buku

Ditolak masuk diskotek karena tidak mau beri tip

Di dua kunjungan berikutnya ke klub malam Regine's, saya tidak memberikan uang dan di lawatan ketiga, kami dilarang masuk dengan alasan ada pesta tertutup.

02 Maret 2019 08:58

Albalad.co berhasil mendapatkan izin dari penulis buku Saudi Bodyguard, Mark Young, untuk menerjemahkan sekaligus menerbitkan isi bukunya di Albalad.co. Seperti biasa, rubrik buku ini muncul saban Sabtu dan dimulai sejak 11 November 2017.

Albalad.co sejatinya memperoleh salinan buku Saudi Bodyguard dalam bentuk PDF tersebut langsung dari Mark Young, mantan pengawal para pangeran dan puteri di Kerajaan Arab Saudi, pada 1 September 2017. Baru ketika perkembangan dramatis terjadi saat ini di negara Kabah itu, Albalad.co memutuskan melansir terjemahan dari isi buku setebal lebih dari 400 halaman dan diterbitkan pada 2010 itu.

Mark Young, berasal dari Inggris, adalah pemegang sabuk hitam karate. Ayahnya adalah mantan anggota pasukan elite Inggris dan bekas anggota MI6, dinas intelijen Inggris.

Sejak Mei 1976, dia mulai menjadi instruktur dan membuka tiga sekolah karate. Tiga tahun kemudian, dia memulai kariernya sebagai pengawal pribadi keluarga kerajaan Arab Saudi. Tugas pertamanya adalah mengawal Pangeran Talal bin Abdul Aziz, ayah dari pemilik Kingdom Holding Company, Pangeran Al-Walid bin Talal, ditahan di Hotel Ritz Carlton di Ibu Kota Riyadh, selama November 2017-akhir Januari 2018.

Pangeran Al-Walid termasuk dalam 201 kaum elite Arab Saudi - meliputi pangeran, pejabat, dan pengusaha kakap - ditangkap atas tudingan korupsi. Penangkapan ini atas perintah Komisi Pemberantasan Korupsi, dibentuk beberapa jam sebelumnya dan diketuai oleh Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman.

Buku Saudi Bodyguard karya Mark Young ini bercerita dengan bahasa bertutur sebagai orang pertama mengenai pengalamannya selama menjadi pengawal pribadi keluarga Kerajaan Arab Saudi, termasuk Raja Salman bin Abdul Aziz.   

*******

Ditolak masuk diskotek karena tidak mau beri tip

Besok malamnya, saya berdiri di sebelah Pangeran Misyari didiskotek Regine's setelah iktu pesta tertutup. Dia berbicara dengan Philippe Junot, mantan suami Puteri Caroline dari Monaco ketika saya mengarahkan pandangan ke lelaki sangat dikenal dan sedang dikelilingi oleh perempuan-perempuan cantik.

Saya sekarang ingat, pria bergigi putih cemerlang dan selalu tersenyum itu adalah penyanyi Julio Iglesias. Saya berbicara dengan salah satu rekannya. Dia bilang gadis-gadis itu dipasok oleh seorang agen model lokal dengan harga sangat mahal.

Setelah menjalani hiburan malam itu, saya menemani Pangeran Misyari ke pintu keluar diskotek. Saat melewati manajer diskotek, saya memberikan dia tip lima ribu peseta, tindakan selalu saya lakoni. Di pintu keluar saya memberikan seribu peseta kepada penjaga pintu.

Kali ini Pangeran Misyari melihat perbuatan saya itu dan mengatakan, "Kenapa kamu memberi uang kepada mereka?"
"Saya selalu memberikan uang karena kita tidak pernah membayar tiket masuk atau mengantre di luar. Juga, ketika ada pesta tertutup, mereka selalu mengizinkan kita masuk."

"Lain kali, kau tidak bleh memberikan mereka uang kecuali saya suruh, mengerti?"
Ya, saya sangat paham," kata saya. Dalam hati saya saya mengutuk sikapnya.

Di dua kunjungan berikutnya ke klub malam Regine's, saya tidak memberikan uang dan di lawatan ketiga, kami dilarang masuk dengan alasan ada pesta tertutup. Setelah balik badan, Pangeran Misyari tersinggung dan mengatakan, "Kenapa mereka melarang kita masuk? Kamu pasti sudah membikin mereka marah. Apa yang sudah kamu lakukan?"

"Karena Anda menyuruh saya menghentikan memberi tip buat mereka," kata saya.
"Bukan karena itu, tapi kamu sudah membuat mereka marah."

Pangeran Misyari menolak disalahkan dan tidak mau bertanggung jawab atas tindakannya.

Setiba di vila, saya baru tahu Jose, manajer vila, telah dipecat. Ini tidak mengejutkan karena saya tahu, penjaga rumah Aurora dan suaminya, Diego, selalu menjelek-jelekkan Jose ke majikannya. Mereka diberitahu Jose dipecat karena mengambil komisi dari uang diberikan Pangeran Misyari untuk membayar beragam tagihan.

Di pekan terakhir, Pangeran Misyari sekeluarga selesai berlibur dan saya mengantar mereka ke bandar udara di Malaga.

Sebelum pergi, Pangeran Misyari bertanya, apakah saya mau mengunjungi mereka di Arab Saudi pada Januari. "Saya mau," kata saya. "Bagus, saya bakal mengatur lawatan kamu dan menghubungi kamu."



 

Buku Saudi Bodyguard karya Mark Young. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Makan malam dengan daging bayi unta

Saya sangat mengetahui beberapa pangeran Saudi terlibat pembunuhan tapi tidak dipancung. Jadi Saudi sudah bertindak tidak adil.

Buku Saudi Bodyguard karya Mark Young. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Menolak ikut makan malam di rumah Pangeran Muhammad bin Fahad

Menahan paspor, melarang memakai telepon ke luar negeri, menyensor surat kabar, majalah dan mengontrol program televisi adalah siasat pemerintah Saudi untuk mengawasi rakyatnya.

Mobil milik Pangeran Walid bin Saud bin Abdul Aziz. (Mark Young/Saudi Bodyguard)

Pelesiran sejenak di Jeddah

Terdapat sejumlah kedutaan besar di Jeddah dan suasananya lebih rileks dibanding kota-kota lain di Arab Saudi.

Mark Young bersama Pangeran Misyari bin Saud bin Abdul Aziz dan istrinya, Puteri Al-Anud binti Fahad. (Mark Young/Saudi Bodyguard)

Teringat Puteri Al-Anud telanjang

Seraya tersenyum, saya teringat Puteri Al-Anud dan teman-temannya dalam keadaan telanjang, tapi di negara asalnya, dia tersembunyi di balik pagar tembok dan abaya dan jilbab serba hitam. Puteri Al-Anud benar-benar cantik dan tubuhnya sangat seksi.





comments powered by Disqus

Rubrik buku Terbaru

Makan malam dengan daging bayi unta

Saya sangat mengetahui beberapa pangeran Saudi terlibat pembunuhan tapi tidak dipancung. Jadi Saudi sudah bertindak tidak adil.

26 Oktober 2019
Berburu tikus gurun
05 Oktober 2019
Pelesiran sejenak di Jeddah
07 September 2019

TERSOHOR