buku

Lemparan sekaleng bir ke arah Puteri Munirah

Dia adalah istri dari Pangeran Faisal bin Fahad.

01 Desember 2018 16:53

Albalad.co berhasil mendapatkan izin dari penulis buku Saudi Bodyguard, Mark Young, untuk menerjemahkan sekaligus menerbitkan isi bukunya di Albalad.co. Seperti biasa, rubrik buku ini muncul saban Sabtu dan dimulai sejak 11 November 2017.

Albalad.co sejatinya memperoleh salinan buku Saudi Bodyguard dalam bentuk PDF tersebut langsung dari Mark Young, mantan pengawal para pangeran dan puteri di Kerajaan Arab Saudi, pada 1 September 2017. Baru ketika perkembangan dramatis terjadi saat ini di negara Kabah itu, Albalad.co memutuskan melansir terjemahan dari isi buku setebal lebih dari 400 halaman dan diterbitkan pada 2010 itu.

Mark Young, berasal dari Inggris, adalah pemegang sabuk hitam karate. Ayahnya adalah mantan anggota pasukan elite Inggris dan bekas anggota MI6, dinas intelijen Inggris.

Sejak Mei 1976, dia mulai menjadi instruktur dan membuka tiga sekolah karate. Tiga tahun kemudian, dia memulai kariernya sebagai pengawal pribadi keluarga kerajaan Arab Saudi. Tugas pertamanya adalah mengawal Pangeran Talal bin Abdul Aziz, ayah dari pemilik Kingdom Holding Company, Pangeran Al-Walid bin Talal, ditahan di Hotel Ritz Carlton di Ibu Kota Riyadh, selama November 2017-akhir Januari 2018.

Pangeran Al-Walid termasuk dalam 201 kaum elite Arab Saudi - meliputi pangeran, pejabat, dan pengusaha kakap - ditangkap atas tudingan korupsi. Penangkapan ini atas perintah Komisi Pemberantasan Korupsi, dibentuk beberapa jam sebelumnya dan diketuai oleh Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman.

Buku Saudi Bodyguard karya Mark Young ini bercerita dengan bahasa bertutur sebagai orang pertama mengenai pengalamannya selama menjadi pengawal pribadi keluarga Kerajaan Arab Saudi, termasuk Raja Salman bin Abdul Aziz.   

*******

Lemparan sekaleng bir ke arah Puteri Munirah

Saya kemudian bekerja untuk Puteri Munirah, anak dari Menteri Pertahanan Arab Saudi Pangeran Sultan bin Abdul Aziz. Dia adalah istri dari Pangeran Faisal bin Fahas, pecansu narkotik, tukang mabuk-mabukkan dan saya pernah bekerja buat dirinya sebelumnya.

Puteri Munirah berencana berlibur tiga pekan pada Oktober 1983 di kediaman mereka di Prince's Gate, Knightsbridge, London. Fulus bukan masalah. Martini bakal mengatur segala pengeluaran saban hari. Dia pun akan kebagian bonus dan toko Halal miliknya bakal untung besar lantaran memasok semua kebutuhan di rumah Puteri Munirah.

Saya adalah ketua tim pengawal meski Puteri Munirah datang didampingi sejumlah pengawal kerajaan. Para pengawal keluarga kerajaan ini hanya mematuhi sang puteri.

Tim keamanan kami beranggotakan setengah lusin pengawal dan tiga orang siaga. Beberapa sopor dan tukang bersih-bersih melengkapi paket itu. Kami semua bekerja melalui Martini dan dia akan mengambil bagian dari gaji kami. Dia biasanya memotong persentase kalau tidak mengambil bonus kami terima dari majikan sehabis masa tugas berakhir.

Koki, pernah melempar pisau dalam lawatan sebelumnya, bertanggung jawab urusan katering. Sepasang asisten dan pelayan bertugas di dapur.

Dua pintu utama rumah dijaga. Satu pintu untuk keluar masuk orang dan satu lagi buat barang atau koper. Ketika truk-truk furnitu tiba, kami segera menurunkan dan membawa masuk barang-barang. Beberapa di antaranya mesti dibawa ke lantai lima. Meski sangat berat, tidak ada bayaran tambahan untuk itu.

Setelah membawa masuk semua barang, Yasir, manajer rumah Puteri Munirah, memberhentikan seorang pengawal di pintu kedua. Saya tidak senang dengan keputusannya itu. Saya tegaskan kepada Yasir, dia harus menerima akibatnya.

Saya lalu membagi tuga para pengawal. Saat Martini datang, dia berkeliling melihat keadaan. Tidak lama setelah dia pergi, Saya menerima telepon Bill dari kantornya dan langsung marah-marah. Dia bilang kalau saya tidak mampu, dia akan mencari gantinya.

Ketika Bill sudah tenang, saya bertanya ada masalah apa. Dia mengatakan Martini menelepon dirinya dan memberitahu tidak ada penjaga di pintu kedua. Saya jelaskan kenapa itu terjadi dan memanggil Yasir untuk menjelaskan langsung kepada Bill.

Dalam lawatan Martini berikutnya, saya jelaskan apa yang terjadi dan meminta dia untuk berbicara dengan Yasir. Saya katakan pula jika mau menyampaikan keluahan langsung kepada saya bukan Bill. Dia akhirnya meminta maaf.

Dalam hitungan hari, persoalan muncul di antara para pengawal. Salah satu penjaga, mantan polisi, bermasalah dengan minuman keras, berusaha melangkahi kewenangan saya.

