buku

Cleo, pelacur kesukaan Pangeran Faisal bin Fahad

Pangeran Faisal bin Fahad doyan mabuk, pesta seks, dan pecandu narkotik. Dia pernah hampir meninggal karena kelebihan dosis kokain, heroin, dan wiski.

23 Juni 2018 23:55

Albalad.co berhasil mendapatkan izin dari penulis buku Saudi Bodyguard, Mark Young, untuk menerjemahkan sekaligus menerbitkan isi bukunya di Albalad.co. Seperti biasa, rubrik buku ini muncul saban Sabtu dan dimulai sejak 11 November 2017.

Albalad.co sejatinya memperoleh salinan buku Saudi Bodyguard dalam bentuk PDF tersebut langsung dari Mark Young, mantan pengawal para pangeran dan puteri di Kerajaan Arab Saudi, pada 1 September 2017. Baru ketika perkembangan dramatis terjadi saat ini di negara Kabah itu, Albalad.co memutuskan melansir terjemahan dari isi buku setebal lebih dari 400 halaman dan diterbitkan pada 2010 itu.

Mark Young, berasal dari Inggris, adalah pemegang sabuk hitam karate. Ayahnya adalah mantan anggota pasukan elite Inggris dan bekas anggota MI6, dinas intelijen Inggris.

Sejak Mei 1976, dia mulai menjadi instruktur dan membuka tiga sekolah karate. Tiga tahun kemudian, dia memulai kariernya sebagai pengawal pribadi keluarga kerajaan Arab Saudi. Tugas pertamanya adalah mengawal Pangeran Talal bin Abdul Aziz, ayah dari pemilik Kingdom Holding Company, Pangeran Al-Walid bin Talal, ditahan di Hotel Ritz Carlton di Ibu Kota Riyadh, sejak Sabtu malam pekan lalu.

Pangeran Al-Walid termasuk dalam 201 kaum elite Arab Saudi - meliputi pangeran, pejabat, dan pengusaha kakap - ditangkap atas tudingan korupsi. Penangkapan ini atas perintah Komisi Pemberantasan Korupsi, dibentuk beberapa jam sebelumnya dan diketuai oleh Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman.

Buku Saudi Bodyguard karya Mark Young ini bercerita dengan bahasa bertutur sebagai orang pertama mengenai pengalamannya selama menjadi pengawal pribadi keluarga Kerajaan Arab Saudi, termasuk Raja Salman bin Abdul Aziz.   

*******

Cleo, palcur kesukaan Pangeran Faisal bin Fahad

Telepon itu datang sepekan kemudian pada Januari 1983. Bill meminta saya bergabung dalam sebuah tim untuk mengawal putra tertua dari Raja Arab Saudi Fahad bin Abdul Aziz. Penugasan dimulai besok. Saya menerima tawaran itu.

Bill bekerja sama dengan Martini dari Kedutaan Besar Arab Saudi di Ibu Kota London, Inggris. Setelah menutup telepn, saya memanggil istri saya, Sue.

"Mereka meminta saya bergabung untuk sebuah penugasan mulai besok. Apakah tidak apa-apa?"

"Tentu saja," jawab Sue. Saya kemudian menyemir sepatu saya. Ini kebiasaan saya lakoni saban kali habis menerima tawaran pekerjaan. Saya tidak tahu kenapa tapi hal itulah membikin Sue kegirangan.

Tawaran pekerjaan dari Bill itulah nantinya menjadi jalan bagi saya bekerja untuk Raja Fahad dan keluarganya selama bertahun-tahun.

Pangeran Faisal bin Fahad bukan sekadar anak sulung Raja Fahad, dia juga tipe pangeran Arab Saudi berstandar ganda. Dia tukang mabuk, pecandu narkotik, dan doya pesta seks dengan kaum adam dan pelacur-pelacur perempuan. Sungguh ironisnya, dia adalah Presiden Komite Nasional Pemberantasan Narkotik di Arab Saudi. Dia juga Presiden Kesejahteraan Pemuda Arab Saudi.

