buku

Pangeran Arab Saudi gemar berpesta seks dengan pramugari cantik Saudia

Saya akhirnya melihat sendiri para pramugari itu berubah menjadi pelacur dan berpesta seks di kediaman pangeran-pangeran Arab Saudi.

28 Juli 2018 17:52

Albalad.co berhasil mendapatkan izin dari penulis buku Saudi Bodyguard, Mark Young, untuk menerjemahkan sekaligus menerbitkan isi bukunya di Albalad.co. Seperti biasa, rubrik buku ini muncul saban Sabtu dan dimulai sejak 11 November 2017.

Albalad.co sejatinya memperoleh salinan buku Saudi Bodyguard dalam bentuk PDF tersebut langsung dari Mark Young, mantan pengawal para pangeran dan puteri di Kerajaan Arab Saudi, pada 1 September 2017. Baru ketika perkembangan dramatis terjadi saat ini di negara Kabah itu, Albalad.co memutuskan melansir terjemahan dari isi buku setebal lebih dari 400 halaman dan diterbitkan pada 2010 itu.

Mark Young, berasal dari Inggris, adalah pemegang sabuk hitam karate. Ayahnya adalah mantan anggota pasukan elite Inggris dan bekas anggota MI6, dinas intelijen Inggris.

Sejak Mei 1976, dia mulai menjadi instruktur dan membuka tiga sekolah karate. Tiga tahun kemudian, dia memulai kariernya sebagai pengawal pribadi keluarga kerajaan Arab Saudi. Tugas pertamanya adalah mengawal Pangeran Talal bin Abdul Aziz, ayah dari pemilik Kingdom Holding Company, Pangeran Al-Walid bin Talal, ditahan di Hotel Ritz Carlton di Ibu Kota Riyadh, sejak Sabtu malam pekan lalu.

Pangeran Al-Walid termasuk dalam 201 kaum elite Arab Saudi - meliputi pangeran, pejabat, dan pengusaha kakap - ditangkap atas tudingan korupsi. Penangkapan ini atas perintah Komisi Pemberantasan Korupsi, dibentuk beberapa jam sebelumnya dan diketuai oleh Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman.

Buku Saudi Bodyguard karya Mark Young ini bercerita dengan bahasa bertutur sebagai orang pertama mengenai pengalamannya selama menjadi pengawal pribadi keluarga Kerajaan Arab Saudi, termasuk Raja Salman bin Abdul Aziz.   

*******

Pangeran Arab Saudi gemar berpesta seks dengan pramugari cantik Saudia

John menghubungi saya lagi pada April 1983 dan meminta saya menangani tugas baru. Tawaran itu datang tepat waktu saya hampir kehabisan uang. John dan saya kemudian pergi ke ruang tunggu VIP di Bandar Udara Heathrow di Ibu Kota London, Inggris, di mana kami bertemu dengan seorang ajudan dari Pangeran Khalid bin Fahad bin Muhammad. Sedangkan sang pangeran baru terbang dari Kota Jenewa, Swiss, dua jam sebelumnya.

Ketika Pangeran Khalid tiba, John secara resmi mengenalkan saya kepada sang pangeran. Saya merasa pernah berjumpa Pangeran Khalid tapi saya lupa di mana. Saya yakin dia juga memiliki perasaan serupa.

Ketika kami keluar dari ruang tunggu VIP, dia bilang ingin ke terminal kedatangan untuk bertemu pacarnya. Kelihatannya mereka terbang satu pesawat tapi keluar lewat jalan berbeda. Ini membikin saya bingung.

Kami menunggu dalam mobil diparkir di luar. Ketika kekasih Pangeran Khalid itu muncul, saya lihat dia mengenakan seragam pramugari maskapai Saudi Arabian Airlines (Saudia). Ini kian menambah rasa ingin tahu saya.

Pangeran Khalid menjemput gadis itu dan ketika dia berbalik arah, saya melihat wajah perempuan ini. Saya kenal dia tapi saya harus berpura-pura kaget. Gadis ini adalah mantan kekasih Pangeran Faisal bin Yazid.

Ketika dia berjalan mendekat ke arah Jaguar, Pangeran Khalid keluar dan keduanya berpelukan serta berciuman. Ketika gadis itu melihat ke arah saya, wajahnya tampak sangat terkejut. Dia kaget betul karena saya pernah melihat dia sebelumnya.

Kami kemudian menaruh bagasinya dan masuk ke dalam mobil, lalu tancap gas menuju Hotel the Royal Lancaster. Pangeran Khalid meminta gadis itu menunggu dalam mobil bersama saya ketika sanga pangeran dan yang lain masuk ke dalam hotel.

Gadis tersebut bertanya apakah saya akan mengatakan segalanya kepada Pangeran Khalid soal dirinya. Saya jawab itu bukan uruan saya. Dia bilang baru bertemu Pangeran Khalid dalam penerbangan ke London.

Sepuluh menit berselang, John datang menjemput kami berdua. Saat kami masuk ke dalam lift, John memegang lengan saya dan berbisik.

"Mark, Pangeran Khalid menyadap mobil itu, dia tahu apa yang kamu bicarakan."
"Sial," jawab saya. "Apa yang terjadi sekarang?"
Saya tidak tahu, kita harus menjadi pendengar baik," kata John.