Tekanan bisa memicu masalah di tengah staf karena kondisi kerja. Makanan dibawa ke atas buat majikan dan sisanya dibagikan oleh pelayan kepada petugas keamanan. Ini memang bukan masalah karena hal lazim dalam rumah tangga keluarga kerajaan Arab Saudi.  

Persoalan muncul ketika staf keamanan menemukan staf rumah tangga dan tukang-bersih-bersih mendapat jatah makanan di saat yang sama dengan majikan mereka. Situasinya menjadi antara 'mereka dan kami'. Ketika tugas kami berlangsung lebih dari empat bulan, ketegangan dan tekanan tidak dapat dibendung lagi.

Saya mesti mengatur para pengawal kami dan tidak ada masalah. Saya kemudian membahas situasi "mereka dan kami" dengan Yasir. Akhirnya ada perbaikan. Semua staf mendapat jatah makan di waktu sama. Teh dan kopi juga rutin disediakan. Jadwal kerja dibagi dalam beberapa giliran.

Saya juga dihargai oleh Eduardo, sekretaris Puteri Munirah. Saya pernah bertemu dia sebelumnya dan beberapa kali berhubungan dengan dirinya, yakni ketika Pangeran Faisal bin Fahad kelebihan dosis narkotik.

Karena Pangeran Faisal pecandu narkotik, alkohol, dan lain-lain, Eduardo kesulitan mengatur rekening bank. Dia bertanggung jawab membayar semua belanja ritelm hotel, kasino, narkotik, dan pelacur.

Sehabis makan malam, Puteri Munirah turun dan ingin jalan-jalan. Teman perempuannya ikut menemani. Saya mengawal sang puteri dengan seorang pengawal Saudi. Malam indah di musim panas.

ketika kami dekat dengan Kensington Road, saya berjalan mendekati Puteri Munirah. Perasaan saya tidak enak, sesuatu yang buruk bakal terjadi.
 
Ketika kami menuju Kensington Road, pengawal keluarga kerajaan menarik tangan saya agar saya menjauh. Saya tidak senang dengan perbuatannya itu tapi saya harus mematuhi pengawal keluarga kerajaan.

Tidak sampai sepuluh langkah, saya melihat sebuah taksi berwarna hitam mendekat ke arah kami dan jendela belakangnya terbuka. Saya tahu saya harus segera maju, namun jaraknya terlalu jauh buat saya melindungi Puteri Munirah. Sebuah kaleng bir dalam keadaan terbuka dilempar ke arah sang puteri namun meleset. Pengawal keluarga kerajaan itu menatap saya penuh arti.

Saya lantas menghubungi kantor dan meminta Bruce untuk mendampingi saya. Dia mantan anggota pasukan elite SAS dan pernah bertugas di Skuadron D selama sembilan tahun. Dia satu-satunya orang-orang saya percaya.

Di hari pertama Bruce mulai bertugas, saya menemani Puteri Munirah pergi berbelanja. Dalam perjalan pulang, kami melewati Swiss Cottage di utara London. Sang puteri melihat sebuah restoran Jepang dan meminta Anil menghentikan laju mobilnya.

Tiga pekan berakhir sudah dan waktu kepulangan Puteri Munirah ke Arab Saudi telah tiba. Malam kepulangan buruk dimulai. Truk-truk pengangkut barang sudah tiba dan yasir meminta kami membawakan barang-barang itu.

Sudah ada jet pribadi jenis Boeing 707 di Bandar Udara Heathrow menunggu Puteri Munirah, barangkali itu salah satu pesawat kepunyaan keluarga kerajaan Arab Saudi. Setidaknya dia perlu membayar biaya kelebihan bagasi. Saya sekaarang akan beristirahat. Bos memuji hasil kerja saya selama mengawal Puteri Munirah.  


Kiri ke kanan: Mark Young, Pangeran Misyari bin Saud dan istrinya Puteri Al-Anud. (Mark Young/Saudi Bodyguard)

Liburan tiga bulan Pangeran Misyari sekeluarga

Selama tiga bulan, Pangeran Misyari bin Saud dan keluarga berlibur di Spanyol dan Prancis.

Pangeran Misyari bin Saud bin Abdul Aziz bersama putranya, Pangeran Turki, di resor ski Megeve, Prancis. (Mark Young/Saudi Bodyguard)

Fulus judi Pangeran Misyari

Pangeran Misyari bin Saud menyuruh pengawalnya, Mark Young, memisahkan antara uang hasil menang berjudi dengan fulus biasa dia bawa.

Buku Saudi Bodyguard karya Mark Young. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Rusaknya Aston Martin milik Pangeran Mansur bin Saud

"Allah telah menghukum Pangeran Mansur lantaran telah mengeluarkan pernyataan menghina kepada saya ketika saya sudah menolong korban kecelakaan di pantai," kata Mark Young.

Pangeran Misyari bin Saud bin Abdul Aziz bersama putranya, Pangeran Turki, di resor ski Megeve, Prancis. (Mark Young/Saudi Bodyguard)

Girangnya bekerja dengan Pangeran Misyari

Saudara-saudara kandung Pangeran Misyari bin Saud iri karena mereka tidak memiliki pengawal pribadi seperti saya.





comments powered by Disqus

Rubrik buku Terbaru

Liburan tiga bulan Pangeran Misyari sekeluarga

Selama tiga bulan, Pangeran Misyari bin Saud dan keluarga berlibur di Spanyol dan Prancis.

17 November 2018
Fulus judi Pangeran Misyari
27 Oktober 2018

TERSOHOR