buku

Skandal seks anak Raja Fahad

Kalau pangeran setuju, gadis itu akan dipanggil masuk ke ruang santai. Tahap awal, Pangeran Muhammad bakal memutuskan apakah dia menyukai gadis itu. Jika dirinya tidak sreg untuk bercinta, gadis itu diserahkan kepada salah satu lelaki hadir sebagai hadiah.

25 Mei 2019 23:58

Albalad.co berhasil mendapatkan izin dari penulis buku Saudi Bodyguard, Mark Young, untuk menerjemahkan sekaligus menerbitkan isi bukunya di Albalad.co. Seperti biasa, rubrik buku ini muncul saban Sabtu dan dimulai sejak 11 November 2017.

Albalad.co sejatinya memperoleh salinan buku Saudi Bodyguard dalam bentuk PDF tersebut langsung dari Mark Young, mantan pengawal para pangeran dan puteri di Kerajaan Arab Saudi, pada 1 September 2017. Baru ketika perkembangan dramatis terjadi saat ini di negara Kabah itu, Albalad.co memutuskan melansir terjemahan dari isi buku setebal lebih dari 400 halaman dan diterbitkan pada 2010 itu.

Mark Young, berasal dari Inggris, adalah pemegang sabuk hitam karate. Ayahnya adalah mantan anggota pasukan elite Inggris dan bekas anggota MI6, dinas intelijen Inggris.

Sejak Mei 1976, dia mulai menjadi instruktur dan membuka tiga sekolah karate. Tiga tahun kemudian, dia memulai kariernya sebagai pengawal pribadi keluarga kerajaan Arab Saudi. Tugas pertamanya adalah mengawal Pangeran Talal bin Abdul Aziz, ayah dari pemilik Kingdom Holding Company, Pangeran Al-Walid bin Talal, ditahan di Hotel Ritz Carlton di Ibu Kota Riyadh, selama November 2017-akhir Januari 2018.

Pangeran Al-Walid termasuk dalam 201 kaum elite Arab Saudi - meliputi pangeran, pejabat, dan pengusaha kakap - ditangkap atas tudingan korupsi. Penangkapan ini atas perintah Komisi Pemberantasan Korupsi, dibentuk beberapa jam sebelumnya dan diketuai oleh Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman.

Buku Saudi Bodyguard karya Mark Young ini bercerita dengan bahasa bertutur sebagai orang pertama mengenai pengalamannya selama menjadi pengawal pribadi keluarga Kerajaan Arab Saudi, termasuk Raja Salman bin Abdul Aziz.   

*******

Skandal seks anak Raja Fahad

Pangeran Muhammad bin Fahad bin Abdul Aziz, Pangeran Saud bin Nayif bin Abdul Aziz dan rombongan mereka hanya tinggal sebentar kali ini dan melanjutkan perjalanan ke Santa Barbara di Amerika Serikat. Mereka bakal menginap di sana sepekan kemudian kembali ke Inggris. Jadi saya punya waktu untuk beristirahat.

Pada Sabtu, 29 Desember 1984, Pangeran Muhammad dan Pangeran Saud terbang kembali ke London. Setelah kedua pangeran melintas diikuti oleh para ajudan mereka. Saya memperhatikan betapa tajirnya mereka meski cuma bekerja sebagai staf pangeran.

Salah satunya sangat akrab dengan Jonathan Aitken. Namanya Muhammad Said Ayas. Kami menyebut dia Midas karena segala dia sentuh berubah menjadi emas. Dia adalah sekretaris Pangeran Muhammad, Tuan Penyelesai Segala Masalah.

Saban malam, kedua pangeran itu pergi ke kantor Al-Bilad, terletak di South Audley Street, Mayfair. Aitken juga selalu berada di sana. Dia menggunakan kantor itu dan semua fasilitasnya seperti milik sendiri, juga ada banyak keuntungan dia peroleh sebagai direktur Al-Bilad. Sebab dia sebuah aset bernilai bagi kedua pangeran dan mereka memastikan uang mereka akan terus bertambah di bawah manajemen Aitken.

