buku

Teringat Puteri Al-Anud telanjang

Seraya tersenyum, saya teringat Puteri Al-Anud dan teman-temannya dalam keadaan telanjang, tapi di negara asalnya, dia tersembunyi di balik pagar tembok dan abaya dan jilbab serba hitam. Puteri Al-Anud benar-benar cantik dan tubuhnya sangat seksi.

13 Juli 2019 23:55

Albalad.co berhasil mendapatkan izin dari penulis buku Saudi Bodyguard, Mark Young, untuk menerjemahkan sekaligus menerbitkan isi bukunya di Albalad.co. Seperti biasa, rubrik buku ini muncul saban Sabtu dan dimulai sejak 11 November 2017.

Albalad.co sejatinya memperoleh salinan buku Saudi Bodyguard dalam bentuk PDF tersebut langsung dari Mark Young, mantan pengawal para pangeran dan puteri di Kerajaan Arab Saudi, pada 1 September 2017. Baru ketika perkembangan dramatis terjadi saat ini di negara Kabah itu, Albalad.co memutuskan melansir terjemahan dari isi buku setebal lebih dari 400 halaman dan diterbitkan pada 2010 itu.

Mark Young, berasal dari Inggris, adalah pemegang sabuk hitam karate. Ayahnya adalah mantan anggota pasukan elite Inggris dan bekas anggota MI6, dinas intelijen Inggris.

Sejak Mei 1976, dia mulai menjadi instruktur dan membuka tiga sekolah karate. Tiga tahun kemudian, dia memulai kariernya sebagai pengawal pribadi keluarga kerajaan Arab Saudi. Tugas pertamanya adalah mengawal Pangeran Talal bin Abdul Aziz, ayah dari pemilik Kingdom Holding Company, Pangeran Al-Walid bin Talal, ditahan di Hotel Ritz Carlton di Ibu Kota Riyadh, selama November 2017-akhir Januari 2018.

Pangeran Al-Walid termasuk dalam 201 kaum elite Arab Saudi - meliputi pangeran, pejabat, dan pengusaha kakap - ditangkap atas tudingan korupsi. Penangkapan ini atas perintah Komisi Pemberantasan Korupsi, dibentuk beberapa jam sebelumnya dan diketuai oleh Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman.

Buku Saudi Bodyguard karya Mark Young ini bercerita dengan bahasa bertutur sebagai orang pertama mengenai pengalamannya selama menjadi pengawal pribadi keluarga Kerajaan Arab Saudi, termasuk Raja Salman bin Abdul Aziz.

*******

Teringat Puteri Al-Anud telanjang

Setiba di istana Pangeran Misyari bin Saud bin Abdul Aziz, saya duduk di anak tangga menghadap ke arah bangunan utama tempat tinggal sang pangeran dan keluarganya. Saya memandang ke arah tembok mengelilingi kediaman keluarga Pangeran Misyari. Membingungkan, saya bertanya dalam hati kenapa ada pintu garasi di tengah pagar tembok itu.

Tiba-tiba pintu garasi itu terbuka dan saya dapat melihat apa yang baru saja melewati pintu garasi tersebut. Beberapa langkah ke sebelah kiri dari tempat saya duduk, saya pikir mobil itu menuju ke rumah Pangeran Misyari.

Sebuah Cadillac sudah diparkir di halaman luas. Mobil itu kemudian mundur lalu berhenti sebentar lantaran sopir sedang memasukkan persneling untuk maju. Saya memandang ke arah jendela Cadillac itu namun tidak dapat melihat siapa berada di dalam mobil karena kacaanya berwarna gelap.

Saya tetap duduk di tangga sambil membayangkan siapa penumpang dalam mobil itu. Sejam kemudian, Muhammad tiba dan bertanya apakah saya baik-baik saja. Saya mengajak dia bergabung, lalu dia duduk di sebelah saya.

Cadillac itu balik lagi dan berhenti di depan pintu garasi. Secara otomatis, pintu garasi itu terbuka dan Cadillac itu langsung masuk ke halaman. Saya melihat secara cermat tidak ada pergerakan orang ketika pintu garasi ditutup.

