buku

Bekerja lagi untuk Pangeran Misyari

Mark Young tidak bisa merayakan Natal bersama keluarganya pada 1982 karena harus menemani Pangeran Misyari membeli vila di Marbella.

09 Juni 2018 23:55

Albalad.co berhasil mendapatkan izin dari penulis buku Saudi Bodyguard, Mark Young, untuk menerjemahkan sekaligus menerbitkan isi bukunya di Albalad.co. Seperti biasa, rubrik buku ini muncul saban Sabtu dan dimulai sejak 11 November 2017.

Albalad.co sejatinya memperoleh salinan buku Saudi Bodyguard dalam bentuk PDF tersebut langsung dari Mark Young, mantan pengawal para pangeran dan puteri di Kerajaan Arab Saudi, pada 1 September 2017. Baru ketika perkembangan dramatis terjadi saat ini di negara Kabah itu, Albalad.co memutuskan melansir terjemahan dari isi buku setebal lebih dari 400 halaman dan diterbitkan pada 2010 itu.

Mark Young, berasal dari Inggris, adalah pemegang sabuk hitam karate. Ayahnya adalah mantan anggota pasukan elite Inggris dan bekas anggota MI6, dinas intelijen Inggris.

Sejak Mei 1976, dia mulai menjadi instruktur dan membuka tiga sekolah karate. Tiga tahun kemudian, dia memulai kariernya sebagai pengawal pribadi keluarga kerajaan Arab Saudi. Tugas pertamanya adalah mengawal Pangeran Talal bin Abdul Aziz, ayah dari pemilik Kingdom Holding Company, Pangeran Al-Walid bin Talal, ditahan di Hotel Ritz Carlton di Ibu Kota Riyadh, sejak Sabtu malam pekan lalu.

Pangeran Al-Walid termasuk dalam 201 kaum elite Arab Saudi - meliputi pangeran, pejabat, dan pengusaha kakap - ditangkap atas tudingan korupsi. Penangkapan ini atas perintah Komisi Pemberantasan Korupsi, dibentuk beberapa jam sebelumnya dan diketuai oleh Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman.

Buku Saudi Bodyguard karya Mark Young ini bercerita dengan bahasa bertutur sebagai orang pertama mengenai pengalamannya selama menjadi pengawal pribadi keluarga Kerajaan Arab Saudi, termasuk Raja Salman bin Abdul Aziz.   

*******

Bekerja lagi untuk Pangeran Misyari

Dua pekan kemudian, di akhir 1982, saya menelepon Martin, kolega pernah memberikan pekerjaan untuk mengawal seorang dokter.

"Hai Martin, apa kabar?" kata saya.
"Bagus, saya punya pekerjaan untuk mengintai di Kent buat kamu," jawabnya.
"Ya Martin, saya baik-baik saja."
"Apakah kamu siap melakoni tugas itu?"
"Tentu saja saya bisa. Berikan detailnya dan kita akan mulai dari sana."

Pada Rabu, saya menyetir mobil menuju Faversham di Kent untuk memotret dan merekam video diam-diam seorang tukang kayu. Dia diduga sengaja melukai diri untuk mendapat klaim asuransi dalam jumlah besar. Saya harus memeriksa apakah dia sedang bekerja dan buat mencari tahu kenapa tangannya bisa cedera. Saya kira itu tugas gampang.

Besok paginya saya sudah di lokasi. Pada pukul 07:50, target meninggalkan rumahnya. Saya melihat ada perban kecil di tangan kanannya. Dia menuju sebuah minibus putih, membuka kunci dengan tangan kanannya lalu mengemudi. Saya mengikuti dari jarak aman. Minibus itu pergi ke arah berlawanan dari tempat dia bekerja seharusnya.

Kami ke arah luar kota dan kemudian setelah melaju sekitar 3,2 kilometer minibus dikemudikan tukang kayu itu berhenti. Saya pun menghentikan mobil saya di tempat terlindungi. Saya kemudian berjalan ke area minibus berhenti. Tiba-tiba saja tukang kayu itu kembali mengemudikan mobilnya. Saya buru-buru balik ke mobil dan langsung tancap gas untuk menyusul. Saya lantas berada beberapa mobil di belakang minibus tersebut. Saya terus mengikuti tukang kayu itu.