Dari Al-Bilad, kami makan malam di Le Gavroche di Upper Book Street, Mayfair. Kemudian kami mengunjungi kasino the Ritz di Piccadilly. Saya bukan penjudi tapi saya menikmati suasananya. Ketika Pangeran Muhammad dan Pangeran Saud berjudi, saya membayangkan apa yang akan dikatakan Pangeran Muhammad saat mengetahui saya menyelamatkan nyawa abangnya, Pangeran Faisal.

Saya tahu dia tidak akan pernah mengetahui hal itu dan saya juga tidak ingin memberitahu dia. Saya juga yakin Martini tidak akan menceritakan hal itu. Waktu Pangeran Faisal kelebihan dosis narkotik, saya langsung bertindak untuk menyelamatkan dirinya.

Pangeran Muhammad dan Pangeran Saud menikmati permainan judi meski itu bertentangan dengan agama mereka. Sekali lagi, hampir semua mereka lakukan tidak sesuai dengan ajaran Islam.

Pada 3 Januari 1985, Pangeran Muhammad dan Pangeran Saudi pergi ke Jenewa. Mereka berusaha mendapatkan kontrak penjualan senjata. Pada Ahad, 6 Januari, mereka kembali ke London.

Kali ini bukan menginap di Bolney Gate tapi keduanya tinggal di kediaman Pangeran Muhammad di Winnington Road. Tempat ini berada di belakang rumah Raja Fahad bin Abdul Aziz, Kenstead Hall di Bishops Avenue, Hampstead.

Saat sedang berpesta di rumah itu, Jonatahan Aitken datang membawa beberapa pelacur. Tidak lama kemudian, muncul seorang gadis muda bareng satu temannya. Saya merasa ada sesuatu berbeda dengan kedua gadis ini.

Sambil menunggu, mereka berbincang dengan saya. Gadis pertama bilang dia pernah seranjang dengan orang-orang Arab supertajir demi fulus. Gadis kedua mengatakan belum pernah sekalipun bercinta dengan Arab supertajir. Dia baru saja putus dengan pacarnya. Dia hanya datang dengan temannya itu karena diberitahu bakal menghadiri pesta bikin dia senang.

Masalahnya muncul saat Pangeran Saud kesengsem kepada dirinya. Dia berubah pikiran dan ingin pergi. Tapi temannya berupaya memaksa dia agar mau tidur dengan Pangeran Saud. Dia tetap menolak namun temannya kian memaksa.

Gadia ini tidak tahu mau melakukan apa. Dia lantas meminta saran saya meski ini bukan urusan saya.

Saya sarankan agar membiarkan saya menelepon taksi untuk mengantar dia pergi dari rumah Pangeran Muhammad. Saya mencoba menolong dia karena dia rentan. Dia sedang sedih dan dia tidak membutuhkan Pangeran Saud buat mengobati dukanya.

"Pertimbangkan soal uangnya. Pikirkan kamu akan bercinta dengan seorang pangeran, bayangkan berapa banyak duit akan kamu dapat," kata temannya memaksa. "Saya ini teman kamu, jangan membuat malu saya, laukan saja untuk saya."

Gadis itu akhurnya menyerah dan bersedia bercinta dengan Pangeran Saud. Hal ini membuat girang sang pangeran karena dia tahu gadis itu bukan pelacur. Saat muncul lagi, dia duduk di sebelah saya dan menangis. Dia kelihatan bingung sekali dan bertanya apakah dirinya masih hidup setelah dia bercinta dengan Pangeran Saud.

Saya berjalan melewati pintu ruang santai sedang terbuka. Dari situ saya melihat Pangeran Muhammad dan Pangeran Saud sedang asyik mengisap candu, bercanda dan tertawa seraya menenggak minuman beralkohol dan bermain kartu. Mereka begitu gembira.

