buku

Ajari istri pangeran Arab Saudi menyetir mobil

Mark Young mengajari Puteri Al-Anud mengendarai mobil di Marbella.

01 September 2018 13:12

Albalad.co berhasil mendapatkan izin dari penulis buku Saudi Bodyguard, Mark Young, untuk menerjemahkan sekaligus menerbitkan isi bukunya di Albalad.co. Seperti biasa, rubrik buku ini muncul saban Sabtu dan dimulai sejak 11 November 2017.

Albalad.co sejatinya memperoleh salinan buku Saudi Bodyguard dalam bentuk PDF tersebut langsung dari Mark Young, mantan pengawal para pangeran dan puteri di Kerajaan Arab Saudi, pada 1 September 2017. Baru ketika perkembangan dramatis terjadi saat ini di negara Kabah itu, Albalad.co memutuskan melansir terjemahan dari isi buku setebal lebih dari 400 halaman dan diterbitkan pada 2010 itu.

Mark Young, berasal dari Inggris, adalah pemegang sabuk hitam karate. Ayahnya adalah mantan anggota pasukan elite Inggris dan bekas anggota MI6, dinas intelijen Inggris.

Sejak Mei 1976, dia mulai menjadi instruktur dan membuka tiga sekolah karate. Tiga tahun kemudian, dia memulai kariernya sebagai pengawal pribadi keluarga kerajaan Arab Saudi. Tugas pertamanya adalah mengawal Pangeran Talal bin Abdul Aziz, ayah dari pemilik Kingdom Holding Company, Pangeran Al-Walid bin Talal, ditahan di Hotel Ritz Carlton di Ibu Kota Riyadh, sejak Sabtu malam pekan lalu.

Pangeran Al-Walid termasuk dalam 201 kaum elite Arab Saudi - meliputi pangeran, pejabat, dan pengusaha kakap - ditangkap atas tudingan korupsi. Penangkapan ini atas perintah Komisi Pemberantasan Korupsi, dibentuk beberapa jam sebelumnya dan diketuai oleh Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman.

Buku Saudi Bodyguard karya Mark Young ini bercerita dengan bahasa bertutur sebagai orang pertama mengenai pengalamannya selama menjadi pengawal pribadi keluarga Kerajaan Arab Saudi, termasuk Raja Salman bin Abdul Aziz.   

*******

Ajari istri pangeran Arab Saudi menyetir mobil

Beberapa hari setelah tiba di Marbella, Juni 1983, Puteri Al-Anud bertanya apakah saya bersedia mengajari dia menyetir mobil. Saya bilang saya akan senang mengajari kalau dia sudah mendapat izin dari Pangeran Misyari bin Saud.

Saya tidak pernah membayangkan semenit pun kalau Pangeran Misyari mengizinkan istrinya itu belajar mengendarai mobil. Dengan cemas, saya mengantar Puteri Al-Anud ke kawasan bebas kendaraan sehingga dia bisa belajar mengemudi.

Saya tidak merasa nyaman berada dalam mobil saya dengan Puteri Al-Anud. Kalau salah satu saudara kandung Pangeran Misyari melihat kami berdua bisa berabe. Latihan mengemudi mobil bagi Puteri Al-Anud hanya berlangsung lebih dari sepakan dan tiba-tiba saja dihentikan. Barangkali ada yang memergoki kami dan ada pesan kewaspadaan disampaikan kepada Pangeran Misyari atau untuk sang puteri sendiri.  

Alhasil, Puteri Al-Anud kembali ke kebiasaan belanja saban hari. Tiap malam saya mengantar dia ke Puerto Banus dan menyaksikan para puteri kerajaan Arab Saudi berjalan di dermaga layaknya di atas panggung peragaan busana.

Suatu malam ketika kami sedang berjalan di dermaga Puerto Banus, Pangeran Misyari bilang dia dan saudara-saudara kandung lelakinya ingin makan malam di restoran Italia, Tony Dalli. Dia katakan saya harus menemani dia. Ini bakal menyenangkan lantaran saya menyukai masakan Italia.

Besok malamnya, saya mengantar Pangeran Misyari ke vila milik saudara kandungnya, Pangeran Sattam bin Saud. Setiba di sana, saya melihat seorang anak berumur delapan atau sembilan tahun sedang memegang kembang api.

Ketika Pangeran Misyari masuk ke dalam vila, saya mengambil kembang api itu dan melempar jauh-jauh. Saya jelaskan itu berbahaya bagi dirinya. Sambil menunggu para pangeran keluar, saya mengagumi sebuah pohon palem tumbuh di halaman vila.  

Waktu para pangeran keluar, saya ceritakan soal saya membuang kembang api itu karena berbahaya untuk anak kecil.

Pangeran Misyari membenarkan penjelasan saya sambil berjalan bareng Pangeran Sattam menuju mobil Mercedes 380 SEC berwarna hijau metalik. Dia menyuruh saya mengikuti dari belakang menggunakan Camaro ke restoran.

Sampai di Tony Dalli, kami melihat lahan parkir disi banyak mobil milik saudara kandung Pangeran Misyari. Dia kemudian meminta saya menunggu di luar bersama para pengawal dan sopir lain. Saya ingin tertawa dan menganggap itu sebuah lelucon.

Itu salah satu contoh perilaku kadang membuat para pengawal sulit memberikan perlindung secara tepat. Sebab mereka melakoni apa saja mereka mau kapanpun.

Enam pengawal pribadi dan enam sopir berdiri menunggu di luar restoran. Lampu di depan restoran menerangi jalan di depannya. 

Pangeran Misyari bin Saud bin Abdul Aziz bersama putranya, Pangeran Turki, di resor ski Megeve, Prancis. (Mark Young/Saudi Bodyguard)

Girangnya bekerja dengan Pangeran Misyari

Saudara-saudara kandung Pangeran Misyari bin Saud iri karena mereka tidak memiliki pengawal pribadi seperti saya.

Buku Saudi Bodyguard karya Mark Young. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Pangeran Misyari dan hobi bercinta dengan pelacur

Pangeran Misyari bin Saud bin Abdul Aziz pernah teledor. Dia memesan satu kamar di Hotel Incosol, di luar Marbella (Spanyol), atas namanya sendiri.

Pangeran Misyari bin Saud bin Abdul Aziz bersama putranya, Pangeran Turki, di resor ski Megeve, Prancis. (Mark Young/Saudi Bodyguard)

Perjalanan menyebalkan bareng Juan

Saya terpaksa meminta Pangeran Misyari mengirim uang lantaran Juan membawa lari semuanya.

Syekh Khalifah bin Zayid bin Sultan an-Nahyan, sejak November 2004 menjabat Presiden Uni Emirat Arab. (Wikipedia)

Bekerja untuk putera mahkota Abu Dhabi

Ketika pendidikan dimulai, dia membayar sejumlah lelaki masing-masing 50 pound sterling hanya untuk menyemir sepatu-sepatunya saban malam.





comments powered by Disqus

Rubrik buku Terbaru

Girangnya bekerja dengan Pangeran Misyari

Saudara-saudara kandung Pangeran Misyari bin Saud iri karena mereka tidak memiliki pengawal pribadi seperti saya.

08 September 2018

TERSOHOR