Dia bahkan menerima banyak penghargaan. Padahal saya sendiri kerap menyaksikan Pangeran Faisal teler berat, pesta seks. Saya bahkan pernah beberapa kali menyelamatkan nyawanya lantaran dia mengalami kelebihan dosis kokain, heroin, dan wiski.

Pangeran Faisal tiba di London Senin siang, rombongannya menyusul. Dia didampingi Eduardo (sekretaris), Saleh (koki), dan Ahmad asy-Syekh (sopir), para pengawal kerajaan, dan beberapa orang lainnya. Kami juga memiliki delapan sopir, enam tukang bersih, dan 12 pengawal. Martin, sopirnya Martini, ditugasnya menyopiri Pangeran Faisal dan harus melapor semua hal kepada bosnya itu.

Bagasi Pangeran Faisal pun tiba. Jumlahnya lebih dari seratus koper berukuran besar. Bagasi rombongan menyusul kemudian. Penjaga rumah, Kamal, meminta kami membawa semua koper ke kamar mereka masing-masing.

Saya kira Kamal bercanda tapi rupanya tidak. Kamal adalah orang Mesir dan dia bilang kepada kami, "Tuan Martini mengatakan kalau ada pengawal menolak perinta, dia boleh pulang."

Pintu masuk ke kediaman Pangeran Faisal di kawasan elite Knightsbridge, London, sangat besar. Ketika sang pangeran masuk ke dalam rumahnya, saya memperhatikan ada dua petugas menyamar mendampingi dia. Ketika dikenalkan saya akhirnya mengetahui keduanya adalah polisi khusus ditugaskan untuk ikut menjaga Pangeran Faisal.

Raja Fahad sendiri meminta kepada peemrintah Inggris agar ada polisi khusus disiagakan mengawal putranya itu. Insting saya mengatakan mereka bakal menimbulkan masalah. Ternyata benar.

Keduanya memaksa agar kami melakukan pengecekan seluruh tubuh kepada semua staf dan pengunjung datang ke rumah Pangeran Faisal. Tentu saja, prosedur ini bisa menyebabkan sebagian orang merasa terhina tapi kedua polisi khusus itu tidak peduli.

Hari berikutnya, ketika saya sedang berjalan di lantai dasar rumah Pangeran faisal, saya mendengar keributan hebat di dapur. Peter, kolega saya, bergegas berlari ke arah sana. Saat masuk ke dalam dapur, sebuah pisau ukir melayang di atas kepalanya dan menancap di pintu dapur.

Rupanya terjadi keributan antara Saleh (koki) dengan salah satu asistennnya. Peter menenangkan mereka meski butuha waktu beberapa lama. Kami berpikir Saleh mempunyai masalah kejiwaan dan ini menjadi perhatian khusus kami.

Malamnya, saya dan peter berjaga di pintu masuk kolam renang. Kami melihat Pangeran Faisal bersenang-senang di kolam dengan beberapa perempuan bertelanjang dada. Pelayan bernama Soapeh menyajikan banyak minuman beralkohol dan semua rang di kolam renag itu kegirangan.  

Saya terus memperhatikan Pangeran Faisal. Dia asyik membelai, berciuman, tertawa, menenggak minuman beralkohol, dan memakai narkotik. Saya lantas dipanggil masuk ke dalam area kolam renang ketika sepasang perempuan mulai berbuat gaduh.

Pangeran Faisal lantas keluar dari kolam dan duduk bersama gadis pujaannya bernama Cleo. Eduardo juga ikut duduk bareng dan mereka berbicara dalam bahasa Inggris. Mereka membahas tentang seorang wanita bernama Janan Harb. Saya tadinya mengira Janan juga perek.

Pangeran Faisal bilang kepada Celo, Raja Fahad masih menjalin kontak dengan janan. Saya akhirnya mengetahui Janan tidak terlibat dengan sang pangeran namun berhubungan dengan Raja fahad.

Pangeran Faisal menjadi kian murka. Dia berteriak sambil mengatakan ayahnya telah menanamkan fulus US$ 20 juta ke sebuah perusahaan bernama Saudi Oger untuk Janan. Ketika Pangeran Faisal bersiap untuk meledak, Eduardo bergegas lari keluar dari area kolam renang, disusul oleh sang pangeran.  