Akhirnya suasana dalam rumah hening dan kedua pangeran sudah tidur. Aitken sudah lama pulang. Kali ini giliran para pembantu rumah mengisap ganja, minum wiski Balck Label, dan bermain kartu. Saya memperhatikan mereka dari kejauhan.

Saya satu-satunya petugas keamanan di rumah Pangeran Muhammad. Kadang saya mengecek layar CCTV untuk memastikan rumah itu dalam keadaan aman dan berharap tidak ada insiden terjadi.

Pikiran saya kembali pada gadis dipaksa bercinta dengan Pangeran Saud. Andai saja dia menerima saran saya untuk segera pergi.

Ketika tengah melamun, sebuah terian sangat keras terdengar dari lantas. Saya bergegeas naik dan meelihat seorang pelayan pangeran bersenjata pistol revolver 38 mengejar rekannya sambil memaki. Saya segera bertindak untuk merebut senjata itu dan memaksa keduanya kembali ke kamar masing-masing.

Saya menjadi marah ketika sadar apa yang telah saya lakoni. Mestinya saya tidak ikut campur ketika ada dua pelayan pangeran berusaha saling membunuh. Saya berada di sana untuk melindungi kedua pangeran bukan mereka.

Besoknya, pelayan itu meminta pistolnya dikembalikan tapi saya memaki dia. Saya memberikan pistol itu ke Said Ayas, sekretaris Pangeran Muhammad. Ketika saya memberikan pistol itu dan menceritakan kejadiannya, dia hanya berterima kasih. Saya jadi heran bagaimana bisa seorang pelayan membawa sebuah pistol tanpa diketahui bea cukai.

Pada Rabu, 9 Januari, saya diminta Pangeran Muhammad dan Pangeran Saud untuk mencari seorang gadis muda. saya langsung paham mereka ingin bercinta dengan elacur.

Saat sang pelacur tiba, saya menyuruh dia masuk dan duduk di sofa. Saya kemudian memberitahukan kepada kedua pangeran, pesanan mereka sudah datang. Kami berbicara bedua sambil menunggu.

Seperti biasa, Jamil datang dan memperkenalkan diri. Tugasnya menilai gadis-gadis buat pangeran. Kalau memenuhi syarat, Jamil akan meminta gadis itu menunggu sebentar karena dia harus melapor kepada pangeran. Ini prosedur rutin dan saya sudah menyaksikan itu berkali-kali.

Kalau pangeran setuju, gadis itu akan dipanggil masuk ke ruang santai. Tahap awal, Pangeran Muhammad bakal memutuskan apakah dia menyukai gadis itu. Jika dirinya tidak sreg untuk bercinta, gadis itu diserahkan kepada salah satu lelaki hadir sebagai hadiah.

Kali ini Pangeran Muhammad puas dan menyruh Jamil mengantar gadis itu ke kamar tidurnya. Kalau urusan bercinta sudah selesai, Jamil akan mengantar kembali gadis itu ke lobi dan meminta dia menunggu uang bayaran.

Saya perhatikan gadis itu penuh luka cakar di muka, tangan dan lututnya tampak merah. Dia kelihatan sakit. Saya merasa tidak nyaman dan bertanya apakah dia baik-baik saja. Apakah kamu mau berbicara dengan saya, menceritakan apa yang terjadi?

Sambil menarik napas panjang, dia mulai bercerita. Dia disambut saat memasuki ruang santai dan diminta duduk ketika para lelaki itu sedang asyim bermain kartu. Jamil kemudian berdiri dan membawakan dia segelas minum, lalu berbicara dengan dirinya.

Pangeran Muhammad rupanya langsung tertarik dan meminta Jamil mengantarkan pelacur itu ke kamar tidurnya. Dia diminta telanjang dan mandi. Sehabis itu, gadis muda ini disuruh naik ke atas tempat tidur sambil merangkak dengan lampu sudah dimatikan. Dia juga harus menunggu kedatangan Pangeran Muhammad dalam keadaan merangkak.