Kembali ke kota, dia mulai mengemudi ke jalan-jalan tikus. Dia pasti sudah tahu kalau diikuti. Saya berhenti mengikuti tukang kayu itu dan menuju ke tempatnya bekerja. Saya menunggu dari jarak cukup jauh. Beberapa menit berselang, minibus putih itu muncul dan berhenti di luar pabrik kayu.

Tukang kayu itu keluar dari minibusnya dan melihat ke sekeliling. Setelah itu, dia mengunci mobilnya, juga menggunakan tangan kanannya. Kali ini saya merekam tindakannya itu. Dia kemudian masuk ke bengkel kayunya dan saya tetap menunggu di luar.

Sekitar jam sepuluh pagi, dia keluar sambil membawa secangkir teh dengan tangan kanannya. Dua lelaki lain juga membawa secangkir teh. Saya menduga sekarang jam minum teh dan mereka bakal duduk santai di taman seberang pabrik kayu.

Dengan hati-hati saya mencari tempat aman untuk merekam saat mereka tertawa dan berseloroh. Saya merekam semuanya. Gerakan tangan kanan tukang kayu itu baik-baik saja seperti tidak sedang cedera. Setelah waktu minum teh habis, mereka kembali bekerja dan saya tetap menunggu.

Menjelang jam makan siang, tukang kayu itu keluar. Saya merekam saat dia menikmati makan siangnya. Tangan kanannya kelihatan baik-baik saja. Mereka lalu kembali bekerja dan saya menunggu sekali lagi.

Pada pukul 17:30 sore, tukang kayu keluar. Dia masuk ke minibusnya lalu melaju dan saya mengikuti dia pulang ke rumahnya. Selama beberapa hari ke depan, saya seperti bermain tikus dan kucing dengan tukang kayu itu.  

Lantas pada Kamis minggu berikutnya, ketika saya tiba di rumahnya, saya menemukan sebuah tulisan profesional di minibusnya, berisi alamat dan nomor telepon kantornya. Saya menghubungi kantor dan memberikan kabar. Saya diminta untuk menahan diri karena mereka akan mengontak pihak asuransi untuk melihat pakah investigasi saya lakukan sudah cukup menjadi bukti tukang kayu itu telah berbohobng. Beberapa menit kemudian, Martin menelepon saya.

"Mark, kamu sudah melakukan tugas dengan sangat baik. Pihak asuransi senang dengan hasil penyelidikanmu."
"Saya akan berada di kantor dua jam lagi dan kita bisa membahas rekaman video dan foto-foto hasil pengintaian," kata saya. Saya lalu menuju toko pencetakan foto selesai dalam satu jam.

Natal hampir tiba dan saya ingat rencana Pangeran Misyari bin Saud bin Abdul Aziz akan datang. Dia ingin saya kembali mengawal dirinya. Kami akan bertemu di Marbella pada 19 Desember 1982.  

Dengan nada sedih, saya bilang kepada istri saya, Sue, saya tidak bisa ikut perayaan Natal. Meski tidak semuanya senang, dia mendukung saya dan bersama-sama anak-anak melepas kepergian saya ke Marbella dari Bandar Udara Heathrow. Hati saya sedih menyasikan Sue dan kedua anak lelaki saya melambaikan tangan saat saya berjalan menuju tempat pemeriksaan paspor.

Di Bandar Udara Malaga, saya bertemu Jose dan kemudian menunggu Pangeran Misyari. Jose bilang alasan sang pangeran datang lagi untuk merampungkan perjanjian akhir pembelian properti.

Dari balik jendela bandar udara, kami melihat Pangeran Misyari dan satu rekannya turun dari jet pribadi. Saya dan Jose belum pernah bertemu temannya Pangeran Misyari itu. Tidak lama kemudian, mereka sudah tiba di terminal kedatangan.

Dia berjalan lurus tanpa melihat ke kiri dan ke kanan. Dia tahu kami akan menemukan dirinya sehingga dia tidak terlalu cemas mencari-cari kami. Saya menyambut Pangeran Misyari sambil menjabat tangan dan membawakan kopernya. Jose juga menyalami sang pangeran.

Pangeran Misyari lantas mengenalkan temannya, lelaki pendek dan kurus bernama Khairi. Dia berasal dari Suriah. Saya perhatikan dia orangnya keras dan kasar. Itu bukan pertanda baik buat saya. Insting saya mengatakan kami akan berseteru dan saya tidak keliru.

Kami lantas menuju Marbella. Khairi seperti seekor anjing, menyalak dan membentak untuk menggaet perhatian.

