buku

Pangeran Faisal nyaris tewas karena kelebihan dosis heroin dan kokain

"Pangeran Faisal sedang sekarat! Dia kelebihan dosis memakai heroin dan kokain. Dia juga menenggak beberapa botol wiski dan sekarang sedang tergeletak di atas ranjang dengan mata berputar-putar! Saya kira dia tidak akan selamat," katanya seraya menghela napas.

30 Juni 2018 18:58

Albalad.co berhasil mendapatkan izin dari penulis buku Saudi Bodyguard, Mark Young, untuk menerjemahkan sekaligus menerbitkan isi bukunya di Albalad.co. Seperti biasa, rubrik buku ini muncul saban Sabtu dan dimulai sejak 11 November 2017.

Albalad.co sejatinya memperoleh salinan buku Saudi Bodyguard dalam bentuk PDF tersebut langsung dari Mark Young, mantan pengawal para pangeran dan puteri di Kerajaan Arab Saudi, pada 1 September 2017. Baru ketika perkembangan dramatis terjadi saat ini di negara Kabah itu, Albalad.co memutuskan melansir terjemahan dari isi buku setebal lebih dari 400 halaman dan diterbitkan pada 2010 itu.

Mark Young, berasal dari Inggris, adalah pemegang sabuk hitam karate. Ayahnya adalah mantan anggota pasukan elite Inggris dan bekas anggota MI6, dinas intelijen Inggris.

Sejak Mei 1976, dia mulai menjadi instruktur dan membuka tiga sekolah karate. Tiga tahun kemudian, dia memulai kariernya sebagai pengawal pribadi keluarga kerajaan Arab Saudi. Tugas pertamanya adalah mengawal Pangeran Talal bin Abdul Aziz, ayah dari pemilik Kingdom Holding Company, Pangeran Al-Walid bin Talal, ditahan di Hotel Ritz Carlton di Ibu Kota Riyadh, sejak Sabtu malam pekan lalu.

Pangeran Al-Walid termasuk dalam 201 kaum elite Arab Saudi - meliputi pangeran, pejabat, dan pengusaha kakap - ditangkap atas tudingan korupsi. Penangkapan ini atas perintah Komisi Pemberantasan Korupsi, dibentuk beberapa jam sebelumnya dan diketuai oleh Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman.

Buku Saudi Bodyguard karya Mark Young ini bercerita dengan bahasa bertutur sebagai orang pertama mengenai pengalamannya selama menjadi pengawal pribadi keluarga Kerajaan Arab Saudi, termasuk Raja Salman bin Abdul Aziz.   

*******

Pangeran Faisal nyaris tewas karena kelebihan dosis heroin dan kokain

Lebih cepat dari biasanya di malam ketujuh kunjungan Pangeran Faisal bin Fahad bin Abdul Aziz, pintu depan kediaman sang pangeran diketuk. Setelah dibuka, tampak berdiri Eduardo (sekretaris Pangeran Faisal) dengan Cleo (pelacur favorit Pangeran Faisal) dan seorang perempuan Hawaii berpakaian ketat berwarna merah.

Perempuan Hawaii itu benar-benar menggoda. Berambut hitam panjang dengan kaki jenjang dan memakai sepatu berhak tinggi warna merah. Dia memakai anting emas berkilauan , berlawanan dengan pipinya kehitam-hitaman.

kedua matanya besar, hitam, dan menghunjam bertemu dengan pandangan mata saya. Bibirnya dilapisi lipstik mahal buatan Prancis. Kedua puting menonjol lantaran baju kelewat ketat.

Setelah menikmati ;pemandangan itu, saya mengantar ketiganya menuju lobi. Eduardo meminta saya duduk menemani kedua perempuan itu, sedangkan dia langsung naik ke atas untuk menemui Pangeran Faisal.

Kami duduk dan berbincang. Cleo sedang bersemangat. Dia menggoda saya mengenai pengecekan dengan meraba-rabu tubuh. Saya kemudian bertanya kepada Celo, apa yang membuat Pangeran Faisal murka di hari kedua kunjungannya di London.

Cleo bercerita Pangeran Faisal marah kepada Janan Harb telah menikahi ayahnya, Raja Fahad bin Abdul Aziz, pada 1968. Paman dari Pangeran Faisal, Pangeran Turki bin Abdul Aziz mengusir Janan dari Arab Saudi dua tahun kemudian.

Namun Raja Fahad tetap menjalin hubungan dengan Janan ketika dia pelesiran ke luar negeri. Dia memberikan tempat tinggal nyaman dan mendirikan perusahaan konstruksi Saudi Oger dengan nilai investasi US$ 20 juta untuk Janan.

Entah bagaimana Pangeran Faisal dapat mengetahui soal investasi US$ 20 juta itu Yang membikin dia murka adalah dia tidak bisa menanyakan atau membahas mengenai Saudi Oger dengan ayahnya.