Tidak lama kemudian, pintu kamar dibuka dan muncul sang pangeran. Pelacur itu memutarkan kepalanya sebentar dan melihat Pangeran Muhammad tengah berdiri. Dia lantas disuruh memalingkan lagi wajahnya.

Pangeran Muhammad bergegas membuka kafiyehnya naik ke atas tempat tidur, dan langsung bercinta dengan pelacur itu tanpa pemanasan. Tidak ada ciuman atau kata-kata. Pangeran Muhammad menggauli gadis muda itu dengan cara kasar.

Ketika sudah selesai, dia pergi. Jamil kemudian masuk dan meminta pelacur itu berpakaian. Dia kemudian diantar turun ke lobi dan menunggu sampai Jamil memberikan uang bayaran.

Gadis itu marah lantaran diperlakukan sangat kasar saat berhubungan seks dengan Pangeran Muhammad. Dia lalu bertanya jam berapa saya selesia bertugas  dan apakah saya bisa menemui dirinya di kedai kopi terdekat. Dia memberikan alamat untuk bertemu. Tapi saya tidak mau terlibat masalah dan akhirnya tidak menemui pelacur itu.

Tidak lama kemudian, surat kabar the News of the World melansir sebuah berita Pangeran Muhammad dari Arab Saudi bertindak kasar saat berhubungan badan dengan seorang gadis. Ketika kabar ini meledak, Pangeran Muhammad langsug pergi ke Amerika.

Setelah Pangeran Muhammad menjadi Gubernur Provinsi Timur, sebuah pernyataan dikeluarkan oleh organisasi hak asasi manusia independen di Arab Saudi. Mereka menyatakan, "Pangeran Muhammad bin Fahad telah dituding oleh laporan berkala Al-Saud melakukan perbudakan seks di wilayah administrasinya. Kami diberitahu Gubernur Pangeran Muhammad terlibat dalam jaringan seks anak di Provinsi Timur. Kami diberitahu dia sering menggelar pesta untuk teman-temannya dengan pelcur anak sebagai hiburan utama. Gubernur Pangeran Muhammad menyukai Hollywood di mana terdapat banyak anak lelaki dan perempuan menjadi budak seks di Arab Saudi dengan samaran kontrak bermain film dan model. (Sumber: http://www.sauduction.com/issues/13)

Pangeran Misyari bin Saud bin Abdul Aziz bersama putranya, Pangeran Turki, di resor ski Megeve, Prancis. (Mark Young/Saudi Bodyguard)

Makan siang bareng Pangeran Misyari

Pangeran Salman langsung menjatuhkan kartu dan berdiri untuk menyambut penguasa Arab datang tidak disangka. Ketika Jack mendekat, mereka sadar ternyata yang datang orang Inggris.

Buku Saudi Bodyguard karya Mark Young. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Terbang ke Arab Saudi atas undangan Pangeran Misyari bin Saud

Saya sekarang menyaksikan Pangeran Misyari dalam situasi berbeda. Sebelumnya, saya melihat dia sekadar sebagai playboy, penjudi, kini saya menyaksikan dirinya benar-benar dalam peran berbeda.

Buku Saudi Bodyguard karya Mark Young. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Anak Raja Fahad kena penyakit kelamin

Di kasino Knightsbridge, Pangeran Muhammad bin Fahad pergi ke toilet, kemudian berteriak lalu lari keluar dari kasino dan melompat masuk ke dalam mobilnya.

Pangeran Muhammad bin Fahad, putra dari Raja Arab Saudi Fahad bin Abdul Aziz (tengah). (princemohammad.org)

Ketamakan putra Raja Fahad

Anggota parlemen Inggris, Jonathan Atiken, menjadi boneka dari Pangeran Muhammad bin Fahad.





comments powered by Disqus

Rubrik buku Terbaru

Makan siang bareng Pangeran Misyari

Pangeran Salman langsung menjatuhkan kartu dan berdiri untuk menyambut penguasa Arab datang tidak disangka. Ketika Jack mendekat, mereka sadar ternyata yang datang orang Inggris.

08 Juni 2019

TERSOHOR