buku

Makan malam dengan daging bayi unta

Saya sangat mengetahui beberapa pangeran Saudi terlibat pembunuhan tapi tidak dipancung. Jadi Saudi sudah bertindak tidak adil.

26 Oktober 2019 05:24

Albalad.co berhasil mendapatkan izin dari penulis buku Saudi Bodyguard, Mark Young, untuk menerjemahkan sekaligus menerbitkan isi bukunya di Albalad.co. Seperti biasa, rubrik buku ini muncul saban Sabtu dan dimulai sejak 11 November 2017.

Albalad.co sejatinya memperoleh salinan buku Saudi Bodyguard dalam bentuk PDF tersebut langsung dari Mark Young, mantan pengawal para pangeran dan puteri di Kerajaan Arab Saudi, pada 1 September 2017. Baru ketika perkembangan dramatis terjadi saat ini di negara Kabah itu, Albalad.co memutuskan melansir terjemahan dari isi buku setebal lebih dari 400 halaman dan diterbitkan pada 2010 itu.

Mark Young, berasal dari Inggris, adalah pemegang sabuk hitam karate. Ayahnya adalah mantan anggota pasukan elite Inggris dan bekas anggota MI6, dinas intelijen Inggris.

Sejak Mei 1976, dia mulai menjadi instruktur dan membuka tiga sekolah karate. Tiga tahun kemudian, dia memulai kariernya sebagai pengawal pribadi keluarga kerajaan Arab Saudi. Tugas pertamanya adalah mengawal Pangeran Talal bin Abdul Aziz, ayah dari pemilik Kingdom Holding Company, Pangeran Al-Walid bin Talal, ditahan di Hotel Ritz Carlton di Ibu Kota Riyadh, selama November 2017-akhir Januari 2018.

Pangeran Al-Walid termasuk dalam 201 kaum elite Arab Saudi - meliputi pangeran, pejabat, dan pengusaha kakap - ditangkap atas tudingan korupsi. Penangkapan ini atas perintah Komisi Pemberantasan Korupsi, dibentuk beberapa jam sebelumnya dan diketuai oleh Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman.

Buku Saudi Bodyguard karya Mark Young ini bercerita dengan bahasa bertutur sebagai orang pertama mengenai pengalamannya selama menjadi pengawal pribadi keluarga Kerajaan Arab Saudi, termasuk Raja Salman bin Abdul Aziz.

*******

Makan malam dengan daging bayi unta

"Mark, Mark, bangun, saya ingin menunjukkan sesuatu kepadamu," panggil Sultan, paman dari Pangeran Misyari bin Saud bin Abdul Aziz, dari jendela tenda saya.
"Kasih saya waktu lima menit, oke?"
Baiklah Mark, tapi cepat, saya kira kamu akan menyukai ini."

Saya bergegas beringsut dari tempat tidur, kemudian mandi, berpakaian, dan keluar dari tenda.

"Saya tahu kamu menyenangi pengalaman baru Mark, jadi saya pikir kamu bakal suka menuaksikan ini," kata Sultan seraya mengarahkan saya menuju tenda tempat masak. Di belakang tenda itu, saya melihat dua ekor unta. Satu masih bayi. Kedua unta ini diikat dengan tali. "Mark, kita akan makan daging bayi unta malam ini," ujar Sultan.

Saya merasa jantung saya mau copot. Sultan mengira saya akan suka melihat penyembelihan bayi unta.
"Mark, apakah kamu ingin melihat bagaimana daging bayi unta dimasak?"
"Tidak, kata saya sambil berlalu.

Saya kesal dengan Sultan. Dugaan saya, dia hanya ingin melihat bagaimana reaksi saya melihat bayi unta itu disembelih. Saya tentu tidak senang. Ketika Sultan menyusul saya, saya bertanya, "Siapa tamu akan datang untuk makan malam?" "Brigadir Cocking bakal datang. Dia orang Inggris dan orang kedua di Garda Nasional."