"Muhammad apa yang terjadi? Kenapa tidak ada orang keluar dari mobil setelah pintu garasi ditutup?"
"Itu Puteri Al-Anud, Mark. Dia baru pulang mengunjungi temannya. Tidak boleh ada yang melihat perempuan saat mereka memasuki atau meninggalkan istana. Hanya mobil dapat disaksikan ketika mereka datang dan pergi."

Sikap menjadi begitu serius, sedangkan saya sebaliknya. Saya ingat waktu para puteri kerajaan Arab Saudi berlibur di vilanya di Marbella. Mereka semua berenang dan bersantai di kolam dengan berbikini meski ada saya.

Seraya tersenyum, saya teringat Puteri Al-Anud dan teman-temannya dalam keadaan telanjang, tapi di negara asalnya, dia tersembunyi di balik pagar tembok dan abaya dan jilbab serba hitam. Puteri Al-Anud benar-benar cantik dan tubuhnya sangat seksi. Saya memiliki beberapa foto Puteri Al-Anud dalam beragam pose.

Sore hari itu, Pangeran Misyari berjalan mendatangi saya dan bilang, "Mark, saya ingin kamu datang ke rumah saya untuk menyapa Puteri Al-Anud." "Itu bagus," jawab saya.

Saya kemudian mengikuti Pangeran Misyari dan berjalan melewati pintu garasi dibuka buat kami berdua. Kami menapakai anak tangga pernah saya lihat sebelumnya dan melangkah memasuki bangunan utama.

Puteri Al-Anud sudah berdiri di depan kami. Dia mengulurkan tangan mengajak bersalaman. Dia mengenakan pakaian modis barangkali dia beli di Paris atau Roma. "Halo Mark, senang berjumpa kamu lagi, apakah kamu senang tinggal bersama kami?"
"Yang Mulia, tentu saja saya senang bertemu Anda. Saya juga suka tinggal di sini, terima kasih," kata saya.

Selama beberapa menit, saya, Pangeran Misyari, dan Puteri Al-Anud mengobrol bareng. Sehabis itu, Pangeran Misyari mengantar saya keluar melalui pintu garasi.

Selama saya tinggal di Arab Saudi, saya berusaha keras memahami beberapa perbedaan saya saksikan di negara Kabah itu. Selama lima atau enam pekan di sana, saya bertemu Puteri Al-Anud lebih dari sekali. Saya menyaksikan sulit untuk terbiasa melihat pemisahan antara lelaki dan perempuan di pasar atau mal.

 

Pangeran Misyari bin Saud bin Abdul Aziz bersama putranya, Pangeran Turki, di resor ski Megeve, Prancis. (Mark Young/Saudi Bodyguard)

Makan siang bareng Pangeran Misyari

Pangeran Salman langsung menjatuhkan kartu dan berdiri untuk menyambut penguasa Arab datang tidak disangka. Ketika Jack mendekat, mereka sadar ternyata yang datang orang Inggris.

Buku Saudi Bodyguard karya Mark Young. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Terbang ke Arab Saudi atas undangan Pangeran Misyari bin Saud

Saya sekarang menyaksikan Pangeran Misyari dalam situasi berbeda. Sebelumnya, saya melihat dia sekadar sebagai playboy, penjudi, kini saya menyaksikan dirinya benar-benar dalam peran berbeda.

Buku Saudi Bodyguard karya Mark Young. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Ditolak masuk diskotek karena tidak mau beri tip

Di dua kunjungan berikutnya ke klub malam Regine's, saya tidak memberikan uang dan di lawatan ketiga, kami dilarang masuk dengan alasan ada pesta tertutup.

Pangeran Misyari bin Saud bin Abdul Aziz bersama putranya, Pangeran Turki, di resor ski Megeve, Prancis. (Mark Young/Saudi Bodyguard)

Pangeran Misyari menjadi pelit

Pangeran Misyari meminta Mark menurunkan gajinya 30 persen dan dia setuju. Dua tahun kemudian, Mark minta kenaikan gaji tapi ditolak.





comments powered by Disqus

Rubrik buku Terbaru

Mengunjungi kompleks istana Raja Saud

Selepas kedua gerbang itu terdapat halaman seluas 2,6 kilometer persegi.

17 Agustus 2019

TERSOHOR