Kami segera mengikuti keduanya. Pangeran faisal masuk ke dalam kamarnya. Beberapa menit berselang, Martini datang dan menemui Pangeran Faisal. Tidak lama setelah itu, Martini berlari menuruni tangga dan Pangeran Faisal meneriaki dirinya dari atas.

Perilaku ini normal bagi sang pangeran memang dikenal gampang marah, tidak bisa ditebak, dan berbahaya. Sayangnya, dia tidak peduli atas keselamatan orang lain dan dirinya sendiri.

Saking ganasnya, dia pernah membunuh salah satu pasangan gaynya karena murka. Menurut saya, Pangeran Faisal tidak lagi diperhatikan ayahnya karena suka mabuk-mabukan, pecandu narkotik, membunuh, dan homoseksual.

Selama beberapa hari ke depan, saya berteman dengan salah satu polisi khusus itu. Namanya Mike. Dia banyak membaca dan seperti kami banyak waktu luang. Saya tetrarik dengan buku sedang dia baca, berjudul Manual Perlindungan Eksekutif. Dia merekomendasikan saya kepada sang distributor lantaran buku itu tidak dijual bebas.

Tidak diragukan lagi, kedua polisi khusus itu memberikan laporan intelijen kepada kantornya mengenai kelakuan Pangeran Faisal dan segala hal terjadi selama mengawal sang pangeran.

Pangeran Faisal jarang keluar rumah. Eduardo akan tiba saban malam dengan perempuan berbeda-beda dari beragam negara. Semuanya cantik dan menggairahkan. Mereka adalah pelacur dan dugaan kami pangeran memakai semuanya sendirian.

Kadang seorang gay menemani mereka. Cleo paling sering datang ke rumah pangeran Faisal. Dia ayu, berpayudara besar, berambut panjang, dan suka omong besar.

Dia kelihatan naksir kepada saya dan suka menggoda sehingga saya bisa bebas meraba-raba tubuhnya saat pemeriksaan. Dia tahu saya merasa tidak nyaman melakukan pemeriksaan badan terhadap perempuan. Eduardo lantas menyuruh kami memeriksa sepintas saja.

Kiri ke kanan: Mark Young, Pangeran Misyari bin Saud dan istrinya Puteri Al-Anud. (Mark Young/Saudi Bodyguard)

Liburan tiga bulan Pangeran Misyari sekeluarga

Selama tiga bulan, Pangeran Misyari bin Saud dan keluarga berlibur di Spanyol dan Prancis.

Pangeran Misyari bin Saud bin Abdul Aziz bersama putranya, Pangeran Turki, di resor ski Megeve, Prancis. (Mark Young/Saudi Bodyguard)

Fulus judi Pangeran Misyari

Pangeran Misyari bin Saud menyuruh pengawalnya, Mark Young, memisahkan antara uang hasil menang berjudi dengan fulus biasa dia bawa.

Buku Saudi Bodyguard karya Mark Young. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Rusaknya Aston Martin milik Pangeran Mansur bin Saud

"Allah telah menghukum Pangeran Mansur lantaran telah mengeluarkan pernyataan menghina kepada saya ketika saya sudah menolong korban kecelakaan di pantai," kata Mark Young.

Pangeran Misyari bin Saud bin Abdul Aziz bersama putranya, Pangeran Turki, di resor ski Megeve, Prancis. (Mark Young/Saudi Bodyguard)

Girangnya bekerja dengan Pangeran Misyari

Saudara-saudara kandung Pangeran Misyari bin Saud iri karena mereka tidak memiliki pengawal pribadi seperti saya.





comments powered by Disqus

Rubrik buku Terbaru

Liburan tiga bulan Pangeran Misyari sekeluarga

Selama tiga bulan, Pangeran Misyari bin Saud dan keluarga berlibur di Spanyol dan Prancis.

17 November 2018
Fulus judi Pangeran Misyari
27 Oktober 2018

TERSOHOR