buku

Jam tangan Cartier hadiah dari Pangeran Misyari

"Saya tidak dapat menghitung lagi sudah berapa banyak dia bercinta dengan gadis-gadis muda."

15 Desember 2018 09:13

Albalad.co berhasil mendapatkan izin dari penulis buku Saudi Bodyguard, Mark Young, untuk menerjemahkan sekaligus menerbitkan isi bukunya di Albalad.co. Seperti biasa, rubrik buku ini muncul saban Sabtu dan dimulai sejak 11 November 2017.

Albalad.co sejatinya memperoleh salinan buku Saudi Bodyguard dalam bentuk PDF tersebut langsung dari Mark Young, mantan pengawal para pangeran dan puteri di Kerajaan Arab Saudi, pada 1 September 2017. Baru ketika perkembangan dramatis terjadi saat ini di negara Kabah itu, Albalad.co memutuskan melansir terjemahan dari isi buku setebal lebih dari 400 halaman dan diterbitkan pada 2010 itu.

Mark Young, berasal dari Inggris, adalah pemegang sabuk hitam karate. Ayahnya adalah mantan anggota pasukan elite Inggris dan bekas anggota MI6, dinas intelijen Inggris.

Sejak Mei 1976, dia mulai menjadi instruktur dan membuka tiga sekolah karate. Tiga tahun kemudian, dia memulai kariernya sebagai pengawal pribadi keluarga kerajaan Arab Saudi. Tugas pertamanya adalah mengawal Pangeran Talal bin Abdul Aziz, ayah dari pemilik Kingdom Holding Company, Pangeran Al-Walid bin Talal, ditahan di Hotel Ritz Carlton di Ibu Kota Riyadh, selama November 2017-akhir Januari 2018.

Pangeran Al-Walid termasuk dalam 201 kaum elite Arab Saudi - meliputi pangeran, pejabat, dan pengusaha kakap - ditangkap atas tudingan korupsi. Penangkapan ini atas perintah Komisi Pemberantasan Korupsi, dibentuk beberapa jam sebelumnya dan diketuai oleh Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman.

Buku Saudi Bodyguard karya Mark Young ini bercerita dengan bahasa bertutur sebagai orang pertama mengenai pengalamannya selama menjadi pengawal pribadi keluarga Kerajaan Arab Saudi, termasuk Raja Salman bin Abdul Aziz.   

*******

Jam tangan Cartier hadiah dari Pangeran Misyari

Di awal 1984, Pangeran Misyari bin Saud menelepon saya, memberitahu dia akan datang ke London bersama seorang lelaki. Dia kini menjabat wakil kepala Garda Nasional di Provinsi Timur.

Pangeran Misyari meminta saya berhubungan dengan kantor Garda Nasional Arab Saudi di London. Dia tidak senang dengan kantor pusat lantaran tidak mampu mencarikan kamar hotel di kawasan Park Lane. Dia ingin saya mengurus segalanya.

Saya kemudian menghubungi Hotel Intercontinental di bilangan Park Lane karena saya sudah sering berhubungan dengan mereka dan mengenal sejumlah orang penting di sana. Apalagi kunjungan Puteri Munirah dan insiden sirene kebakaran meraung-meraung, tentu saja mereka bakal ingat saya.

Dalam hitungan menit, saya berhasil mendapatkan kamar buat Pangeran Misyari dan rekannya. Saya lalu menghubungi sang pangeran, selanjutnya menelepon kantor Garda Nasional di London untuk mengatur pertemuan dengan manajer mereka di hari kedatangan Pangeran Misyari.

Saya bilang kepada mereka, saya telah memesan kamar buat Pangeran Misyari di Hotel Intercontinental. Mereka tidak terkesan dengan hal itu dan bersikap kasar.

Dua hari berselang, pada pukul empat subuh, saya tiba di kantor Garda Nasional Arab saudi di London. Seorang pria bersikap kasar merupakan manajer lalu mengarahkan saya ke ruang tunggu.

Saya lantas mengambil surat kabar Sharq al-Awsat biasa saya lihat. Di halaman depan, saya menyaksikan foto Raja Fahad bin Abdul Aziz tukang tipu.

Saya kemudian menunjukkan gambar itu dan mengatakan sangat mengejutkan bagi saya pengunjung kantor Garda Nasional dapat melihat sebuah surat kabar dalam kondisi seperti itu. Manajer kantor langsung mengambil koran itu dan merobeknya. Sebelum ke mobil, dia bertanya, "Seperti apa tampang Pangeran Misyari?'

Saya katakan, "Dia tegas dan tidak kelihatan bodoh. Dia juga marah karena kantor Garda Nasional tidak bisa mendapatkan kamar hotel untuk dirinya."

Kebisuan menyelimuti perjalanan kami menuju Bandar Udara Heathrow, terkait jabatan Pangeran Misyari saat ini, kami diizinkan menyambut sang pangeran di bawah tangga pesawat. Ketika dia keluar, Pangeran Misyari langsung mendekati saya, mengisyaratkan saya untuk mencium kedua pipinya.