Dalam beberapa hai kemudian, kami membahas rencana Pangeran Misyari untuk membeli vila. Pada hari Natal, dia sudah menguasai vila itu dan semua dokumen kepemilikan.   

Kali ini, Pangeran Misyari mengenalkan manajer banknya kepada saya. Selama beberapa hari, saya berteman dengan Pepe, manajer keuangan Pangeran Misyari. Beberapa tahun kemudian, dia mengenalkan saya kepada sejumlah kolega berharga.

Di hari Natal, saya membayangkan apa yang sedang dikerjakan keluarga saya di rumah. Malam itu, saya menelepon. Sue merindukan saya. Dia bilang kedua anak kami menangis saat saya melewati pos pemeriksaan paspor. Saya katakan juga kangen kepada mereka semua. Saya bilang kepada Sue, Jose cukup ramah dengan menundang Pangeran Misyari, Khairi, dan saya untuk makan di malam Natal.

Saya kesal betul lantaran selama jamuan malam Natal di rumah Jose, Khairi terus mengejek saya. Dia mencoba membangkitkan emosi saya dengan mengatakan apakah saya kangen dengan keluarga saya dan apa yang mereka kerjakan di hari Natal ketika saya sedang tidak ada. Dia terus mengulang-ulang pertanyaan itu. Saya menoba tenang meski tidak senang sebab Pangeran Misyari membiarkan ejekan itu terjadi.

Jose juga tidak menyukai komentar-komnetar Khairi. Bukan cuma soal Natal tapi juga komentarnya mengenai keluarga saya. Saya tidak menghargai mereka dan tidak pernah melupakan hal itu. Khairi dan Pangeran Misyari harus membayar mahal atas ejekan mereka tapi itu nanti.

Pada 30 Desember 1982, kami pergi ke vila milik Pangeran Misyari. Berhenti di depan gerbang masuk, Pangeran Misyari keluar dari mobil untuk mengagumi papan bertulisan Casa Tam. Tam adalah singkatan untuk nama putranya, Pangeran Turki, A untuk istrinya, Al-Anud, dan M adalah namanya, Misyari.

Besoknya, saya melepas kepergian Pangeran Misyari dan Khairi dari Bandar Udara Malaga pulang ke Arab Saudi. Pangeran Misyari kelihatan senang dengan kunjungannya kali ini ke Marbella tapi saya sebaliknya. XSaya benci karena terpisah dengan keluarga.

Sue sebenarnya tidak protes tapi lantaran ada para pangeran Arab Saudi di Marbella, tidak ada Natal bagi para pekerjanya. Saya sadar kami baru saja membiarkan Natal kami pergi demi mereka. 

Buku Saudi Bodyguard karya Mark Young. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Pangeran Misyari dan hobi bercinta dengan pelacur

Pangeran Misyari bin Saud bin Abdul Aziz pernah teledor. Dia memesan satu kamar di Hotel Incosol, di luar Marbella (Spanyol), atas namanya sendiri.

Pangeran Misyari bin Saud bin Abdul Aziz bersama putranya, Pangeran Turki, di resor ski Megeve, Prancis. (Mark Young/Saudi Bodyguard)

Perjalanan menyebalkan bareng Juan

Saya terpaksa meminta Pangeran Misyari mengirim uang lantaran Juan membawa lari semuanya.

Syekh Khalifah bin Zayid bin Sultan an-Nahyan, sejak November 2004 menjabat Presiden Uni Emirat Arab. (Wikipedia)

Bekerja untuk putera mahkota Abu Dhabi

Ketika pendidikan dimulai, dia membayar sejumlah lelaki masing-masing 50 pound sterling hanya untuk menyemir sepatu-sepatunya saban malam.

Buku Saudi Bodyguard karya Mark Young. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Pangeran Arab Saudi gemar berpesta seks dengan pramugari cantik Saudia

Saya akhirnya melihat sendiri para pramugari itu berubah menjadi pelacur dan berpesta seks di kediaman pangeran-pangeran Arab Saudi.





comments powered by Disqus

Rubrik buku Terbaru

Pangeran Misyari dan hobi bercinta dengan pelacur

Pangeran Misyari bin Saud bin Abdul Aziz pernah teledor. Dia memesan satu kamar di Hotel Incosol, di luar Marbella (Spanyol), atas namanya sendiri.

18 Agustus 2018

TERSOHOR