Saya tidak pernah berpikir akan ada alat penyadap dalam mobil. Tapi sekarang menjadi jelas, Pangeran Khalid sengaja meninggalkan saya dan gadis itu dalam mobil berdua saja.

Kami  masuk ke dalam kamar dan Pangeran Khalid bertindak normal. Setidaknya John sudah memperingatkan saya, sehingga saya pun berperilaku biasa saja. Saya sudah mengatakan kepada John saya akan tetap mengawal Pangeran Khalid karena saya bertanggung jawab atas tugas saya.

Tidak butuh waktu lama bagi Pangeran Khalid untuk menanyakan mengenai gadis itu kepada saya. Dia bilang dia mengetahui reaksi saya saat bertemu pacarnya itu di Heathrow.

Dia mengakukan pertanyaan bertubi-tubi kepada saya. Apakah saya mengenal gadis itu? Pernahkah saya bertemu dia sebelumnya? Apakah saya pernah melihat dia bersama lelaki lain?

Diakira dia seorang interogator handal dan dapat membuat saya menyerah. Saya tangkis semua pertanyaannya.

Menjelang akhir kunjungannya, dia mengajukan pertanyaan sama tapi saya tetap kalem. Dengan tegas saya katakan kalau dia benar-benar ingin tahu siapa sebenarnya pramugari itu, saya bilang saya akan ceritakan tapi saya yakinkan dia tidak akan mau tahan mendengarkan apa yang akan saya katakan. Dia menolak.

John mengatakan kepada saya para pangeran Arab Saudi kerap menggoda pramugari-pramugari cantik bertugas di kabin kelas satu di Saudia. Saya akhirnya melihat sendiri para pramugari itu berubah menjadi pelacur dan berpesta seks di kediaman pangeran-pangeran Arab Saudi.   

Para pangeran itu bahkan kerap mengunjungi rumah-rumah bordil di Arab Saudi. Padahal mereka selalu sesumbar sebagai penjaga dua kota suci: Makkah dan Madinah. Mereka juga doyan mengklaim sebagai pengikut paham Wahabi, agama sekaligus ideologi resmi kerajaan Arab Saudi.

Saya menyaksikan sendiri banyak anggota keluarga kerajaan Arab Saudi itu bermuka dua. Kadang kenyataan itu membikin saya tertawa. Pangeran Fawaz merupakan pecandu minuman beralkohol pernah menjadi gubernur Provinsi Makkah. Pangeran Faisal bin Fahad merupakan pecandu narkotik, putra dari Raja Fahad bin Abdul Aziz, pernah menjadi Presiden Komite Nasional Pemberantasan Narkotik.

Ketika pekerjaan akan berakhir, John memberitahu berapa harga mesti dibayar Pangeran Khalid atas jasa saya mengawal dirinya. Saya kira tarif ditentukan John kemahalan tapi dia bilang itu tarif normalnya.

Saya lantas memberikan tagihan atas semua jasa itu kepada Pangeran Khalid dan dia membayar tanpa keberatan. Ini mengejutkan tapi John meminta komisi besar kepada saya. Saya menjaga Pangeran Khalid agar tetap aman dan nyaman hanya untuk dirampok oleh John. Saya merasa itu mimpi buruk.

Padahal John juga pernah meminta komisi besar atas tugas serupa, namun saya tidak pernah menyangka dia bakal berulah seperti itu lagi.

Saya lalu menghubungi Martin dan memberitahu dirinya saya sekarang sedang tidak ada pekerjaan. Tidak lama kemudian, dia memberi saya tugas untuk mengawasi seseorang. Tapi lama kelamaan saya menyadari sebenarnya banyak yang saya mata-matai selama ini adalah orang tidak bersalah.  



Pangeran Misyari bin Saud bin Abdul Aziz bersama putranya, Pangeran Turki, di resor ski Megeve, Prancis. (Mark Young/Saudi Bodyguard)

Perjalanan menyebalkan bareng Juan

Saya terpaksa meminta Pangeran Misyari mengirim uang lantaran Juan membawa lari semuanya.

Syekh Khalifah bin Zayid bin Sultan an-Nahyan, sejak November 2004 menjabat Presiden Uni Emirat Arab. (Wikipedia)

Bekerja untuk putera mahkota Abu Dhabi

Ketika pendidikan dimulai, dia membayar sejumlah lelaki masing-masing 50 pound sterling hanya untuk menyemir sepatu-sepatunya saban malam.

Buku Saudi Bodyguard karya Mark Young. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Pangeran Faisal dilarikan ke rumah sakit karena kelebihan dosis

Pangeran Faisal supertajir, namun cara dia menumpuk harta telah menyakiti rakyatnya. Sebagai contoh, dia memiliki rekening di sebuah bank di Swiss sebesar US$ 200 juta dari jatah hasil penjualan minyak Arab Saudi.





comments powered by Disqus

Rubrik buku Terbaru

Perjalanan menyebalkan bareng Juan

Saya terpaksa meminta Pangeran Misyari mengirim uang lantaran Juan membawa lari semuanya.

11 Agustus 2018

TERSOHOR