Ini satu-satunya kejadian saya harus mencium kedua pipinya dan saya tahu dia sudah berbicara kepada manajer kantor Garda Nasional London. Dia kemudian menyerahkan kopernya kepada saya.

Perasaan saya tidak enak saat berjalan bareng Pangeran Misyari keluar dari Heathrow. Saya tahu pistol Smith kaliber 38 dan Wesson ada dalam kopernya. Tindakannya itu ilegal, namun kalau ditangkap Pangeran Misyari bisa berkilah dia memiliki kekebalan diplomatik. Sekarang koper berisi dua pistol ada di tangan saya. Kalau dibekuk, saya bisa mendekam lama dalam penjara.

Saya benar-benar tidak nyaman dalam posisi itu. Saya sangat ingin mengembalikan koper kepada Pangeran Misyari tapi tidak bisa, karena hal itu dapat mempermalukan dirinya di depan manajer kantor Garda Nasional. Saya hanya dapat berharap segalanya berjalan baik.

Setibanya di hotel, Pangeran Misyari meminta saya menghubungi istri saya, Sue. Dia bilang, dia ingin mengunjungi rumah saya dan meminta dibuatkan kue. Ini kejutan bagi saya dan Sue.

Saya mesti membujuk Sue agar mau menerima kehadiran Pangeran Misyari. Selama ini Sue merasa para pangeran Arab Saudi terlalu banyak mengganggu kehidupan keluarga kami walau mereka tidak pernah datang ke rumah.  

Besok paginya, kami turun ke lobi untuk mengunjungi toko Cartier. Pangeran Misyari bilang kepada saya, dia ingin mengunjungi bibinya sore ini dan mamu membeli jam tangan untuk dirinya. Saya tahu siapa dia maksud. Saya kemudian memilihkan jam tangan dengan warna kesukaan Sue.

Rencana lawatan ke rumah bibinya sore itu tidak pernah terlaksana. Besoknya, Pangeran Misyari bersama sopir dan saya pergi menuju rumah saya. Setibanya di sana, saya mengajak keduanya untuk masuk ke dalam tapi pangeran Misyari nehuruh sopirnya untuk mengisi bahan bakar mobil.

Setelah mengenalkan Pangeran Misyari kepada Sue, dia segera disajikan secangkir teh dan sepotong kue. Sue bilang kakaknya membuatkan kue. Pangeran Misyari mengatakan dia kecewa tapi tetap menghadiahi Sue jam tangan Cartier dia beli kemarin. Dia lantas memakaikan jam tangan itu di pergelangan tangan istri saya. Saya harus mengakui dia tahu bagaimana cara memperlakukan perempuan.

Besoknya, ketika kami berjalan di Bond Street, Pangeran Misyari melalui jendeal sebuah toko sepatu, dia melihat seorang gadis muda nan cantik. Dia meminta saya menunggu di luar dan dia masuk ke dalam untuk merayu sang gadis. Setengah jam kemudian, dia keluar dengan sepasang sepatu buatan tangan seharga 500 pound sterling.

Pangeran Misyari biasa mengejar gadis-gadis ayu sepanjang hidupnya. Saya tidak dapat menghitung lagi sudah berapa banyak dia bercinta dengan gadis-gadis muda. Dia memilih untuk tidak membayar untuk bercinta tapi kalau memang itu satu-satunya pilihan, dia akan melakukan itu.

Malamnya, kami siap untuk pelesiran. Pangeran Misyari meminta saya mengencangkan dasinya.

Sepekan kemudian, Pangeran Misyari pulang ke Arab Saudi dan dilepas secara resmi oleh manajer kantor Garda Nasional London. Pangeran Misyari bilang, dia akan segera kembali menemui saya.  


Buku Saudi Bodyguard karya Mark Young. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Ditolak masuk diskotek karena tidak mau beri tip

Di dua kunjungan berikutnya ke klub malam Regine's, saya tidak memberikan uang dan di lawatan ketiga, kami dilarang masuk dengan alasan ada pesta tertutup.

Buku Saudi Bodyguard karya Mark Young. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Tawaran seks dari Puteri Sita

Puteri Sita, anak dari mendiang Raja Saud bin Abdul Aziz, menawarkan seks kepada pengawal pribadinya tapi ditolak.

Pangeran Misyari bin Saud bin Abdul Aziz bersama putranya, Pangeran Turki, di resor ski Megeve, Prancis. (Mark Young/Saudi Bodyguard)

Pangeran Misyari menjadi pelit

Pangeran Misyari meminta Mark menurunkan gajinya 30 persen dan dia setuju. Dua tahun kemudian, Mark minta kenaikan gaji tapi ditolak.

Buku Saudi Bodyguard karya Mark Young. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Lemparan sekaleng bir ke arah Puteri Munirah

Dia adalah istri dari Pangeran Faisal bin Fahad.





comments powered by Disqus

Rubrik buku Terbaru

Ditolak masuk diskotek karena tidak mau beri tip

Di dua kunjungan berikutnya ke klub malam Regine's, saya tidak memberikan uang dan di lawatan ketiga, kami dilarang masuk dengan alasan ada pesta tertutup.

02 Maret 2019

TERSOHOR