buku

Pengintaian terakhir sebelum liburan musim panas bareng keluarga Pangeran Misyari

Sekitar 13 Juni 1985, saya berhenti menekuni pekerjaan mengintai seseorang.

19 Juli 2020 11:52

Albalad.co berhasil mendapatkan izin dari penulis buku Saudi Bodyguard, Mark Young, untuk menerjemahkan sekaligus menerbitkan isi bukunya di Albalad.co. Seperti biasa, rubrik buku ini muncul saban Sabtu dan dimulai sejak 11 November 2017.

Albalad.co sejatinya memperoleh salinan buku Saudi Bodyguard dalam bentuk PDF tersebut langsung dari Mark Young, mantan pengawal para pangeran dan puteri di Kerajaan Arab Saudi, pada 1 September 2017. Baru ketika perkembangan dramatis terjadi saat ini di negara Kabah itu, Albalad.co memutuskan melansir terjemahan dari isi buku setebal lebih dari 400 halaman dan diterbitkan pada 2010 itu.

Mark Young, berasal dari Inggris, adalah pemegang sabuk hitam karate. Ayahnya adalah mantan anggota pasukan elite Inggris dan bekas anggota MI6, dinas intelijen Inggris.

Sejak Mei 1976, dia mulai menjadi instruktur dan membuka tiga sekolah karate. Tiga tahun kemudian, dia memulai kariernya sebagai pengawal pribadi keluarga kerajaan Arab Saudi. Tugas pertamanya adalah mengawal Pangeran Talal bin Abdul Aziz, ayah dari pemilik Kingdom Holding Company, Pangeran Al-Walid bin Talal, ditahan di Hotel Ritz Carlton di Ibu Kota Riyadh, selama November 2017 hingga akhir Januari 2018.

Pangeran Al-Walid termasuk dalam 201 kaum elite Arab Saudi - meliputi pangeran, pejabat, dan pengusaha kakap - ditangkap atas tudingan korupsi. Penangkapan ini atas perintah Komisi Pemberantasan Korupsi, dibentuk beberapa jam sebelumnya dan diketuai oleh Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman.

Buku Saudi Bodyguard karya Mark Young ini bercerita dengan bahasa bertutur sebagai orang pertama mengenai pengalamannya selama menjadi pengawal pribadi keluarga Kerajaan Arab Saudi, termasuk Raja Salman bin Abdul Aziz.

*******

Pengintaian terakhir sebelum liburan musim panas bareng keluarga Pangeran Misyari

Empat hari setelah Pangeran Saud bin Nayif bin Abdul Aziz meninggalkan Inggris, Martin menelepon saya. Dia membutuhkan pertolongan: seseorang telah mengecewakan dia dan dia ingin saya melakukan serangkaian pengintaian.

Saya bilang kepada Martin, saya mau mengerjakan itu semata-mata untuk membantu dia. Saya juga jelaskan pengintaian kali ini bakal menjadi tugas saya terakhir. Saya pernah mengintai seseorang dan berakhir dengan situasi tidak baik.

Saya sekarang menyadari bertugas mengintai seseorang itu tidak mengenakkan. Pekerjaan semacam ini bertentangan dengan keyakinan saya. Saya lebih berterus terang kepada kantor kalau saya tidak lagi menyukai pekerjaan mengintai.

Meski saya tidak menyenangi tapi Kamis, 2 Mei 1985, saya memulai serangkaian pengintaian. Kasusnya seperti biasa, sebuah perusahaan asuransi menolak membayar klaim dalam jumlah besar setelah seseorang diduga melukai sendiri dirinya saat bekerja.

Ketika sasaran intaian saya meninggalkan rumahnya, dia kemudian mengayuh sepedanya. Dia bersepeda meliuk-liuk menghindari mobil-mobil terparkir di pinggir jalan. Setelah beberapa kali memotret lelaki bersepeda itu, saya meletakkan kamera dan mulai melaju lebih mendekat ke arah target intaian.

Tidak jauh dari gerai McDonald's, pria itu mulai mengayuh sepedanya perlahan. Saya menepi lantas mengambi kamera video. Dia baru turun dari sepeda dan memasuki toko McDonald's ketika saya merekam. Saya lalu menyimpan semua alat pengintaian saya. Perusahaan asuransi menjadi klien kantor saya pasti menyukai hasil pengintaian saya.

Lelaki itu mengajukan klaim dengan alasan mengalami luka sendi parah di bagian lutut. Tapi dari hasil intaian saya, dia kelihatan sehat-sehat saja. Dia masih bisa mengayuh sepeda secara normal dan tidak tampak ada masalah di lututnya. Tugas saya sudah beres.

Saya menyimpan hasil jepretan dan rekaman video di kantor. Tugas baru sudah menanti saya. Selama enam pekan saya kebagian tugas mengintai dan tidak pernah gagal. Kadang hasilnya bagus buat pihak asuransi tapi lebih sering menyenangkan nasabah asuransi.

Kemudian sekitar 13 Juni 1985, saya berhenti menekuni pekerjaan mengintai seseorang. Saya telah berjanji kepada diri sendiri tidak akan pernah lagi mau mengambil tugas pengintaian.

Saya tahu akan segera ditelepon untuk menghabiskan liburan musim panas bareng keluarga Pangeran Misyari bin Saud bin Abdul Aziz. Sebelum pergi pelesiran, saya ingin menghabiskan waktu sepekan bersama keluarga. Untuk sementara saya senang berkumpul dengan keluarga seraya menunggu dihubungi Pangeran Misyari. Saya tahu panggilan itu tidak akan lama lantaran sebagian anggota keluarga Pangeran Misyari sudah berangkat duluan.

 

 

 

 

Buku Saudi Bodyguard karya Mark Young. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Korupnya anak Raja Fahad

Koran-koran Inggris menulis anggota parlemen Jonathan Aitken sebagai pemasok pelacur bagi para pangeran Saudi.

Buku Saudi Bodyguard karya Mark Young. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Pangeran Fawaz dapat kompensasi dari negara setelah rumahnya di Inggris kemalingan

Ketika Mercedes kami tumpangi makin mendekati jet pribadi itu, saya melihat seorang awak kabin berdiri di bawah tangga pesawat untuk menyambut Pangeran Fawaz.

Mark Young bersama Pangeran Misyari bin Saud bin Abdul Aziz dan istrinya, Puteri Al-Anud binti Fahad. (Mark Young/Saudi Bodyguard)

the Elephant on the River, restoran kesukaan Pangeran Fawaz di London

Suatu malam, saat kami mengunjungi klub Tramp di Jalan Jermyn, perhatian kami tertuju kepada aktor Hollywood Sylvester Stallone, juga berada di sana waktu itu.

Buku Saudi Bodyguard karya Mark Young. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Pangeran Fawaz dicopot dari jabatannya sebagai gubernur Makkah karena doyan mabuk

Pangeran Fawaz bin Abdul Aziz juga senang bermain dengan pelacur saban berlibur ke Paris.





comments powered by Disqus