buku

Liburan tiga bulan Pangeran Misyari sekeluarga

Selama tiga bulan, Pangeran Misyari bin Saud dan keluarga berlibur di Spanyol dan Prancis.

17 November 2018 15:02

Albalad.co berhasil mendapatkan izin dari penulis buku Saudi Bodyguard, Mark Young, untuk menerjemahkan sekaligus menerbitkan isi bukunya di Albalad.co. Seperti biasa, rubrik buku ini muncul saban Sabtu dan dimulai sejak 11 November 2017.

Albalad.co sejatinya memperoleh salinan buku Saudi Bodyguard dalam bentuk PDF tersebut langsung dari Mark Young, mantan pengawal para pangeran dan puteri di Kerajaan Arab Saudi, pada 1 September 2017. Baru ketika perkembangan dramatis terjadi saat ini di negara Kabah itu, Albalad.co memutuskan melansir terjemahan dari isi buku setebal lebih dari 400 halaman dan diterbitkan pada 2010 itu.

Mark Young, berasal dari Inggris, adalah pemegang sabuk hitam karate. Ayahnya adalah mantan anggota pasukan elite Inggris dan bekas anggota MI6, dinas intelijen Inggris.

Sejak Mei 1976, dia mulai menjadi instruktur dan membuka tiga sekolah karate. Tiga tahun kemudian, dia memulai kariernya sebagai pengawal pribadi keluarga kerajaan Arab Saudi. Tugas pertamanya adalah mengawal Pangeran Talal bin Abdul Aziz, ayah dari pemilik Kingdom Holding Company, Pangeran Al-Walid bin Talal, ditahan di Hotel Ritz Carlton di Ibu Kota Riyadh, selama November 2017-akhir Januari 2018.

Pangeran Al-Walid termasuk dalam 201 kaum elite Arab Saudi - meliputi pangeran, pejabat, dan pengusaha kakap - ditangkap atas tudingan korupsi. Penangkapan ini atas perintah Komisi Pemberantasan Korupsi, dibentuk beberapa jam sebelumnya dan diketuai oleh Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman.

Buku Saudi Bodyguard karya Mark Young ini bercerita dengan bahasa bertutur sebagai orang pertama mengenai pengalamannya selama menjadi pengawal pribadi keluarga Kerajaan Arab Saudi, termasuk Raja Salman bin Abdul Aziz.   

*******

Liburan tiga bulan Pangeran Misyari sekeluarga

Setibanya kami di Paris pada pertengahan Oktober 1983, saya mengumpulkan seluruh paspor untuk diperiksa petugas imigrasi. Ketika pemeriksaan berlangusng, saya menuju tempat pengambilan bagasi, meminta kuli angkut membawakan troli.

Di Marbella, saya mengikatkan pita kuning di pegangan tiap koper sehingga mudah dikenali. Setelah pemeriksaan paspor dan semua bagasi sudah diperoleh, saya kembali ke keluarga Pangeran Misyari bin Saud, lalu membimbing mereka menuju terminal kedatangan, seperti penggembala menyuruh ternaknya.

Saya langusng melihat sekeliling untuk mencari siapa penjemput kami. Ketika sampai di Hotel George V, saya melihat seseorang berdiri di depan sebuah Cadillac Fleetwood berwarna putih. Saya mengenali dia adalah Peter, mantan kolega saya dan mobil dia pakai adalah kepunyaan Puteri Ummu Mansur.

"Apa yang kamu lakukan di sini?" tanya saya.
Dia menjawab, "Saya membawa mobil ini untuk Puteri Ummu Mansur dari Maroko dan remnya blong. Saya tidak mendapat pertolongan ketika para montir tahu itu Cadillac mereka tidak peduli."

Dia mengaku sudah mencoba ke semua bengkel. Tapi setelah saya sekali menelepon, semua persoalan selesai. Namun mobil baru bisa diambil besok pagi. Peter tidak tahu harus menginap di mana dan dia hanya memiliki sedikit uang.

Saya kemudian berbicara dengan Pangeran Misyari dan menjelaskan situasi dihadapi Peter. Saya bertanya apakah saya boleh mengajak dia menginap semalam saja di kamar saya.

"Apakah kamu mempercayai dia?" tanya Pangeran Misyari.
"Kalau saya tidak yakin sama sekali, saya tidak akan bertanya."
"Semalam saja tidak apa-apa."

Saya lantas menemui Peter dan memberitahu kabar baik itu. Patrick, pengawal pribadi Pangeran Mansur memiliki sopir perusahaan dan mempekerjakan mekanik sendiri. Patrick membiarkan saya memakai jasa mekaniknya. Besoknya, Peter dan Cadillac melanjutkan perjalanan ke Inggris dan kami pelesiran ke kebun binatang.

Kemudian kami berhenti makan siang di puncak bukit Montmarte sambil mengagumi basilika Scare Coeur, gereja Katolik berwarna putih dan berukuran besar. Malamnya, saya mengawal Puteri Al-Anud. Setelah liburan selama tiga bulan, Pangeran Misyari sekeluarga pulang ke Arab Saudi tapi saya akan segera bekerja untuk mereka lagi.

Buku Saudi Bodyguard karya Mark Young. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Menolak ikut makan malam di rumah Pangeran Muhammad bin Fahad

Menahan paspor, melarang memakai telepon ke luar negeri, menyensor surat kabar, majalah dan mengontrol program televisi adalah siasat pemerintah Saudi untuk mengawasi rakyatnya.

Mobil milik Pangeran Walid bin Saud bin Abdul Aziz. (Mark Young/Saudi Bodyguard)

Pelesiran sejenak di Jeddah

Terdapat sejumlah kedutaan besar di Jeddah dan suasananya lebih rileks dibanding kota-kota lain di Arab Saudi.

Mark Young bersama Pangeran Misyari bin Saud bin Abdul Aziz dan istrinya, Puteri Al-Anud binti Fahad. (Mark Young/Saudi Bodyguard)

Teringat Puteri Al-Anud telanjang

Seraya tersenyum, saya teringat Puteri Al-Anud dan teman-temannya dalam keadaan telanjang, tapi di negara asalnya, dia tersembunyi di balik pagar tembok dan abaya dan jilbab serba hitam. Puteri Al-Anud benar-benar cantik dan tubuhnya sangat seksi.

Pangeran Misyari bin Saud bin Abdul Aziz bersama putranya, Pangeran Turki, di resor ski Megeve, Prancis. (Mark Young/Saudi Bodyguard)

Makan siang bareng Pangeran Misyari

Pangeran Salman langsung menjatuhkan kartu dan berdiri untuk menyambut penguasa Arab datang tidak disangka. Ketika Jack mendekat, mereka sadar ternyata yang datang orang Inggris.





comments powered by Disqus

Rubrik buku Terbaru

Menolak ikut makan malam di rumah Pangeran Muhammad bin Fahad

Menahan paspor, melarang memakai telepon ke luar negeri, menyensor surat kabar, majalah dan mengontrol program televisi adalah siasat pemerintah Saudi untuk mengawasi rakyatnya.

14 September 2019
Pelesiran sejenak di Jeddah
07 September 2019

TERSOHOR