, Prancis. (Mark Young/Saudi Bodyguard)

Girangnya bekerja dengan Pangeran Misyari

Saudara-saudara kandung Pangeran Misyari bin Saud iri karena mereka tidak memiliki pengawal pribadi seperti saya.

Mark Young, penulis buku Saudi Bodyguard. (Twitter)

Ajari istri pangeran Arab Saudi menyetir mobil

Mark Young mengajari Puteri Al-Anud mengendarai mobil di Marbella.

Buku Saudi Bodyguard karya Mark Young. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Pangeran Misyari dan hobi bercinta dengan pelacur

Pangeran Misyari bin Saud bin Abdul Aziz pernah teledor. Dia memesan satu kamar di Hotel Incosol, di luar Marbella (Spanyol), atas namanya sendiri.





comments powered by Disqus

Rubrik buku Terbaru

Rusaknya Aston Martin milik Pangeran Mansur bin Saud

"Allah telah menghukum Pangeran Mansur lantaran telah mengeluarkan pernyataan menghina kepada saya ketika saya sudah menolong korban kecelakaan di pantai," kata Mark Young.

29 September 2018

TERSOHOR