Segera setelah menyelesaikan ceritanya, Cleo kembali menggoda saya untuk meraba-raba tubuhnya. Dia bilang Pangeran Faisal suka menonton dirinya bercinta dengan perempuan lain. Dia mengatakan malam ini dia sudah bercinta dengan perempuan Hawaii itu, sedangkan Pangeran Faisal bermasturbasi.

Malam sebelumnya, seorang lelaki sudah berhubungan seks dengan dua perempuan, sedangkan Pangeran faisal lagi-lagi bermaturbasi. Cleo mengungkapkan pria itu memiliki penis tebal sepanjang 35,5 sentimeter. Kedua perempuan itu menyukai. Namun Pangeran Faisalmasturbasi dan akhirnya melakoni hubungan homoseksual.

Setelah malam panjang, Cleo keluar dari elevator. Perempuan Hamaii sudah lama pergi. Ketika Cleo mendekati saya, ada sesuatu serius ingin dia bicarakan.
"Mark, bisa saya bicara dengan kamu di luar? Ini penting dan saya tidak mau ada orang lain mendengarkan apa yang ingin saya katakan."

Saya memanggil salah satu kolega saya dan bilang saya ingin keluar sebentar.

Saat kami sedang menuruni jalan setapak di luar rumah, saya bertanya, "Ada masalah apa, Cleo?"

"Mark, saya benar-benar ketakutan. Saya tidak tahu apa yang mesti dilakukan. Kamu tidak boleh mengatakan kepada siapapun kalau kamu mendapat informasi ini dari saya."
"Cleo, tenanglah. Sekarang ceritakan kepada saya apa yang membikin kamu begitu gelisah?"

"Pangeran Faisal sedang sekarat! Dia kelebihan dosis memakai heroin dan kokain. Dia juga menenggak beberapa botol wiski dan sekarang sedang tergeletak di atas ranjang dengan mata berputar-putar! Saya kira dia tidak akan selamat," katanya seraya menghela napas.

"Cleo, cepat pergi, saya akan mengurus masalah ini."

Jantung saya berdegup kencang. Saya bergegas masuk ke dalam rumah. Saya lalu turun ke lantai bawah tanah dan mencari pemimpin tim bernama Mick.

"Mick, kita punya masalah. Pangeran Faisal kelebihan dosis wiski, heroin, dan kokain. Dia kelihatannya sekarat."
"Siapa memberitahu hal ini, bagaimana  kamu tahu?" jawabnya.

"Mick kita tidak memiliki banyak waktu untuk membahas hal ini sekarang. Kita harus menolong Pangeran Faisal."

"Lupakan saja, kalau informasi itu tidak benar kita bisa terlibat dalam masalah besar. Apalagi kita mau bertukar giliran jaga. Jadi biarkan yang lain menangani masalah ini," jawabnya.

"Baiklah Mick, bisakah saya pergi sekarang?"
"Ya, sampai bertemu nanti malam," ujarnya.

Saya langsung keluar rumah dan segera masuk ke dalam mobil. Saya menuju telepon umum terdekat dan menghubungi Martini, staf Kedutaan Besar Arab Saudi di London.

Ketika Martini menjawab telepon saya, dia mengomel, "Ya, ada apa?"
"Pak, ini Mark dari kediaman Pangeran Faisal, kami mendapat masalah."
"Persoalan apa?"

"Pangeran Faisal kelebihan dosis heroin dan kokain. Dia juga teler berat. Dia sekarang tergeletak di atas tempat tdiur dengan bola mata berputar-putar."
"Apakah kamu yakin?"
"Ya, Pak."
"Saya akan mengatasi hal itu," ucapnya ssambil menutup telepon.

Tidak ada lagi yang dapat saya kerjakan. Dalam perjalanan pulang ke rumah, saya berusaha menenangkan diri saya. Adrenalin saya telah mencapai puncak dan saya butuh bersantai.

Buku Saudi Bodyguard karya Mark Young. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Pangeran Faisal dilarikan ke rumah sakit karena kelebihan dosis

Pangeran Faisal supertajir, namun cara dia menumpuk harta telah menyakiti rakyatnya. Sebagai contoh, dia memiliki rekening di sebuah bank di Swiss sebesar US$ 200 juta dari jatah hasil penjualan minyak Arab Saudi.

Buku Saudi Bodyguard karya Mark Young. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Cleo, pelacur kesukaan Pangeran Faisal bin Fahad

Pangeran Faisal bin Fahad doyan mabuk, pesta seks, dan pecandu narkotik. Dia pernah hampir meninggal karena kelebihan dosis kokain, heroin, dan wiski.

Pangeran Misyari bin Saud bin Abdul Aziz bersama putranya, Pangeran Turki, di resor ski Megeve, Prancis. (Mark Young/Saudi Bodyguard)

Bekerja lagi untuk Pangeran Misyari

Mark Young tidak bisa merayakan Natal bersama keluarganya pada 1982 karena harus menemani Pangeran Misyari membeli vila di Marbella.





comments powered by Disqus