Sekitar sejam kemudian, Pangeran Misyari memperkenalkan saya dengan Brigadir Cocking. Dia adalah periwa militer Inggris menempuh pendidikan di sekolah negeri. Pangeran Misyari memberitahu dia akan menginap semalam di tenda saya. Saya terpaksa menerima keputusan itu karena tidak ada pilihan.

Saya dan Brigadir Cocking tidak memiliki kesamaan, karena itu saya tidak senang dengan kehadirannya dalam tenda saya. Alhasil, tidak ada perbincangan berarti antara kami berdua. Saya merasa Brigadir Cocking benci melihat kedekatan saya dengan Pangeran Misyari. Apalagi malam itu, Pangeran Misyari bilang dia hanya ingin pergi berssama saya saja berkeliling di gurun.

Makan malam hari itu dengan daging bayi unta tidak begitu menggairahkan bagi saya. Saya masih kesal dengan ajakan Sultan supaya saya melihat bagaimana bayi unta itu disembelih. Ini kedua kalinya Sultan berusaha mengajak saya melihat penyembelihan binatang.

Menurut saya, itu sebuah pembunuhan. Arab Saudi menyebut hukuman mati sebagai sebuah keadilan, tapi bagi saya sebaliknya. Saya sangat mengetahui beberapa pangeran Saudi terlibat pembunuhan tapi tidak dipancung. Jadi Saudi sudah bertindak tidak adil.

"Mark, Pangeran Misyari ingin bertemu kamu di truk trailernya," kata seorang tentara Garda Nasional. "Terima kasih, saya segera ke sana," jawab saya.

Tiba di trailer Pangeran Misyari, saya mengetuk pintunya.
"Apakah itu kamu, Mark?"
"Ya Tuan," jawab saya.
"Tunggu saya di GMC. Kita akan pelesiran ke sebuah permukiman."

Saya bingung apakah ada permukiman di tengah gurun?" Saya kira kami berada jauh sekali dari mana-mana.

 

 

Buku Saudi Bodyguard karya Mark Young. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Menolak ikut makan malam di rumah Pangeran Muhammad bin Fahad

Menahan paspor, melarang memakai telepon ke luar negeri, menyensor surat kabar, majalah dan mengontrol program televisi adalah siasat pemerintah Saudi untuk mengawasi rakyatnya.

Mobil milik Pangeran Walid bin Saud bin Abdul Aziz. (Mark Young/Saudi Bodyguard)

Pelesiran sejenak di Jeddah

Terdapat sejumlah kedutaan besar di Jeddah dan suasananya lebih rileks dibanding kota-kota lain di Arab Saudi.

Mark Young bersama Pangeran Misyari bin Saud bin Abdul Aziz dan istrinya, Puteri Al-Anud binti Fahad. (Mark Young/Saudi Bodyguard)

Teringat Puteri Al-Anud telanjang

Seraya tersenyum, saya teringat Puteri Al-Anud dan teman-temannya dalam keadaan telanjang, tapi di negara asalnya, dia tersembunyi di balik pagar tembok dan abaya dan jilbab serba hitam. Puteri Al-Anud benar-benar cantik dan tubuhnya sangat seksi.

Pangeran Misyari bin Saud bin Abdul Aziz bersama putranya, Pangeran Turki, di resor ski Megeve, Prancis. (Mark Young/Saudi Bodyguard)

Makan siang bareng Pangeran Misyari

Pangeran Salman langsung menjatuhkan kartu dan berdiri untuk menyambut penguasa Arab datang tidak disangka. Ketika Jack mendekat, mereka sadar ternyata yang datang orang Inggris.





comments powered by Disqus

Rubrik buku Terbaru

Berburu tikus gurun

"Saya harus mengakui kamu sedikit tergesa-gesa saat mau menangkap Jerboa tadi," ujar Pangeran Misyari seraya tertawa.

05 Oktober 2019
Pelesiran sejenak di Jeddah
07 September 2019

TERSOHOR